Tweet

Percakapan


Permadi Arya

@permadiaktivis

 

nabi Isa itu manusia yg diagungkan Allah dalam Al-Quran. jika umat Kristiani memanggilnya Yesus, membuat simbol bentuk patung TIDAK merubah itu Nabi Isa sama yg diagungkan Allah dalam Al-Quran. Menghina Yesus berarti menghina Nabi Isa. Kok ada ya ustad goblok gini aja gak ngerti?

10.25 AM · 18 Agt 2019·Twitter for Android


859

Retweet


3,6 rb

Suka

https://twitter.com/permadiaktivis

NU dan Ansor dipertanyakan tanggung jawabnya, karena NU dan Ansor tampak memelihara Abu Janda.

Dalam akun twitternya, permadi arya (Abu Janda) menulis dengan mengoblok-goblokkan ustadz. Sedang dalam tulisan itu Abu Janda membenarkan patung Yesus dikaitkan dengan Al-Qur’an. Maka seorang penulis menanggapinya dengan menyatakan: SAYA BANGGA BUKAN (jadi orang) nu dan ansor

(Lihat: Dimana Tanggung Jawab NU dan Ansor?, Penulis: Setiawan Budi Posted on 23 Agustus 2019

by Nahimunkar.org
https://www.nahimunkar.org/dimana-tanggung-jawab-nu-dan-ansor/? )

 

Cuitan itu mengandung makna atas nama Al-Qur’an, atau berlandaskan Al-Qur’an, bahkan atas nama Allah. Karena cuitan permadi arya itu berbunyi: jika umat Kristiani memanggilnya Yesus, membuat simbol bentuk patung TIDAK merubah itu Nabi Isa sama yg diagungkan Allah dalam Al-Quran.

Orang semacam ini, tidak takutkah dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala?

{وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِآيَاتِهِ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ } [الأنعام: 21]

21. Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang membuat-buat suatu kedustaan terhadap Allah, atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang aniaya itu tidak mendapat keberuntungan. [Al An’am:21]

{فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا لِيُضِلَّ النَّاسَ بِغَيْرِ عِلْمٍ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ} [الأنعام: 144]

… Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan?” Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [Al An’am:144]

Berikut ini rincian persoalan haramnya patung … (Dikutip dari fatwa Ulama).


1. Persoalan membuat patung, tidak berhenti hanya sekedar sebagai persoalan fikih saja, tetapi berlanjut sampai pada persoalan aqidah. Karena Allah lah yang hanya memiliki kekhususan untuk menciptakan makhluk-Nya dengan bentuk yang terbaik. Melukis (atau mematung) berarti upaya meniru ciptaan Allah. Masalah ini juga berkaitan dengan akidah dari sisi bahwa terkadang patung-patung itu menjadi sesembahan selain Allah. Di antara buktinya adalah bahwa membentuk makhluk itu adalah perbuatan Allah Ta’ala adalah dalil-dalil berikut:
a. Firman Allah:

{ هُوَ الَّذِي يُصَوِّرُكُمْ فِي الْأَرْحَامِ كَيْفَ يَشَاءُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ } [آل عمران: 6]

“Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya..” (QS. Ali Imran : 6)

Demikian juga firman Allah:

{وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ } [الأعراف: 11]

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat:”Bersujudlah kamu kepada Adam”..” (QS. Al-A’raaf : 11)

Juga firman Allah:

{هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ} [الحشر: 24]

“Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik..” (QS. Al-Hasyr : 24)

Juga firman Allah:

{يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ (6) الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ (7) فِي أَيِّ صُورَةٍ مَا شَاءَ رَكَّبَكَ} [الانفطار: 6 – 8]

“Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Rabbmu Yang Maha Pemurah. Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu..” (QS. Al-Infithaar (6-8)

Seluruh ayat diatas menetapkan akidah yang tidak diragukan lagi bahwa membuat bentuk makhluk adalah merupakan hak Rabb sebagai Pencipta dan Pemberi bentuk.
Tidak ada hak bagi seseorang untuk bersikap lancang berusaha menandingi Allah dalam mencipta dan membentuk.

