Na’udzubillah! GP Ansor NU Prakarsai Seminar Dukun Internasional, dan Catut Nama Orang

 

Dalam Islam sudah jelas ada larangan mempercayai dukun

 

 

  • Di Flyer Seminar Dukun Ada Logo GP Ansor dan Supported by NU Online
  • Dalam flyer acara seminar yang rencananya akan digelar pada Sabtu, 6 Maret 2021 pukul  13.00 Wib itu terdapat logo GP Ansor, Matan Banyuwangi dan Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu).

 (GP Ansor dan NU Online Cari Apa?)

  • Ketua PC Matan Banyuwangi, Agus M. Bisyri Ichwan menjawab singkat saat ditanya apakah acara tersebut merupakan acara resmi Matan bersama dengan GP Ansor Banyuwangi.

  • “Iya,” jawab Gus Bisyri singkat saat dikonfirmasi TIMESIndonesia, Jumat (19/2/2021).
    Heboh Seminar Dukun Dikabarkan Bersama GP Ansor NU.
    Dalam flyer acara seminar yang rencananya akan digelar pada Sabtu, 6 Maret 2021 pukul  13.00 Wib itu terdapat logo GP Ansor, Matan Banyuwangi dan Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu).

  • Dalam Islam sudah jelas ada larangan mempercayai dukun.

    Dalam sebuah hadits dijelaskan:

     
     

  • عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ أَتَى كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -رواه أبو داود والترمذي وابن ماجه

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mendatangi dukun lalu mempercayainyasungguh ia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam “.[HR Abu Dawud, no. (3004), Tirmidzi, no. (135), Ibnu Mâjah, no. (639).]

  • Bekerjasama dengan dukun itu telah melanggar ayat suci Al-Qur’n:

{وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ} [المائدة: 2]

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. [Al Ma”idah:2]

 
 

Silakan simak berita ini.

 
 

***

 
 

Namanya Muncul di Seminar Dukun Banyuwangi, Gus Miftah Diprotes Kiai dan Ustaz

***

Prakarsai Seminar Dukun Internasional, GP Ansor Minta Maaf Catut Nama Gus Miftah


GELORA.CO – Seminar Dukun yang bikin heboh dunia maya itu rupanya diprakarsai PC GP Ansor Banyuwangi. Kekinian, telah beredar video klarifikasi dan permintaan maaf usai mendapatkan komplain dari Gus Miftah.

 

Pantas saja Gus Miftah meradang, lantaran namanya dicatut dalam poster publikasi seminar sebagai keynote speaker alias pembicara. Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji Sleman itu meminta pihak panitia penyelenggara bertanggung jawab dan klarifikasi.

 

Unggahan Gus Miftah  di Instagram itu langsung ditanggapi PC GP Ansor Banyuwangi. Melalui akun Instagram resmi GP Ansor Banyuwangi, seorang yang mengaku sebagai panitia acara menyatakan poster itu terburu disebarkan ke media sosial sebelum meminta konfirmasi kepada Gus Miftah.

 

“Kami mohon maaf yang sangat kepada Gus Miftah,” ujar pria yang mengenakan seragam Ansor warna hijau itu, dikutip Suara.com, Jumat (19/2/2021).

 

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Banyuwangi, Ikhwan Arief mengaku, bahwa pihaknya telah lalai karena belum konfirmasi kepada Gus Miftah yang direncakan sebagai keynote speaker pada Seminar Internasional yang mengangkat tema Dukun dan Perdamaian Dunia tersebut. Ia mengklaim telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Gus Miftah dan telah dimaafkan.

 

“Ya benar, alhamdulillah sudah selesai dengan baik,” ujar Ikhwan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya, Jumat (19/2/2021).

@geloranews

20 Februari 2021

***

 
 

Persatuan Dukun, Persatuan Maling, dan Gerombolan Setan Bisu

Posted on 10 Februari 2021

by Nahimunkar.org



 Ilustrasi. Dukun2 di Negara Saudi Dihukum Mati. Foto/ dok. Net/ nahimunkar.org

 
 

Persatuan Dukun, Persatuan Maling, dan Gerombolan Setan Bisu
Persatuan Dukun… dan Persatuan Maling… Coba Bandingkan

Dukun (santet dan semacamnya) hukumannya hukum bunuh menurut Islam. Sedangkan maling hukumannya adalah potong tangan. Jadi kejahatan dukun itu lebih parah, karena merusak iman, hingga hukumannya pun hukum bunuh.

Misalnya ada Persatuan Maling Nusantara, dan berani terang2an mengumumkan keberadaannya, apakah penguasa di negeri ini akan diam saja?

Bila diam saja berarti sama dengan membiarkan sebagai negeri maling secara resmi. Nah, Persatuan Dukun Nusantara itu lebih buruk lagi bila dibanding misalnya Persatuan Maling Nusantara. Maka bila dibiarkan, entah azab Allah macam apa yang akan ditimpakan terutama kepada para punggawa yang ‘seharusnya tidak membiarkannya’ namun membiarkannya.

