ilustrasi

.

 JAKARTA (Voa Islam) —  Seorang oknum anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) juga turut diamankan anggota Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya saat penggrebekan oknum polisi pelaku perampokan emas, pada Rabu (23/4) malam di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Dari informasi yang diperoleh Aktual.co, oknum anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) itu bernama Brigadir Fauzi .

Menurut sumber di kepolisian menyebutkan kalau Brigadir Fauzi kedapatan sedang mengkonsumsi narkoba jenis sabu.

“Ya benar, anggota BNN ini sedang asyik nyabu di rumah pelaku. Namun dia belum ada bukti terlibat perampokan,” ungkap sumber ini, kepada Aktual.co, Jum’at (25/4).

Seperti diberitakan sebelumnya, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya  mengungkap pelaku perampokan emas seberat 360 Kg di Tol Jagorawi pada 18 April 2014 lalu.

Tragisnya, para pelaku ini merupakan oknum anggota polisi dan TNI aktif. Dari informasi yang dieroleh Aktual.co, pelaku yang berhasil ditangkap yakni Aipda Diro Sukoco, Brigadir Bambang Haryadi , Bripda Lukman (Intel Brimob), Brigadir Gusti  Antung (SDM PMJ), Agus Supriyo yang diketahui warga sipil dan Brigadir Jefri Maulana (Brimob Sat I Gegana) menjaga diluar rumah pelaku.

Sementara di Aceh juga terungkap oknum polisi yang melakukan tindak asusila terhadap anak kecil, lihat http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/04/24/30014/perempuan-aceh-demo-polresta/#sthash.6RYt3cYM.dpbs .(Aktual/Voa Islam) Sabtu, 26 Jumadil Akhir 1435 H / 26 April 2014 21:05 wib

***

Perempuan Aceh Demo Polresta

BANDA ACEH (Voa Islam) – Sejumlah perempuan yang tergabung dalam Jaring Pemantauan Aceh 231 berunjuk rasa di Markas Polresta Banda Aceh, menuntut kepolisian mengusut tuntas berbagai kasus kekerasan seksual terhadap anak.

Sebelum berunjuk dari Markas Polresta Banda Aceh, pada hari Kamis (24/04/2014) tadi siang, belasan perempuan itu berkumpul di depan Masjid Raya Baiturrahman. Mereka berjalan kaki ke Markas Polresta Banda Aceh yang jaraknya kurang dari satu kilometer.

Dalam aksi tersebut, massa perempuan Aceh mengusung poster bertuliskan “Stop Kekerasan terhadap anak”. Selain itu, pengunjuk rasa juga membawa balon dengan berbagai tulisan mengecam kekerasan seksual terhadap anak.

Destika Gilang Lestari, orator aksi, menyatakan banyak kasus kekerasan seksual terhadap anak di Aceh. Kasus terakhir pelecehan seksual anak yang diduga dilakukan seorang oknum polisi.

“Karena itu, kami kemari mendesak kepolisian menindak tegas para pelaku kekerasan seksual anak dan menghukum mereka dengan hukum seberat-beratnya,” ketus Destika Gilang Lestari.

“Mayoritas pelaku adalah orang dewasa. Ironinya, pelaku adalah orang terdekat dengan anak-anak, seperti ayah tiri, paman, guru, maupun tetangga yang seharusnya memberi perlindungan kepada anak,” kata Destika

Kapolresta Banda Aceh Kombes Moffan yang menemui para pengunjuk rasa menyatakan pihaknya tetap fokus menyelesaikan setiap kasus kekerasan seksual terhadap anak yang ditangani kepolisian.

“Dan kasus yang terjadi baru-baru ini melibatkan oknum polisi sebagai tersangka pelecehan seksual terhadap dua anak, tetap kami proses. Dalam waktu dekat ini kasusnya akan dilimpahkan ke kejaksaan,” kata dia.

Untuk mengantisipasi terjadinya kekerasan seksual terhadap anak, kata dia, kepolisian tidak bisa bekerja sendiri. Kepolisian membutuhkan dukungan dari semua pihak.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu, kami mengajak para orang tua, masyarakat, mengawasi keamanan anak-anak di lingkungan sekitar,” kata Kombes Moffan.

Usai mendengarkan penjelasan Kombes Moffan, massa perempuan tersebut membubarkan diri. Mereka kembali berjalan kaki ke depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. (Antara/voa Islam) Kamis, 26 Jumadil Akhir 1435 H / 24 April 2014 21:50 wib

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 811 kali, 1 untuk hari ini)