 

2. Syariat Islam telah memerintahkan berhala-berhala untuk dihancurkan dan dibumihanguskan, bukan dibuat dan dilestarikan. Dalil yang membuktikan hal itu adalah sebagai berikut:

a. Dari Abdullah bin Mas’ud diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah masuk kota Mekkah. Kala itu disekitar Ka’bah terdapat tiga ratus enam puluh patung. Beliau langsung menusuk patung-patung itu dengan kayu seraya bersabda: “Telah las a kebenaran, dan hancurlah kebatilan..” HR. Al-Bukhari (2346) dan Muslim (1781).

b. Dari Abul Hayyaz Al-Asadi diriwayatkan bahwa ia menceritakan: Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘anhu pernah berkata: Aku akan mengutusmu sebagaimana dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengutusku. Tugasmu adalah: setiap kali engkau mendapatkan patung, hendaknya engkau menghancurkannya. Dan setiap engkau mendapatkan kuburan yang ditinggikan, hendaknya engkau meratakannya dengan tanah.” Dalam riwayat lain: “Dan setiap engkau mendapatkan lukisan benda hidup, hendaknya engkaupun menghancurkannya.” (HR. Al-Muslim (969).
Ibnul Qayyim menandaskan: “Tamatsil dalam las a Arab adalah jamak dari kata timsal, yakni gambar tiga dimensi (patung dan sejenisnya).” Lihat Al-Fawa-id hal. 196.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyatakan: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan segala gambar tiga dimensi yakni patung dari orang mati, atau patungyang dibangun di atas kuburan agar dihancurkan, karena keduanya dapat menimbulkan kemusyrikan.” (Majmu’ Al-Fatawa 462 : 17)

3. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengancam orang yang memiliki lukisan benda hidup agar tidak memasukkannya ke dalam rumah. Beliau menyebutkan dosa-dosa akibat perbuatan tersebut, serta kebaikan yang hilang karena keberadaan lukisan tersebut. Di antara dalil-dalilnya:

a. Dari Abu Thalhah diriwayatkan bahwa ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya para malaikat itu tidak akan masuk rumah yang di dalamnya ada anjing atau lukisan benda hidup.” HR. Al-Bukhari (3053) dan Muslim (2106).

Demikian kutipan fatwa (diringkas) dari fatwa mengenai ‘Diharamkannya Melukis dan Membuat Patung Serta Pengaruhnya Dalam Aqidah’ Refrensi: Syeikh Muhammad Sholih Al-Munajid, https://islamqa.info/id

***

Bicara Atas Nama Allah, Atas Nama Al-Qur’an, tapi Tanpa Ilmu Bahkan Menjerumuskan

Itulah bukti bahwa Abu Janda atau Permadi Arya dalam twitternya telah menyebarkan tulisannya, bermakna bicara atas nama Allah, atas nama Al-Qur’an, tapi tanpa ilmu bahkan menjerumuskan. Masih pula untuk melecehkan ustadz, dengan tulisannya itu:

‘jika umat Kristiani memanggilnya Yesus, membuat simbol bentuk patung TIDAK merubah itu Nabi Isa sama yg diagungkan Allah dalam Al-Quran. Menghina Yesus berarti menghina Nabi Isa. Kok ada ya ustad goblok gini aja gak ngerti?’

Dikhawatirkan Terkena Hadits tentang Ruwaibidhoh

Dikhawatirkan, selain menjerumuskan, merusak aqidah Islam, dan melecehkan ustadz, justru yang lebih dari itu kalau sampai hal ini termasuk yang dalam hadits disebut ruwaibidhoh, orang dungu tapi bicara masalah urusan umum (kepentingan orang banyak).

Bila dirujukkan kepada Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maka gejala buruk ini dikhawatirkan termasuk dalam hadits tentang ruwaibidhah dan lebih celakanya lagi keadaan ini dikhawatirkan termasuk pertanda imarah sufaha’.

حَدِيث أَنَس ” أَنَّ أَمَام الدَّجَّال سُنُونَ خَدَّاعَات يُكَذَّب فِيهَا الصَّادِق وَيُصَدَّق فِيهَا الْكَاذِب وَيُخَوَّن فِيهَا الْأَمِين وَيُؤْتَمَن فِيهَا الْخَائِن وَيَتَكَلَّم فِيهَا الرُّوَيْبِضَة ” الْحَدِيث أَخْرَجَهُ أَحْمَد وَأَبُو يَعْلَى وَالْبَزَّار وَسَنَده جَيِّد , وَمِثْله لِابْنِ مَاجَهْ مِنْ حَدِيث أَبِي هُرَيْرَة وَفِيهِ ” قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَة ؟ قَالَ الرَّجُل التَّافِه يَتَكَلَّم فِي أَمْر الْعَامَّة “( فتح الباري).

