Penggusuran di Jakarta (IST)

Politikus Partai Demokrat Rachlan Nashidik menyindir Joko Widodo (Jokowi) saat menjabat Gubernur DKI Jakarta yang suka blusukan.

Melalui akun Twitter-nya @ranabaja mengatakan, blusukan yang dilakukan Jokowi bukan untuk mengentaskan kemiskinan. “Dia kira “blusukan” cara mengangkatnya dari kemiskinan. Rupanya cara untuk menandai lokasi penggusuran,” ungkapnya.

Rachlan menyindir Jokowi karena penggantinya,  Ahok tidak menempati janji untuk tidak melakukan penggusuran. “Dulu janjinya Jakarta begini. Kini bahkan penggantinya pun tak ambil pusing,” ungkapnya.

Dalam janji Jokowi yang ditandatangani 15 September 2012 oleh Jokowi disebutkan legalisasi kampung illegal: kampung yang sudah ditempati warga selama 20 tahun dan tanahnya tidak dalam sengketa maka akan diakui haknya dalam bentuk sertifikat.

Selain itu, Jokowi pun berjanji pemukiman kumuh tidak digusur tapi ditata.

Namun janji itu hanya omong kosong. Harusnya Jokowi sebagai Presiden bisa mengingatkan Ahok akan janjinya itu.

Sumber: suaranasional.com/12/04/2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.240 kali, 1 untuk hari ini)