Sedangkan para ulama dan tokoh Islam yang mampu bersuara untuk mencegahnya namun diam saja, maka jangan salahkan bila statusnya serendah apa yang disebut dengan istilah Setan Bisu syaithoonun Akhros. Bila jumlahnya banyak, maka boleh jadi sebutannya adalah ‘gerombolan setan bisu’. Dan itu sama dengan mengundang azab dan bencana dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

— Mengenai setan bisu, silakan simak ini:
(*) Abu Ali Ad-Daqqooq An-Naisaburi Asy-Syafi’i berkata: “Barangsiapa yang berdiam diri dari (menyampaikan) kebenaran, maka ia adalah Syaithon Akhros (yakni setan yg bisu dari jenis manusia).” (Disebutkan oleh imam An-Nawawi di dlm Syarah Shohih Muslim).

(*) Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah jg pernah berkata: “Orang yang berdiam diri dari menyampaikan kebenaran (padahal ia mampu menyampaikannya, pent) adalah Syaithon Akhros (Setan yg Bisu dari jenis manusia).” (Lihat Majmu’ Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah).

(*) Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata: “Agama dan kebaikan apalagi yg ada pada seseorang yg melihat larangan-larangan Allah dilanggar, batas-batas-Nya diabaikan, agama-Nya ditinggalkan, dan sunnah Rasul-Nya dibenci. Orang yg hatinya dingin, lisannya diam (dari menyampaikan kebenaran dan mengingkari kemungkaran, pent), dia adalah Syaithon Akhros (Setan yg bisu dr jenis manusia), sebagaimana orang yg berbicara dengan kebatilan dinamakan Syaithon Naathiq (Setan yg berbicara dr jenis manusia).

https://www.nahimunkar.org/mengenal-ciri-ciri-setan-bisu-dan-setan-yang-berbicara/
***

  
 

Azab dan Bencana karena Membiarkan Kemunkaran -Kemaksiatan
 




Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

” إِنَّ اللهَ لَا يُعَذِّبُ الْعَامَّةَ بِعَمَلِ الْخَاصَّةِ، حَتَّى يَرَوْا الْمُنْكَرَ بَيْنَ ظَهْرَانَيْهِمْ، وَهُمْ قَادِرُونَ عَلَى أَنْ يُنْكِرُوهُ فَلَا يُنْكِرُوهُ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ، عَذَّبَ اللهُ الْخَاصَّةَ وَالْعَامَّةَ ”

 

Sesungguhnya Allah tidak mengazab manusia secara umum karena perbuatan khusus (yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang) hingga mereka melihat kemungkaran di tengah-tengah mereka, mereka mampu mengingkarinya, namun mereka tidak mengingkarinya. Jika itu yang mereka lakukan, Allah mengazab yang umum maupun yang khusus. (HR Ahmad, sanadnya hasan menurut Ibnu Hajar Al-‘Asqalani dalam Fathul Bari).

Nabi saw. menjelaskan, maraknya zina dan riba sebagai penyebab kehancuran sebuah masyarakat. Rasulullah saw. bersabda:

إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ، فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللَّهِ «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحُ الْإِسْنَادِ وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ»

[التعليق – من تلخيص الذهبي] 2261 – صحيح

 

Apabila zina dan riba telah tampak di suatu kampung, sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah bagi mereka. (HR ath-Thabarani dan al-Hakim, shahih menurut Az-Zahabi).

Membiarkan merajalelanya kemunkaran akan mengakibatkan kerusakan. Kerusakan, atau azab yang terjadi akibat perbuatan maksiat atau munkar itu tidak hanya menimpa pelakunya, namun juga orang lain yang tidak terlibat langsung. Realitas ini digambarkan Rasulullah saw. dengan sabdanya:

مَثَلُ القَائِمِ عَلَى حُدُودِ اللَّهِ وَالوَاقِعِ فِيهَا، كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ، فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلاَهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا، فَكَانَ الَّذِينَ فِي أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنَ المَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ، فَقَالُوا: لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِي نَصِيبِنَا خَرْقًا وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا، فَإِنْ يَتْرُكُوهُمْ وَمَا أَرَادُوا هَلَكُوا جَمِيعًا، وَإِنْ أَخَذُوا عَلَى أَيْدِيهِمْ نَجَوْا، وَنَجَوْا جَمِيعًا “

Perumpamaan orang-orang yang menegakkan hukum-hukum Allah dan orang-orang yang melanggarnya bagaikan suatu kaum yang berbagi-bagi tempat di sebuah kapal, sebagian dari mereka ada yang mendapatkan bagian atas kapal, dan sebagian lainnya mendapatkan bagian bawahnya. Orang-orang yang berada di bagian bawah kapal, jika hendak mengambil air, melewati orang-orang yang berada di atas mereka. Mereka berkata, “Seandainya kita melubangi bagian kita dari kapal ini, niscaya kita tidak akan mengganggu orang-orang yang berada di atas kita.” Apabila mereka semua membiarkan orang-orang tersebut melaksanakan keinginannya, niscaya mereka semua akan binasa; jika mereka mencegah orang-orang tersebut, niscaya mereka selamat dan menyelamatkan semuanya. (HR al-Bukhari).

(nahimunkar.org)

 

(Dibaca 545 kali, 1 untuk hari ini)