Hadits Anas: Sesungguhnya di depan Dajjal ada tahun-tahun banyak tipuan –di mana saat itu– orang jujur didustakan, pembohong dibenarkan, orang yang amanah dianggap khianat, orang yang khianat dianggap amanah, dan di sana berbicaralah Ruwaibidhoh. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, apa itu Ruwaibidhoh? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Orang yang bodoh (tetapi) berbicara mengenai urusan orang banyak/ umum. (Hadits dikeluarkan oleh Imam Ahmad, Abu Ya’la, dan Al-Bazzar, sanadnya jayyid/ bagus. Dan juga riwayat Ibnu Majah dari Abu Hurairah. Lihat Kitab Fathul Bari, juz 13 halaman 84 ).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّهَا سَتَأْتِي عَلَى النَّاسِ سِنُونَ خَدَّاعَةٌ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

“Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya. Para pendusta dipercaya sedangkan orang jujur dianggap berdusta. Penghianat diberi amanah sedangkan orang yang amanat dituduh khianat. Dan pada saat itu, para Ruwaibidhah mulai angkat bicara. Ada yang bertanya, ‘Siapa itu Ruwaibidhah?’ Beliau menjawab, ‘Orang dungu yang berbicara tentang urusan orang banyak (umat).” (HR. Ahmad, Syaikh Ahmad Syakir dalam ta’liqnya terhadap Musnad Ahmad menyatakan isnadnya hasan dan matannya shahih. Syaikh Al-Albani juga menshahihkannya dalam al-Shahihah no. 1887)

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِكَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ أَعَاذَكَ اللَّهُ مِنْ إِمَارَةِ السُّفَهَاءِ قَالَ وَمَا إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ قَالَ أُمَرَاءُ يَكُونُونَ بَعْدِي لَا يَقْتَدُونَ بِهَدْيِي وَلَا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ لَيْسُوا مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُمْ وَلَا يَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُمْ وَسَيَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي

الراوي : جابر بن عبدالله المحدث : الألباني

المصدر : صحيح الترغيب الصفحة أو الرقم: 2242 خلاصة حكم المحدث : صحيح لغيره

/Dorar.net

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ka’b bin’ Ujroh, “Semoga Allah melindungimu dari pemerintahan orang-orang yang bodoh”, (Ka’b bin ‘Ujroh Radliyallahu’anhu) bertanya, apa itu kepemerintahan orang bodoh? (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda: “Yaitu para pemimpin negara sesudahku yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak pula berjalan dengan sunnahku, barangsiapa yang membenarkan mereka dengan kebohongan mereka serta menolong mereka atas kedholiman mereka maka dia bukanlah golonganku, dan aku juga bukan termasuk golongannya, mereka tidak akan datang kepadaku di atas telagaku, barang siapa yang tidak membenarkan mereka atas kebohongan mereka, serta tidak menolong mereka atas kedholiman mereka maka mereka adalah golonganku dan aku juga golongan mereka serta mereka akan mendatangiku di atas telagaku. (Musnad Ahmad No.13919, shahih lighairihi menurut Al-Albani dalam Shahih at-Targhib).

 

Bangga Bergabung Dukung Mendukung Dengan Kaum Kafirin

Disamping itu, banyaknya orang yang bangga bergabung dukung mendukung dengan kaum kafirin tanpa mempedulikan rusaknya aqidah, perlu disikapi dengan merujuk tuntunan ayat ini:

تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ !وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

“Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.” (al-Maidah: 80-81)

Ibn Taimiyah berkata tentang ayat ini: “penyebutan jumlah syarat mengandung konsekuensi bahwa apabila syarat itu ada, maka yang disyaratkan dengan  kata “seandainya” tadi pasti ada, Allah berfirman:

 وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ

“sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong”.

