Photo Ekslusif dari Sebuah Pesta Miras_83465232

Ilustrasi Photo Ekslusif dari Sebuah Pesta Miras.  / http://forum.detik.com

Bejatnya tingkah manusia bukan hanya seperti binatang tetapi bahkan lebih. Padahal sudah diperingatkan oleh Allah Ta’ala:

{وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ} [الأعراف: 179]

179. Dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS Al-A’raf: 179).

Tingkah yang lebih buruk dari binatang itu mereka praktekkan, di antaranya seperti kasus ini:

Di Balik papan Kaltim, Gadis ingusan umur 12 tahun kelas 6 SD, diajak pesta minuman keras (miras) oleh empat pemuda bejat.

Nah, dalam kondisi mabuk, empat pemuda bejat yang mengajak pesta miras ini memerkosa Bunga yang juga terpengaruh miras itu.

Inilah beritanya.

***

Akibat Miras Empat Pria Perkosa Anak SD, Ulama Diminta Ikut Berperan

Selasa, 26 Februari 2013

Hidayatullah.com – Empat laki-laki melakukan tindakan tak bermoral kepada seorang bocah perempuan usia 12 tahun yang masih duduk di kelas 6 SD. Keempat pria  berinisial H, F dan A yang kini telah mendekam di tahanan Polres Balikpapan ini mengakui, kejahatannya dipengaruhi minuman keras (miras).

Kisah memilukan ini terjadi Rabu malam (13/02/2013) lalu.  Saat itu korban, sebut saja Bunga tengah termenung sendirian di sebuah warung di kawasan Gunung Guntur Balikpapan Tengah.  Bunga mengaku yang baru saja terguncang jiwanya  akibat didera masalah keluarga rupanya dimanfaatkan oleh tersangka H dengan cara mengajak Bunga jalan-jalan keliling kota.

Puas keliling kota, bukannya di antarkan pulang, Bunga justru diajak ke rumah tersangka F yang saat itu tengah sepi di kawasan Sepinggan. Di rumah tersangka F inilah, ada tersangka lain yakni A dan I. Gadis ingusan tersebut diajak pesta minuman keras (miras).

Nah, dalam kondisi mabuk, empat pemuda bejat tersebut memerkosa Bunga yang juga terpengaruh miras.

Yang lebih kurang ajar, puas melampiaskan nafsu bejatnya, Bunga justru ditelantarkan begitu saja di pinggir jalan. Beruntung korban ditemukan oleh seorang warga dan melaporkan ke ketua RT setempat.

Kini mereka telah diringkus polisi setelah dilaporkan oleh keluarga korban. Para pelaku berinisial H (19),  F (19),  A (21) dan  satu di bawah umur I (17). Mereka tertunduk malu saat digiring polisi dari unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)  Polres Balikpapan,  Senin pagi kemarin.

“Mereka dijerat dengan pasal berlapis, pasal 81 dan pasal 82 undang-undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002 dengan ancaman 15 tahun penjara,” kata Kapolres Balikpapan AKBP Sabar Supriono didampingi Kanit PPA Iptu Rosna.

Dukungan Moral

Menanggapi maraknya kejahatan yang disebabkan miras, sebelum ini,  Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Bachtiar Nasir Lc menyatakan dukungannya terhadap gerakan Anti Minuman Keras (Miras) yang digagas seorang pengusaha muda wanita asal Minang, Fahira Idris.

MIUMI menilai, miras merupakan  minuman haram yang memiliki dampak tidak sedikit dan sangat mendasar dalam merusak akal dan kesadaran seseorang. Ia menambahkan efek minuman keras sangat berpengaruh kepada peningkatan perilaku kriminalitas seseseorang.

Karenanya, ia mengajak para aktivis dakwah, ulama dan tokoh masyarakat ikut berperan dalam masalah ini. Sebab bagaimanapun, masalah ini juga tanggungjawab mereka.

“Para aktivis dakwah dan ulama harus melihat ini sebagai tanggung jawab mereka juga,” jelasnya kepada hidayatullah.com, belum lama ini di Jakarta.

Menurut Bachtiar, MIUMI siap berdiri di garda depan memberikan dukungan kepada setiap gerakan moral seperti ini untuk menyelamatkan generasi bangsa.

