عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ ، فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ كِتَابَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Apabila zina dan riba telah nampak di suatu kampong maka sungguh mereka telah menghalalkan diri mereka ketetapan (adzab) Allah ‘Azza wa Jalla. (HR At-Thabrani, Al-Hakim dia berkata shahih sanadnya, dan Al-baihaqi, menuru Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib 1859 adalah hasan lighairihi).

***

Perkosaan di angkutan umum kembali terulang, kali ini korbannya adalah “RS”, perempuan pedagang sayur berusia 40 tahun” pada 14 Desember 2011 di dalam Angkot M-26 jurusan Kampung Melayu-Bekasi.

Setelah diperkosa, korban diturunkan dari angkot di kawasan Cikeas. Anting dan uang Rp 500.ribu milik korban dirampas pemerkosa.

Indonesia, sepanjang 1998-2010 telah terjadi 4.845 kasus perkosaan dan 1.049 kasus pelecehan seksual.

Kini Negara akan digugat, di antaranya gugatan akan disasarkan kepada Presiden, Wakil Presiden, Polri serta DPR.

Inilah beritanya.

***

Perkosaan di Angkot, Warga Akan Gugat Negara

Jakarta: Lembaga Bantuan Hukum Keadilan (LBH-Keadilan) dan sejumlah masyarakat akan menggugat Presiden, Wakil Presiden, Polri serta DPR ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait peristiwa perkosaan di angkutan kota (angkot).

“LBH-Keadilan bersama berbagai unsur masyarakat; ibu rumah tangga, karyawan, mahasiswa serta sejumlah akademisi akan menggugat negara (Presiden, Wakil Presiden, Polri serta DPR ) dengan mekanisme gugatan warga negara (citizen law suit),” kata Ketua Badan Pelaksana LBH-Keadilan, Abdul Hamim Jauzie, dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (19/12).

Abdul Hamim mengungkapkan bahwa hingga saat ini setidaknya sudah 13 orang yang sepakat akan menggugat yaitu dua orang ibu rumah tangga, lima mahasiswa, tiga orang karyawan, empat orang akademisi.

“Gugatan tersebut menuntut Presiden, Wakil Presiden, Polri serta DPR meminta maaf atas kegagalannya memberikan hak atas rasa aman bagi perempuan dan meminta agar membuat langkah-langkah nyata untuk melindungi perempuan,” katanya.

LBH-Keadilan ini juga mengungkapkan bahwa gugatan ini rencananya diajukan Januari 2012.

Gugatan ini diajukan, kata Abdul Hamim, karena perkosaan di angkutan umum kembali terulang, yang kali ini korbannya adalah “RS”, perempuan pedagang sayur berusia 40 tahun” pada 14 Desember 2011 di dalam Angkot M-26 jurusan Kampung Melayu-Bekasi.

Peristiwa perkosaan ini semakin menambah deretan angka perkosaan yang dicatat Komnas Perempuan, karena Komnas Perempuan mencatat sepanjang 1998-2010 telah terjadi 4.845 kasus perkosaan dan 1.049 kasus pelecehan seksual.

“Atas peristiwa tersebut, LBH-Keadilan mengecam dan menyampaikan keprihatinannya,” katanya.

LBH-Keadilan berpandangan, terulangnya peristiwa perkosaan merupakan bentuk kegagalan negara dalam memberikan jaminan rasa aman bagi setiap warga negara yang dimandatkan konstitusi.

Abdul Hamim juga menilai aparat kepolisian menganggap remeh perkosaan yang terus terjadi.”Aparat kepolisian hanya merespon perkosaan dengan tindakan-tindakan sementara yang tidak berkelanjutan,” kata Abdul Hamim.(ANT/MEL) 19/12/2011 10:26 Liputan6.com,

***

PEDAGANG SAYUR DIRAMPOK DAN DIPERKOSA DIDALAM ANGKOT

Kamis, 15 Desember 2011

Pedagang Sayur yang biasa membeli sayuran di Pasar Kemiri, Beiji, Depok untuk kembali di jual di rumahnya, menjadi korban perampokan dan perkosaan saat berada di dalam Angkot jurusan Kampung Melayu-Bekasi, Rabu (14/12) subuh pukul 04.00 WIB.

Di dalam mobil sudah ada dua orang laki laki. Tanpa curiga  R, tetap masuk ke dalam Angkot. Namun saat Angkot melinta di Jalan Raden Saleh, seorang pelaku yang duduk di belakang menodongkan senjata tajam ke arah R.

Sopir Angkot yang mengetahui ada penumpang yang ditodong, bukannya menolong, melainkan membelokan arah kendaraan ke Cilodong dan Jalan Raya Bogor.

