Ilustrasi Pendiri NU, anti Syiah. Peimimpin NU sekarang, lihat yang kanan/ panjimas


Tahun 1945 Ketika Tujuh kata dalam Piagam Jakarta dihapus NU tetap manut dan mencari carikan ayat agar penghapusan tujuh kata itu dipandang sah oleh Islam.

Tahun 1956 Ketika Soekarno menggulirkan ide Nasakom, NU juga mendukung, hingga PKI kemudian menjadi besar.

Tahun 1965 Komunis yang didukung oleh NU ternyata memangsa mereka.
Pembunuhan demi pembunuhan keatas Kyai berlangsung sampai puncaknya pembunuhan keatas 7 Jendral.
NU mulai beraksi setelah ada dukungan dari TNI AD dan balas membantai PKI.
NU ikut masuk dalam PPP dan tetap menjadi pendukung orde baru.

Tahun 1999 NU mendirikan partai, Gus Dur menjadi Presiden.
Tahun 2000 Gusdur menjadikan Imlek sebagai hari libur nasional.

Tahun 2012 Said Agil Siraj berkata” Syiah tidak sesat, hanya berbeda saja dengan kita” selanjutnya Siraj mengutip kata kata Gusdur ” NU itu Syiah minus Imamah, dan Syiah itu NU plus Imamah”

Tahun 2014 GP Anshor berkata ” Ayat konstitusi diatas ayat Al Qur’an”
Tahun 2014 NU mendukung Nawacita Jokowi.
Yang notabene adalah nama lain dari Nasakom.

Tahun 2016 GP Anshor bersikap plin plan kepada LGBT.

Semoga saja NU tidak mengulang sejarah ketika mereka mendukung Nasakom lalu PKI membantai mereka.
Semoga ketika mereka secara tersirat dekat pada Syiah, Syiah tidak membantai mereka.

Uncu Lobay Iv

17 Februari pukul 1:14 ·

***

Camkanlah petuah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut:

« لاَ يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ »

Tidak layak bagi seorang yang beriman untuk disengat hewan berbisa sebanyak dua kali dari satu lubang”. ( muttafaqun ‘Alaih)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.135 kali, 1 untuk hari ini)