Ali Mochtar Ngabalin di Gereja Mawar Saron, Kelapa Gading, Jakarta Utara (Dok. Kumparan)


Staf Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin telah melacurkan agama dan kekuasaan demi kepentingan pribadi.

Demikian dikatakan pengamat politik dan pergerakan Islam Muhammad Ibnu Masduki kepada suaranasional, Senin (17/9). “Berada di gereja saat kegiatan ritual keagamaan itu sama saja menggadaikan aqidah,” kata Ibnu Masduki.

Kata Ibnu Masduki, Ngabalin bisa berdalih tidak mengikuti ritual keagamaan saat berada di dalam gereja.

“Tetapi membiarkan nama Tuhan Yesus disebut dan ada kegiatan ritual sama saja ikut dalam ritual mereka. Pendeta Jacob Nahaway mengakui Ngabalin mau ibadah sebentar di gereja,” paparnya.

Menurut Ibnu Masduki, politikus Golkar sering menggunakan idiom-idiom agama untuk mendukung penguasa.

“Jokowi disebut wakil Tuhan, penunjukkan Erick Thohir atas petunjuk Ilahi. Ini sudah keterlaluan,” jelasnya.

Selain itu, ia mengatakan, sikap yang ditunjukkan Ngabalin tidak lebih dari seorang penjilat. “Umat sudah cerdas dalam menyikapi Ngabalin,” pungkas Ibnu Masduki.

Sumber : suaranasional.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.213 kali, 1 untuk hari ini)