Angkot terus berjalan menuju kawasan Cikeas yang sepi. R sempat melakukan perlawanan , namun korban terkena sabetan senjata tajam di bahu. R kemudian dibekap dan ditidurkan oleh dua pelau yang berada di dalam mobil.

Lampu di dalam mobil langsung dipadamkan agar tidak diketahui orang dari luar. Saat itulah seorang pelaku memperkosa, sedangkan seorang lainnya memegangi tubuh korban. Sopir bahkan menyemangati pelaku melakukan perkosaan didalam Angkotnya.

Usai melakukan aksinya, pelaku menurunkan korban di kawasan Cikeas. Anting dan uang Rp 500.ribu milik korban dirampas pelaku.

Kasat Serse Polresta Depok, AKP Febriansyah menyatakan pihaknya sudah mengetahui identitas tiga orang pelaku perampokan disertai perkosaan tersebut.

” Kita masih memburu para pelakunya, ” kata Kasat Serse.

sumber : humaspoldametrojaya/ jakcity.com

***

Perkosaan Dalam Angkot

Keluarga Korban Perkosaan Sweeping Seluruh Angkot M-26

JAKARTA – Keluarga RS (40), korban pemerkosaan dan perampokan di angkutan kota (Angkot) M-26, geram atas kejadian tersebut dan berharap pelaku dapat segera diamankan.

Paman korban, Joi (40), saat ditemui wartawan di kediamannya, Jumat (16/12/2011), mengatakan bahkan pihaknya juga melakukan sweeping atas angkot tersebut.

“Pokoknya kalau sampai saya ketemu sama pelaku, habis sudah, mobilnya saya bakar,” katanya.

Sejak insiden tersebut, Joi mengaku selalu menyisir jalan Raden Saleh, mencari jika ada angkot M-26 jurusan Kampung Melayu-Bekasi yang melintas.

“Kalau ada yang lewat, sudah pasti itu,” tambahnya.

Saat ditanya apakah ia juga berencana melacak hingga ke daerah keluar Depok, Joi mengaku enggan melakukan hal tersebut, karena menurutnya itu berbahaya.

Ketika ditanya apakah keluarga juga memanfaatkan jasa paranormal, Joi mengaku tidak mempercayai hal-hal semacam itu. Ia percaya tuhan dan kerja keras Polisi.

“Saya punya tuhan, tidak perlu paranormal,” pungkasnya. Tribunnews.com – Jumat, 16 Desember 2011 16:02 WIB/ Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso PurnomoTRIBUNNEWS.COM,

***

Kasus Perkosaan Angkot, Pemkot Depok Disebut “Cuek”

Depok: Kasus pemerkosaan di angkot tidak hanya meninggalkan trauma bagi korban. Mereka pun mengharapkan perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, namun hingga kini Pemkot Depok terkesan cuek dengan derita keluarga mereka.

Selain penderitaan fisik dan psikis, korban juga harus menanggung biaya pengobatan selama di RS Polri, Kramatjati.

Demikian disampaikan Joy, paman korban. Menurutnya, pihaknya belum menerima bantuan ataupun perhatian dari pemerintah Kota Depok.

“Sama sekali belum ada dari Ppemkot depok yang menanyakan ke keluarga saya. Datang pun belum ada. Saya mengharapkan sekali bantuan dari Kota Depok. Saya anggap cuek lah,” ujar Joy, paman Ros, Senin (19/12).

Sementara, Nenih, ibunda Ros, tak kuasa menahan tangis mengingat musibah yang dialami putrinya. Kesulitan mereka bertambah lantaran dua anak korban terlantar. Anak terkecil korban yang masih menyusu hanya diberi air putih dan madu pengganti ASI.

“Biasanya dia kalau ibunya pulang dari pasar, minta nenen,” kata Nenih.

Keluarga korban meminta polisi segera menangkap pelaku dan menghukumnya dengan adil, apalagi angkot M-26 yang digunakan pelaku untuk memperkosa telah ditemukan.(MEL) 19/12/2011 12:25

Liputan6.com,

***

“Aksi Koboi” Polisi yang Telan Korban di 2011

Jakarta: Indonesian Police Watch (IPW) mencatat setidaknya ada lebih dari sepuluh ‘aksi koboi’ anggota polisi selama 2011. Hal itu diungkapkan Ketua IPW, Neta S Pane lewat pesan singkatnya kepada liputan6.com, Jakarta, Senin (19/12).