Seperti diketahui, Fahira tengah mengkampanyekan gerakan Anti Miras lewat sebuah petisi online untuk mendorong kesadaran warga mengenai bahaya peredaran minuman berakohol yang bebas. Melalui situs change.org, petisi ia sudah mendapat dukungan lebih dari 2733 orang, termasuk dukungan; Seven Eleven Indonesia, Circle K Indonesia, Alfamidi,Indomaret, Lawson Indonesia, Pemerintah Daerah DKI Jakarta,Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Kota Surabaya, Pemerintah Kota Denpasar, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Alfamart.

Sebelumnya, anak dari Fahmi Idris, mantan Menteri Perindustrian dan Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi di Kabinet Indonesia Bersatu I ini mengajak para pemilik gerai waralaba agar berperan serta aktif untuk masalah penjualan minuman haram ini, khususnya larangan menjual pada pembeli di bawah usia 21 tahun.

Sementara itu,  Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga tengah mengagas adanya undang-undang pembatasan Miras  yang nantinya akan menjadi dasar hukum pengaturan yang lebih ketat.*

Rep: Panji Islam

Red: Cholis Akbar/ hdytllhcom

***

Dalam Islam, minuman keras atau khamr itu telah dinyatakan sebagai induk kekejian.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan dengan tegas:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْخَمْرُ أُمُّ الْخَبَائِثِ وَمَنْ شَرِبَهَا لَمْ يَقْبَلِ اللَّهُ مِنْهُ صَلاَةً أَرْبَعِينَ يَوْمًا فَإِنْ مَاتَ وَهِىَ فِى بَطْنِهِ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً ». وَاللَّفْظُ لأَبِى عُمَرَ الْقَاضِى.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Khamr itu adalah induk keburukan (ummul khobaits) dan barangsiapa meminumnya maka Allah tidak menerima sholatnya 40 hari. Maka apabila ia mati sedang khamr itu ada di dalam perutnya maka ia mati dalam keadaan bangkai jahiliyah. (HR At-Thabrani, Ad-Daraquthni dan lainnya, dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ hadits nomor 3344).

Allah Ta’ala telah melarang keras khamr dengan firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (90) إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ [المائدة/90، 91]

090. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

091. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (QS Al-Maaidah: 90, 91).

Secara terinci, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan dilaknatnya orang-orang yang berkaitan dengan khamr:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- :« لَعَنَ اللَّهُ الْخَمْرَ وَشَارِبَهَا وَسَاقِيَهَا وَبَائِعَهَا وَمُبْتَاعَهَا وَعَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَ إِلَيْهِ ». زَادَ جَعْفَرٌ فِى رِوَايَتِهِ :« وَآكِلَ ثَمَنِهَا ». حديث ابن عمر : أخرجه أبو داود (3/326 ، رقم 3674) ، والحاكم (4/160 ، رقم 7228) وقال : صحيح الإسناد . والبيهقى (6/12 ، رقم 10828) .

Dari Ibnu Umar, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Allah melaknat khamr (minuman keras) , peminumnya, penuangnya (pengedarnya), penjualnya, pembelinya, pemerasnya (pemroses membuatnya), orang yang minta diperaskannya (minta dibuatkannya), pembawanya, dan orang yang dibawakan kepadanya.” Ja’far dalam riwayatnya menambahkan: “dan pemakan harganya.” (Hadits Ibnu Umar dikeluarkan oleh Abu Dawud no. 3674 –dishahihkan oleh Al-Albani–, Al-Hakim no. 7228, ia berkata sanadnya shahih, dan Al-Baihaqi no. 10828, lafal ini bagi Al-Baihaqi).

Lebih dari itu, peminum miras diancam haram masuk surge. Dalam hadits:

عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّهُ سَمِعَهُ يَقُولُ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَلَيْهِمْ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالدَّيُّوثُ الَّذِي يُقِرُّ فِي أَهْلِهِ الْخُبْثَ

Dari Salim bin Abdillah bin Umar bahwa dia mendengar (bapak)nya berkata, telah menceritakan kepadaku  Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Tiga golongan yang Allah mengharamkan surga atas mereka: pecandu khamer, anak yang durhaka kepada orang tua, dan Dayyuts, yaitu seorang yang merelakan keluarganya berbuat kekejian.” (HR Ahmad, dishahihkan oleh Al-Albani  dalam Shahih al-Jami’ nomor 3052, dalam Al-Jami’ As-Shaghir wa ziyadatuh nomor  5363)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.157 kali, 1 untuk hari ini)