Ngakunya Muslim, tapi Gejalanya Seakan Gerah dengan Islam?


Ilustrasi. Korban Gagasan Orang Dungu, Santri Berpeci NU dan Berjilbab Baca Puisi Paskah/ foto dok. Net/ https://www.nahimunkar.org/korban-gagasan-orang-dungu-santri-berpeci-nu-dan-berjilbab-baca-puisi-paskah/

 

  • Ngakunya Muslim tapi hari raya orang kafir dirayain (ikut ngrayain). Padahal masih hafal ayatnya: Lakum Diinukum waliyadin. Bagi kalian –orang2 kafir—agama kalian, bagiku –orang Muslim—agamaku (Islam). (QS Al-Kafirun: 6)
  • Ngakunya Muslim tapi ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi diplenteti (tidak diikuti sambil berkilah-kilah.) Waduh gawat.
  • Ngakunya Muslim Ahlussunnah wal Jamaah tapi ukhuwah Islamiyahnya mana?
  • Ngakunya Muslim bermadzhab Syafi’i tapi kitab2 Ulama Syafi’i diplenteti (tidak dikuti sambil berkilah-kilah). Contohnya, para Ulama 4 Madzhab melarang Muslim ucapkan selamat untuk hari raya kekafiran, eh malah sengaja-ngaja mengucapkan, bahkan ada yang divideokan segala. https://www.nahimunkar.org/ulama-madzhab-4-mayoritas-mengharamkan-ucapan-selamat-natal/. https://www.nahimunkar.org/pertanyaan-untuk-kh-maruf-amin-yang-ucapkan-selamat-natal-bolehkah-ucapkan-selamat-perayaan-opm-1-desember-yang-tidak-akui-nkri/

     

  • Ngakunya Muslim toleran, eh terhadap sesama Muslim malah plerokan (menyorotkan pandangan mata dengan tidak suka).
  • Ngakunya Muslim anti radikal, eh terhadap pandangan yang tak sejalan dengan golongannya malah mencak2 secara radikal.
  • Ngakunya Muslim mengamalkan Islam yang rahmatan lil ‘alamiin, eh ada pengajian malah dibubarkan, tapi acara2 kemusyrikan atau kekafiran malah dipermonggokan/ dipersilakan.
  • Ngakunya Muslim tapi lakonnya kok mengherankan
  • Ngakunya Muslim tapi putra putri disandangi Islami justru untuk baca puisi puja puji perayaan kekafiran
  • Ngakunya Muslim tapi istilah Islam disanggah ramai-ramai, hingga istilah kafir mereka cegah untuk digunakan dalam pergaulan.
  • Ngakunya Muslim tapi gejalanya tampak gerah dengan Islam.

     

     

    Na’udzubillaahi min dzalik! Kami berlindung kepada Allah dari hal yang demikian.

     

    (nahimunkar.org)


 

(Dibaca 508 kali, 1 untuk hari ini)