Netizen: Foto Ini Jawaban Telak Adanya Buzzer Sistematis


Keberadaan buzzer sangat meresahkan. Mereka menyerang pihak-pihak yang dianggap berseberangan dengan pemerintah. Tak tanggung-tanggung sekelas Kwik Kian Gie hingga Susi Pudjiastuti diserang para buzzer karena mengkritik pemerintah.

 

Namun, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menegaskan, pemerintah tak punya buzzer untuk membela kebijakan mereka. 

 

Ia menyebut, seluruh warga punya hak untuk menyampaikan pandangan, termasuk mengkritik pemegang kuasa. 

 

“Pemerintah tidak punya buzzer,” kata Fadjroel kepada kumparan, Jumat (12/2/2021).

 

Fadjroel mengatakan, Indonesia merupakan negara demokratis. Setiap masyarakat boleh menyampaikan pandangan, baik yang berupa dukungan maupun kritikan.

 

NAMUN.. bantahan Jubir Prresiden ini mendapat bantahan lagi dari netizen.

 

Salah seorang netizen mengunggah foto yang disebutnya sebagai bukti.

 

“REPUBLIK BUZZER.  sebuah foto faktual yang menunjukkan bahwa Buzzer adalah upaya sistematis yang memiliki komando vertikal langsung ke presiden RI melalui kakak pembina. Foto ini jawaban atas kemunafikan berbagai pihak yg mengatakan pemerintah tdk memelihara Buzzer,” cuit akun @Lelaki_5unyi di twitter, Sabtu (13/2/2021).

REPUBLIK BUZZER

sebuah foto faktual yang menunjukkan bahwa Buzzer adalah upaya sistematis yang memiliki komando vertikal langsung ke presiden RI melalui kakak pembina
Foto ini jawaban atas kemunafikan berbagai pihak yg mengatakan pemerintah tdk memelihara Buzzer pic.twitter.com/Tr6DVYjKhK

— Langit Awera (@Lelaki_5unyi) February 13, 2021

[PORTAL-ISLAM.ID] Sabtu, 13 Februari 2021 SOSIAL MEDIA

***

Ketua MUI: Buzzer Hukumnya Sama Seperti Memakan Bangkai Saudaranya

Posted on 12 Februari 2021

by Nahimunkar.org


Ketua MUI: Buzzer Hukumnya Sama Seperti Memakan Bangkai Saudaranya

  • Fatwa MUI Tentang Media Sosial, Apa Saja yang Haram?
    Screen video ytb/ twtr

Jakarta – Ketua Komisi Dakwah MUI KH Buzzer Hukumnya Sama Seperti Memakan Bangkai Saudaranyamemperingatkan para buzzer di media sosial yang menebar informasi menyesatkan atau hoaks, ghibah, fitnah, namimah atau adu domba, dan keburukan lainnya, itu diharamkan.

Buzzer yang selalu bikin resah semacam ini, termasuk keberadaan buzzer bayaran atau buzzerrp sama halnya seperti memakan bangkai bangkai saudaranya.

“Hukumnya sama dengan memakan daging saudaranya yang sudah mati,” kata Kiai Cholil di Twitternya, dikutip Jumat(12/2).

Keberadaan buzzer bayaran atau buzzerrp yang semakin marak di masa kepemimpinan Presiden Jokowi terbukti menimbulkan keresahan. Keberadaan buzzer tersebut juga memecah belah keutuhan bangsa dan melahirkan sikap radikalisme.

KH Cholil Nafis mengatakan, MUI sudah mengeluarkan Fatwa Nomor 24/2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial. Tetapi buzzer makin merajalela.

“Fatwa itu untuk menjawab keresahan masyarakat yang meminta kepastian, sekaligus ini bagian dari menjaga umat agar tetap lurus, tak tersesat, agar tidak seenaknya melakukan ghibah (menggunjing),” katanya.

https://www.nahimunkar.org/ketua-mui-buzzer-hukumnya-sama-seperti-memakan-bangkai-saudaranya/?

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 663 kali, 1 untuk hari ini)