Nglungani


Ilustrasi Presiden Jokowi kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah. Terbang dari Pangkalan TNI AU Adisutjipto menuju Bandar Udara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya / Foto : Sekretariat Presiden

PKS Sindir Jokowi ke Peternakan Bebek: Jangan Lari saat Rakyat Minta Tolong/ suara.com
Jum’at, 09 Oktober 2020 | 13:52 WIB

 

Nglungani itu bahasa Jawa, artinya sengaja pergi menghindar (dari hal yang seharusnya dihadapi dengan penuh tanggung jawab).

Biasanya, kasus nglungani itu mengandung tindak negatif, bahkan sangat negatif atau paling kurang adalah sengaja menghindar.

Misal, seorang bapak yang sudah tahu kalau pagi2 anaknya sebelum berangkat sekolah (waktu keadaan biasa, tidak ada wabah corona dsb, jadi murid harus datang ke sekolah) akan minta duit bekal ke bapaknya, lalu bapaknya sengaja pergi menghindar bukan karena tidak punya duit, tapi karena owel (tidak mau keluar duit) untuk sang anak. Kenapa? Karena duitnya akan buat beli udud (rokok) oleh sang bapak itu sendiri, maka biar ibunya saja yang ngasih duit ke anaknya. Kelakuan seperti itu (sengaja pergi menghindar seperti itu) namanya nglungani.

Nah dalam kasus sang bapak ini, beli udud itu lebih penting dibanding ngragati (membiayai) anak. Perkara perginya ke mana itu urusan lain. Bahkan perginya ke masjid sekalipun, kalau itu nawaitunya nglungani ya tetap tercela. Apalagi malah perginya itu sengaja-ngaja mau lihat topeng monyet, misalnya, maka kadar nglungani-nya itu lebih buruk lagi. Sudah nawaitunya ga’ benar (yaitu daripada keluar duit untuk membiayai anak sekolah lebih baik untuk beli udud), masih pula nglungani-nya sengaja mau menonton topeng monyet. Hingga sang bapak itu lebih mementingkan lihat topeng monyet daripada memperhatikan keperluan anaknya.

Setelah jelas duduk soalnya lafal nglungani itu isi kandungan maknanya seperti itu, penulis ini mohon maaf. Jangan ditanya soal Pak Presiden Jokowi sudah tahu kalau akan disowani para pendemo ke istana soal mereka menolak UU Omnibus Lawa Cipta Kerja, Kamis 8 Oktober 2020. Tapi Pak Presiden Jokowi malah diberitakan pergi ke Kalimantan Tengah untuk melihat bebek2 yang dipiara di wilayah gambut. Penulis mohon maaf, jangan ditanya, apakah itu nglungani atau tidak.

Kenapa tidak mau ditanya soal itu?

Soalnya penulis tidak tahu.

Lha kenapa tidak tahu?

Karena itu bukan urusan saya…

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 581 kali, 1 untuk hari ini)