Perbedaan ulama Syiah di Nigeria dan di Indonesia


Jurnalmuslim.com – Baru-baru ini, konflik Sunni-Syiah di Nigeria sedang mencuat lantaran sikap tegas dari pemerintah setempat terhadap para pengikut dan ulama Syiah di Negeri tersebut. (Baca: Berbekal Senjata, Syiah Menyerang Pemerintah Nigeria Secara Brutal)

Sebab dari konflik tersebut bermula ketika syiah menutup jalan yang akan dilalui rombongan Presiden Nigeria menuju pertemuan tersebut. Jalan utama yang ditutup antara lain, dari Sabon Gari ke Samaru.

Pemerintah setempat pun langsung bertindak tegas dengan melakukan perlawanan dan membongkar rumah pemimpin pemberontakan tersebut, Ibrahim Al-Zakzaky.

Az-Zakzaky

Az-Zakzaky setelah di amankan oleh Militer Nigeria karena upaya pemberontakan

Dalam sebuah gambar yang dishare oleh beberapa media, tampak ulama Syiah, Al-Zakzaky ini menyerah sambil darah mulai mengalir dari tubuh dedengkot Agama sesat Syiah di Nigeria ini.

Demikianlah diantara sikap tegas pemerintah Nigeria terhadap penganut ajaran Syiah. Lain halnya di Indonesia. Indonesia sampai sekarang masih menjadi sarang madu bagi para penganut ajaran Syiah.

Syiah di tanah air tumbuh subur, berkembang biak dan semakin besar jumlahnya. Bahkan, diantara mereka ada yang sudah menempati kedudukan strategis di pemerintahan, Jalaludin Rahmat misalnya, anggota dari fraksi PDI Perjuangan.

Tampaknya sampai sekarang pemerintah Indonesia masih rabun jauh akan bahayanya Syiah di tanah air, dengan tidak mau melihat kondisi Negara tentangga yang porak poranda karena eksistensi Syiah. (nisyi/jurnalmuslim.com)

By: jurnalmuslim.com/17 Desember 2015

(nahimunkar.com)

(Dibaca 20.107 kali, 1 untuk hari ini)