Nusron Wahid/ foto detikcom


Ketika ada judul tulisan —Nusron Wahid “Kumat” Lagi–, langsung ada yang nyeletuk: Memangnya dia pernah sembuh (dari nyelenehnya)?

Sembuh atau tidak, itu urusan dia. Namun ternyata ada yang dia ulang lagi kenyelenehannya, seperti yang dipaparkan laman nugarislurus Rabu (9/3/2016), Nusron Wahid yang bekas ketua PP GP Ansor ini masih belum berubah pikiran yang menganggap ‘ayat konstitusi lebih tinggi dari ayat suci’. Dan hal itu dapat dibaca di sini https://www.nahimunkar.org/nusron-wahid-kumat/

***

Kalau Nusron Wahid masih mengaku sebagai orang Islam, mestinya rujukannya bukan hawa nafsunya tetapi adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Menurut Al-Qur’an kedudukan orang Islam itu sendiri adalah tinggi (karena beragama Islam, tidak mengkafirinya).

{وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ } [آل عمران: 139]

  1. Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman [Al ‘Imran:139] .

Menurut Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Islam itu tinggi dan tidak diungguli.

Uraian singkat berikut ini cukup memadai.

 {بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ}

 KITAB AQIDAH PERTAMA

Bab Ketinggian Islam

 كِتَابُ الْعَقِيدَة الأول

(1) الْإسْلَام

عُلُوُّ الْإسْلَام

(هق) , عَنْ عَائِذِ بْنِ عَمْرٍو الْمُزَنِيِّ – رضي الله عنه – أَنَّهُ جَاءَ يَوْمَ الْفَتْحِ مَعَ أَبِي سُفْيَانَ بْنِ حَرْبٍ، وَرَسُولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – حَوْلَهُ أَصْحَابُهُ، فَقَالُوا: هَذَا أَبُو سُفْيَانَ، وَعَائِذُ بْنُ عَمْرٍو، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم -: ” هَذَا عَائِذُ بْنُ عَمْرٍو وَأَبُو سُفْيَانَ، الْإِسْلَامُ أَعَزُّ مِنْ ذَلِكَ، الْإِسْلَامُ يَعْلُو وَلَا يُعْلَى

(Sunan Baihaqi Kubro) dari ‘Aidz bin ‘Amr al-Muzaniy rodhiyallahu anhu bahwasanya ia datang pada waktu penaklukkan Mekkah bersama dengan Abu Sufyan rodhiyallahu anhu menemui Rasulullah sholallahu alaihi wa salam yang sedang dikelilingi oleh para sahabatnya, mereka berkata : “ini Abu Sufyan dan ‘Aidz bin ‘Amr rodhiyallahu anhumaa, maka Rasulullah sholallahu alaihi wa salam bersabda : “ini ‘Aidz bin ‘Amr dan Abu Sufyan, sedangkan Islam lebih mulia dari hal tersebut, Islam itu tinggi dan tidak ada yang mampu menandinginya”.

Takhrij Hadits

Hadits diatas diriwayatkan juga oleh Imam Bukhori dalam Shahihnya (2/93) dari Abdullah bin Abbas rodhiyallahu anhu secara mu’alaq. Dihasankan oleh Imam Al Albani dalam Irwaul Gholil (no. 1268) dan Shahih al-Jaami’ (no. 2778).

 Fiqih Hadis

Hadits diatas menunjukkan ketinggian Islam atas agama lain, bagaimana tidak ini adalah agama yang resmi diakui oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sedangkan agama-agama lain, Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak mau menerimanya :

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu (QS. Al Maidah : 3).

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi (QS. Ali Imron : 85).

ikhwahmedia.wordpress.com/2016/02/25/bab-ketinggian-islam-hadis-aidz-bin-amr/

Agama Islam di samping kedudukannya tinggi, masih pula sangat penting, sampai manusia sudah meninggal pun ditanya tentang agamanya.