Menurutnya, dari aksi koboi polisi tersebut menyebabkan jatuhnya korban luka-luka hingga korban meninggal. Berikut data IPW soal aksi koboi polisi tersebut:

  1. Pada 12 Januari: Sofyan, dosen Universitas Al-Asyariah Mandar Polewali Mandar, Sulawesi Barat tewas ditembak polisi dalam eksekusi lahan yang berakhir bentrok di kampus tersebut. Sofyan tewas setelah lehernya tertembus peluru. Kontak senjata dan hujan batu antarpolisi dan mahasiswa terjadi tiga jam.
  2. Pada 22 Februari: Kamaruddin tewas akibat tembakan di dada dan kaki setelah sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Jantho, Aceh Besar. Selain itu Suheri (15) juga korban salah tembak saat penumpasan latihan militer di Gunung Jalin.
  3. Pada 24 April: Diduga cemburu, Aiptu Endang Budi tembak istrinya. Akibatnya, Aidah (32) terbaring lemas di ruang ICU RSUD Tasikmalaya. Suara letusan pistol terdengar setelah Aidah dan Endang terlibat adu mulut. Aidah sendiri kerap ditodong pistol jika ribut dengan suaminya.
  4. Pada 8 Mei: Kartini Indah Hajrah, istri anggota Polsek Passimarunnu, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, tewas tertembak di bagian kepala. Diduga korban dibunuh suaminya, Brigadir Dedy Arsandi. Sebelum Kartini tewas, suami-istri itu terlibat pertengkaran. Lalu terdengar tembakan.
  5. Pada 29 Mei: Seorang perempuan berusia 19 tahun ditembak polisi dalam aksi unjuk rasa menolak beroperasinya PT Sorik Mas Mining (SMM). Penembakan di Mandailing Natal itu bermula saat ratusan masyarakat mendemo rencana penambangan PT SMM di kawasan hutan Taman Nasional Batang Gadis, Sumut.
  6. Pada 2 Juni: Tiga orang ditembak polisi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Satu tewas dan dua luka. Ketiganya ditembak polisi saat sedang menghadiri resepsi pernikahan. Talla (45) tewas dgn luka di kepala. Baso luka tembak di tangan dan paha. Paco luka tembak di tangan. Akibatnya ribuan orang menyerbu dan merusak Polsek Uluere.
  7. Pada 3 Juni: Maksud hati membantu mengejar pencuri, Edi Suhaedi, pegawai Kecamatan Mekarbaru, Tangerang, tertembak anggota Polsek Kronjo. Dada kirinya pun luka tembak.
  8. Pada 31 Juni: Muhammad Dermawan tewas tertembak Briptu Vico Panjaitan, anggota Satuan Pengaman Objek Vital Polresta Medan, saat membersihkan sepeda motor di basemen Kanwil BRI Sumut. Saat itu pelaku bercanda dengan senjata laras panjangnya yang diarahkan ke korban, tiba-tiba senjata meletus. Peluru mengenai punggung hingga tembus ke dada korban.
  9. Pada 22 Agustus: polisi menembaki kapal yang ditumpangi demonstran yang menuntut PT Medco memenuhi hak-hak warga atas pengeboran minyak di Pulau Tiaka. Akibat penembakan ini, dua warga tewas, yakni Ateng dan Turifin. Satu luka tembak di dada kanan.
  10. Pada 6 Oktober: Takmir Masjid Agung Sumenep, RB Moh Ridwan (37) tewas akibat peluru nyasar polisi. Saat itu polisi hendak menangkap pencuri sepeda motor di alun-alun kota Sumenep. Korban yang juga Wakil Ketua Partai Golkar Sumenep ditembak di kepala bagian kanan.
  11. Pada 10 Oktober: Bentrokan antara karyawan PT Freeport dengan polisi menewaskan satu karyawan, Petrus Ayamseba. Bentrokan terjadi saat buruh demo dan mogok kerja. Enam lainnya luka terkena peluru.
  12. Pada 28 Oktober: Kartono (31), warga Kampung Awi Mekar Purwakarta, Jawa Barat, tewas akibat ditembak polisi. Saat itu, korban sedang berada di lokasi judi sabung ayam. Tapi, korban bukan pelaku perjudian, melainkan sekedar menonton sabung ayam.
  13. Pada 10 November: Enam orang luka tembak dan seorang tewas ditembak polisi dlm konflik tanah antara petani Desa Sritanjung, Mesuji Lampung dengan PT Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI).
  14. Pada 27 November: Dua warga sipil asal Nanga Boyan, Kapuas Hulu, yakni Rajemah dan Totong, yg sedang berada di dalam mobil ditembak anggota Reskrim Polsek Parindu, Kalimantan Barat.

Rajemah luka di telinga kiri dan Totong kena di telinga kanan.(MEL) ndrie Yudhistira 19/12/2011 11:14 Liputan6.com,

(nahimunkar.com)

(Dibaca 433 kali, 1 untuk hari ini)