Ilustrasi Vaksi Palsu


Kemunculan vaksin palsu bagian dari strategi asing dalam menjalankan assymetrical war atau perang asimetris di Indonesia.

Demikian dikatakan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dalam pesan singkat di group diskusi whatsapp.

Kata Siti Fadilah, sebentar lagi berduyun-duyun rumah sakit asing akan menyerbu Indonesia setelah beberapa rumah sakit di Indonedia terpuruk dituduh menyediakan vaksin palsu.

“Masyarakat dbuat  tidak percaya lagi.
Sebentar lagi akan ada jargon “makanya belilah vaksin impor”. Inilah kelengahan kita sebagai bangsa Kenapa mendiamkan kapitalisme global dengan mekanime pasar bebasnya dianut dalam politik ekinomi kita secara menyeluruh,” ungkap Siti Fadilah.

Siti Fadilah meminta berbagai lembaga kesehatan tidak boleh masuk ke mekanisme pasar bebas tuan-tuan karena nyawalah taruhannya.

“Menangislah berteriaklah tapi sudah tidak ada gunanya kecuali kita hadapi untuk anak cucu kita kembalilah kita kepada guidance kita pancasila dan “UUD 45 asli” untuk mengatur negara ini. Anda-Anda semua sedang berperang dengan assymetrical war menghancurkan NKRI,” ungkap Siti Fadilah.

Siti Fadilah mengatakan, menteri yang hanya menurut peraturan-peraturan  internasional tanpa melihat kebutuhan rakyatnya sesuai preambule UUD 45 Asli hanya akan memposisikan rakyatnya sebagai korban assymetrical war yang sekarang sudah mulai.

Sumber: suaranasional.com/17/07/2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 10.707 kali, 1 untuk hari ini)