rapat

QUSHAIR (gemaislam) – Serangan militer rezim Bashar Assad yang dibantu oleh milisi Hizbullah Libanon membuat porak-poranda kota Qushair di wilayah perbatasan. Hizbullah yang terang-terangan membantu rezim Nushairiyah Bashar Assad menyerang wilayah strategis di perbatasan dan mengakibatkan jatuhnya ratusan korban sipil.

Aksi Hizbullah ini dikecam oleh Dewan Kerjasama Negara-Negara Teluk atau Gulf Cooperation Council (GCC). Dalam pernyataannya, GCC menyebut bahwa aksi Hizbullah tersebut merupakan aksi ilegal yang sama sekali tak dapat dibenarkan.

“Keikutsertaan Hizbullah di luar perbatasan Libanon dalam menumpahkan darah warga Suriah menunjukkan sifat asli mereka dan tujuan-tujuan mereka sebenarnya”, ungkap pernyataan GCC, seperti dikutip alarabiya, Selasa (11/6).

Lebih lanjut, GCC meminta pemerintah Libanon untuk turut serta mengambil tanggung jawab atas aksi yang dilakukan Hizbullah. Pemerintah Libanon juga dituntut untuk segera menghentikan kegiatan militer kelompok pimpinan Hasan Nasrullah ini.

Sementara itu, Menteri Negara Urusan Luar Negeri Bahrain Ghanem Al-Bu’inain menyatakan bahwa negara-negara Teluk menganggap bahwa Hizbullah adalah organisasi teroris dan memutuskan untuk mempertimbangkan akan mengambil tindakan terhadap kepentingan di wilayahnya. (arc) Written by Admin Gema

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 320 kali, 1 untuk hari ini)