Ketua Umum Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siradj, di kantor NU Jatim, Surabaya, pada Senin, 1 Agustus 2016. (VIVA.co.id/Nur Faishal)


Kerusuhan itu sebagai akibat akumulasi kekecewaan.

VIVA.co.id – Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU), KH Said Aqil Siradj, mengatakan bahwa kerusuhan bernuansa SARA di Tanjungbalai, Sumatera Utara, terjadi karena memuncaknya kekecewaan pihak yang bertikai. Pencegahan konflik secara dini semestinya dilakukan.

“(Kerusuhan Tanjungbalai) itu akumulasi kekecewaan. Seharusnya itu bisa dicegah sejak awal agar tidak terjadi,” kata Said Aqil seusai mengikuti acara Halalbihalal di kantor NU Jawa Timur di Surabaya pada Senin, 1 Agustus 2016.

Dia mengaku sudah mengetahui potensi konflik di Tanjungbalai itu sejak lama dan sebelum kerusuhan terjadi serta ramai diberitakan. Sayangnya, pemerintah dan aparat setempat lamban menyikapi itu sehingga telat mencegahnya. “Yang terjadi baru ditangani setelah kerusuhan pecah,” ujar Said Aqil.

Dia berharap, di masa mendatang pemerintah melakukan langkah tepat serta mengomunikasikan setiap perbedaan yang muncul di tengah masyarakat, sebelum konflik terjadi. “Jangan setelah rusuh baru turun tangan,” lanjut Said Aqil.

Oleh : Mohammad Arief HidayatNur Faishal (Surabaya)/

Sumber: nasional.news.viva.co.id/Senin, 1 Agustus 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.086 kali, 1 untuk hari ini)