Ledakan bom mobil di Ankara. (Foto: EPA)


ANKARA – Seorang warga Turki kecewa lantaran rangkaian tragedi ledakan bom di negaranya tidak menimbulkan empati dari dunia internasional. Padahal dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, sudah lebih dari 10 serangan bom terjadi di Ankara dan sekitarnya. Itu belum terhitung ancaman-ancaman bom di pesawat dan serangan balasan di kawasan pendudukan Kurdi.

Reaksi tersebut, menurutnya, sangat berbeda dengan yang ditunjukkan masyarakat internasional saat mendengar serangan teror Paris dan kantor berita Charlie Hebdo tahun lalu.

“Untuk kalian yang tidak tahu Turki atau menjauhkan diri dari serangan ini, mungkin pesan ini bisa membuka mata kalian,” kata James Taylor, warga ibu kota Turki, melalui akun Facebook-nya, seperti dikutip dari Independent, Senin (14/3/2016).

“Insiden ini setara dengan bom yang meledak di luar Debenhams, Drapery di Northampton, atau di Jalan Raya Birmingham, atau Piccadilly Circus di London,” tulisnya.

“Dapatkah Anda membayangkan berada di sana? Dapatkah Anda bayangkan tempat yang Anda lewati setiap hari dengan berjalan kaki atau naik bus, di halte-halte dan tempat menyeberang Anda diledakan begitu saja,” jelas dia.

Sepenggal pesan tersebut disampaikan netizen ini menyusul terjadinya ledakan bom mobil setelah menabrakkan diri ke sebuah bus di Guven Park. Sedikitnya 34 warga sipil meninggal dalam insiden ini dan lebih dari 125 orang terluka.

“Bertolak belakang dengan yang semua orang pikirkan, Turki bukan Timur Tengah. Ankara bukan medan perang. Ia adalah kota yang normal, seperti kota-kota metropolitan modern lainnya yang sibuk. Ankara sama seperti ibu kota-ibu kota lain di Eropa dan Kizilay adalah jantung kota kami,” unggah pria yang sudah menetap di Turki selama 18 bulan itu mencoba menarik empati netizen lain.

James Taylor

pada hari Minggu

Untuk orang-orang yang tidak tahu Turki, atau jarak yang dari serangan ini, mungkin ini akan membuka mata anda.
Pengeboman malam ini terjadi di salah satu yang paling ramai bagian dari pusat kota, di samping banyak halte bus dengan orang-orang yang menunggu untuk pulang, sampai keluar malam, dan duduk di taman bersantai dan minum teh.

Adalah adalah setara dengan bom pergi di luar di debenhams drapery di northampton, atau di jalan baru di Birmingham, atau piccadilly circus diLondon.

Dapatkah anda bayangkan berada di sana? Dapatkah anda bayangkan tempat anda berjalan melewati setiap hari, halte bus yang anda gunakan, jalan salib sedang kamu butakan.

Dapatkah anda bayangkan korban? The Teenagers menangkap bus untuk pulang, kakek-nenek berjalan ke kota, orang-orang yang menunggu taxi setelah panjang hari tertawa dan socialising di matahari.

Sekarang bayangkan mereka adalah bahasa inggris, dan serangan ini berada di inggris. Jika orang-orang ini adalah bukan orang yang anda lihat setiap hari di jalan untuk bekerja, orang-orang seperti anda dan saya, normal, orang-orang bahagia. Keluarga, polisi, mahasiswa, seniman, pasangan. Teman Anda mungkin. Orang-orang ini tidak lain. Mereka hanya terjadi untuk Turki.

Apa yang banyak orang berpikir, Turki bukan timur tengah. Ankara bukan zona perang, itu adalah normal lautan kota modern, seperti eropa lain modal, dan kizilay adalah hati absolut, pusat.

Hal ini sangat mudah untuk melihat di serangan teror yang terjadi di London, di New York, di paris dan merasa sakit dan kesedihan bagi korban, jadi mengapa tidak sama untuk ankara? Apakah itu karena anda hanya tidak menyadari bahwa ankara tidak berbeda dari negeri ini? Apakah anda berpikir bahwa Turki adalah dominan negara muslim, seperti Suriah, seperti Irak, seperti negara yang sedang dalam keadaan perang sipil, maka oleh karena itu harus sama dan karena anda tidak peduli tentang orang-orang, lalu kenapa harus Anda peduli tentang Turki? Jika anda tidak percaya bahwa serangan ini di ankara mempengaruhi anda, atau anda tidak dapat merasakan sakit yang sama anda merasa selama paris atau London menyerang, maka mungkin anda harus berhenti untuk berpikir mengapa, mengapa anda merasa seperti itu. Turki adalah negara yang luar biasa dengan orang yang benar-benar indah. Aku tidak pernah merasa lebih selamat datang, lebih bahagia, lebih aman daripada yang saya lakukan di sini.

Ankara adalah rumah saya, itu telah untuk 18 bulan terakhir, dan itu akan terus menjadi rumah saya.
Kau Charlie, kau paris. Kau Akan Ankara?

James bertanya-tanya, mengapa semua orang begitu mudah merasa sedih dan berempati kepada para korban teror di London, New York, dan Paris. Sementara ketika mendengar kabar serupa terjadi di Ankara, mereka biasa saja.

“Kalian adalah Charlie, kalian adalah Paris. Akankah kalian menjadi Ankara?” terangnya.

Pesan yang baru saja di-posting ke FB pada pukul 03.41 dini hari tadi itu segera mendapatkan perhatian lebih dari 40 ribu netizen. Selain membagikan pesan James ke pengguna lain, sedikitnya 37 ribu netizen membubuhi tanda jempol, dua ribu lainnya menyatakan turut berduka melalui emoticon, 837 memberi tanda hati, 54 orang ikut marah dan 10 orang terkejut, serta dikomentari oleh lebih dari 2586 orang.

Pemerintah Turki sendiri sudah menggempur basis-basis militer Kurdi sebagai aksi balasan terhadap bom yang meledak untuk ketiga kalinya di Ankara sejak Oktober 2015 itu. Padahal belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan baru itu.

(Sil)/news.okezone.com – Senin, 14 Maret 2016 – 18:53 wib, Silviana Dharma Jurnalis

***

DUKA DI TURKI.

Sebuah bom mobil bunuh diri berkekuatan besar meledak di sebuah lapangan yang ramai di pusat kota Ankara, Turki, Minggu (13/3/2016).

Aparat keamanan setempat mengatakan, ledakan bom itu menewaskan setidaknya 34 orang dan melukai 125 orang lainnya.

**

Berikut Penyataan Resmi DPP Militan Keadilan:

  1. Mengucapkan Belasungkawa Yang Sedalam-dalamnya Atas Tragedi Bom Turki.
  2. Mengutuk Keras Segala Bentuk Aksi Teror Dan Mengecam Pelakunya.
  3. Menyayangkan Sikap Pasif Dunia Internasional Atas Aksi Teror Di Turki.
  4. Mengajak Seluruh Ummat Muslim Untuk Mendo’akan Para Korban.
  5. Mendukung Sikap Tegas Pemerintahan Presiden Recep Tayyep Erdogan Untuk Menghukum Pelakunya Sesuai Hukum Yang Berlaku Di Turki.

Militan Keadilan

Kemarin pukul 6:58 ·

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.324 kali, 1 untuk hari ini)