Ini menunjukkan bahwa iman tersebut menolak pengangkatan orang-orang kafir sebagai wali-wali (para kekasih dan penolong), tidak mungkin iman dan sikap menjadikan mereka sebagai wali-wali bertemu dan bersatu dalam hati. Ini menunjukkan bahwa siapa yang mengangkat mereka sebagai wali-wali, berarti belum melakukan iman yang wajib kepada Allah, nabi dan apa yang diturunkan kepadanya (al-Qur’an)” (Ibn Taimiyah, Kitab al-Iman, 14)

Berkomplotnya orang yang mengaku Muslim dengan orang musyrik, kafir, dan aliran-aliran sesat, di samping menunjukkan cacatnya iman seperti ditegaskan dalam QS Al-Maaidah ayat 81 itu masih pula menimbulkan sikap, perkataan, dan bahkan kebijakan bila mereka jadi pemimpin masyarakat yang menghalangi Islam, melawan Islam, dan merusak keimanan Umat Islam.

Di zaman yang perkomplotan antara orang yang mengaku Muslim tanpa risih dengan orang-orang musyrik, kafir, dan aneka aliran sesat menjadikan pihak-pihak kafirin, musyrikin, dan aliran-aliran sesat jadi nglunjak. Hingga ada tokoh kafir yang terang-terangan ingin menghidupkan kembali pelacuran yang telah susah payah berlama-lama diberantas oleh umat Islam dan penguasa sebelumnya. Ada yang mengaku Muslim namun memberi peluang dengan kebijakan (misalnya dengan menentang aturan yang melarang maksiat dan miras), maka dibukalah peluang yang jadi pintu maksiat dan beredarnya minuman keras yang di dalam Islam disebut khamr. Sedangkan khamr itu jelas haram, bahkan ummul khabaaits, induk kekejian. Karena dengan minum khamr/ miras, orang akan mabuk dan akan berbuat kejahatan apa saja.

Kenapa NU dipertanyakan Tanggung Jawabnya?

Karena kiprah Abu Janda / permadi arya selama ini dikenal adanya di kalangan NU dan Banser NU alias Ansor. Di antaranya simak berita ini.

Guru Banser, Abu Janda Sedang Sampaikan Materi


Posted on 25 Oktober 2018

by Nahimunkar.com


 

 

Yang kasi pelatihan model begini…
Patutlah Banser/Anshor tingkahnya sama seperti yang kasi ilmu…

Via FB Musthafa Kamal M Jamil

***

Terungkap! Cyber Army Atasnama “NU Cyber Banser” Yang Digagas Ustadz Gadungan Abu Janda Isinya Para Kafirin!


Posted on 8 Januari 2017 – by Nahimunkar.com


Dakwah Media – Tim Cyber Army yang digagas ustadz gadungan Abu Janda al-Boliwudi  yang mengatasnamakan “NU Cyber Banser” ternyata banyak diisi oleh para kafirin yang mengaku beragama Nasrani.

Baru-baru ini Ustadz gadungan Abu Janda melakukan perekrutan melalui lamannya di facebook. Tak disangka, yang tertarik menjadi anggota justru orang-orang kafir.

Beberapa nama yang berkomentar di llaman facebooknya terang-terangngan mereka mengaku non muslim.

 

Sebut saja, akun Daniel Karel mengatakan “Saya beragama kristen….saya mau bergabung dgn laskar cyber NU..lawan radikalisme!!!!”

Akun Yan Galung mengomentari “Saya nasrani ustad, apakah boleh bergabung? Kalau ia, terima kasih, kalaupun tidak,semoga visi dan misinya tetap bisa terjaga konsisten ya ustad, salam damai untuk NKRI.”

Sementara akun bernama Kaleb Christian menatakan “Ustad,saya bukan anggota NU Krn seorang Non-Muslim  ? tapi ini masalah kebangsaan. Makanya saya mau ikut bergabung”

Tak hanya itu, akun facebook bernama Albert Smith  juga berminat ikut bergabung dengan mengatakan “Tad, ana kristen. Demi NKRI ana siap gabung tad. Gabungnya gimana tad ?”

Bagaimana? apakah kalian masih percaya dengan ustadz Gadungan yang gemar menyerang umat Islam dan menjadi pembela setia Ahok ini?

Atau kamu tertarik untuk menjadi penyusup mereka?

[Penulis Bang Ud, apikepol.com]

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 4.475 kali, 1 untuk hari ini)