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ ح و حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ وَهَذَا لَفْظُ هَنَّادٍ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ الْمِنْهَالِ عَنْ زَاذَانَ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي جَنَازَةِ رَجُلٍ مِنْ الْأَنْصَارِ فَانْتَهَيْنَا إِلَى الْقَبْرِ وَلَمَّا يُلْحَدْ فَجَلَسَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَلَسْنَا حَوْلَهُ كَأَنَّمَا عَلَى رُءُوسِنَا الطَّيْرُ وَفِي يَدِهِ عُودٌ يَنْكُتُ بِهِ فِي الْأَرْضِ فَرَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ اسْتَعِيذُوا بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا زَادَ فِي حَدِيثِ جَرِيرٍ هَاهُنَا وَقَالَ وَإِنَّهُ لَيَسْمَعُ خَفْقَ نِعَالِهِمْ إِذَا وَلَّوْا مُدْبِرِينَ حِينَ يُقَالُ لَهُ يَا هَذَا مَنْ رَبُّكَ وَمَا دِينُكَ وَمَنْ نَبِيُّكَ قَالَ هَنَّادٌ قَالَ وَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ فَيَقُولَانِ لَهُ مَنْ رَبُّكَ فَيَقُولُ رَبِّيَ اللَّهُ فَيَقُولَانِ لَهُ مَا دِينُكَ فَيَقُولُ دِينِيَ الْإِسْلَامُ فَيَقُولَانِ لَهُ مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ قَالَ فَيَقُولُ هُوَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَقُولَانِ وَمَا يُدْرِيكَ فَيَقُولُ قَرَأْتُ كِتَابَ اللَّهِ فَآمَنْتُ بِهِ وَصَدَّقْتُ زَادَ فِي حَدِيثِ جَرِيرٍ فَذَلِكَ قَوْلُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ { يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا } الْآيَةُ ثُمَّ اتَّفَقَا قَالَ فَيُنَادِي مُنَادٍ مِنْ السَّمَاءِ أَنْ قَدْ صَدَقَ عَبْدِي فَأَفْرِشُوهُ مِنْ الْجَنَّةِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى الْجَنَّةِ وَأَلْبِسُوهُ مِنْ الْجَنَّةِ قَالَ فَيَأْتِيهِ مِنْ رَوْحِهَا وَطِيبِهَا قَالَ وَيُفْتَحُ لَهُ فِيهَا مَدَّ بَصَرِهِ قَالَ وَإِنَّ الْكَافِرَ فَذَكَرَ مَوْتَهُ قَالَ وَتُعَادُ رُوحُهُ فِي جَسَدِهِ وَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ فَيَقُولَانِ لَهُ مَنْ رَبُّكَ فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيَقُولَانِ لَهُ مَا دِينُكَ فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيَقُولَانِ مَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِي بُعِثَ فِيكُمْ فَيَقُولُ هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي فَيُنَادِي مُنَادٍ مِنْ السَّمَاءِ أَنْ كَذَبَ فَأَفْرِشُوهُ مِنْ النَّارِ وَأَلْبِسُوهُ مِنْ النَّارِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا إِلَى النَّارِ قَالَ فَيَأْتِيهِ مِنْ حَرِّهَا وَسَمُومِهَا قَالَ وَيُضَيَّقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلَاعُهُ زَادَ فِي حَدِيثِ جَرِيرٍ قَالَ ثُمَّ يُقَيَّضُ لَهُ أَعْمَى أَبْكَمُ مَعَهُ مِرْزَبَّةٌ مِنْ حَدِيدٍ لَوْ ضُرِبَ بِهَا جَبَلٌ لَصَارَ تُرَابًا قَالَ فَيَضْرِبُهُ بِهَا ضَرْبَةً يَسْمَعُهَا مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ إِلَّا الثَّقَلَيْنِ فَيَصِيرُ تُرَابًا قَالَ ثُمَّ تُعَادُ فِيهِ الرُّوحُ حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ حَدَّثَنَا الْمِنْهَالُ عَنْ أَبِي عُمَرَ زَاذَانَ قَالَ سَمِعْتُ الْبَرَاءَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَذَكَرَ نَحْوَهُ

Mintalah perlindungan kepada Allah dari siksa kubur. Beliau ucapkan kalimat itu hingga dua atau tiga kali. Demikanlah tambahan dalam hadits Jarir. Beliau melanjutkan: Sungguh, mayat itu akan dapat mendengar derap sandal mereka saat berlalau pulang; yakni ketika ditanyakan kepadanya, ‘Wahai kamu, siapa Rabbmu?
Apa agamamu?
Dan siapa Nabimu?
‘ -Hannad menyebutkan; Beliau bersabda:
– lalu ada dua malaikat mendatanginya seranya mendudukkannya. Malaikat itu bertanya, Siapa Rabbmu?
ia menjawab, Rabbku adl Allah. Malaikat itu bertanya lagi, Apa agamamu?
ia menjawab, Agamaku adl Islam. Malaikat itu bertanya lagi, Siapa laki-laki yg diutus kepada kalian ini?
‘ ia menjawab, Dia adl Rasulullah . malaikat itu bertanya lagi, Apa yg kamu ketahui?
ia menjawab, Aku membaca Kitabullah, aku mengimaninya & membenarkannya. Dalam hadits Jarir ditambahkan, Maka inilah makna firman Allah: ‘(Allah meneguhkan (iman) orang-orang yg beriman…) ‘ hingga akhir ayat. -Qs. Ibrahim: 27- kemudian kedua perawi sepakat pada lafadz, Beliau bersabda:
Kemudian ada suara dari langit yg menyeru, Benarlah apa yg dikatakan oleh hamba-Ku, hamparkanlah permadani untuknya di surga, bukakan baginya pintu-pintu surga & berikan kepadanya pakaian surga. beliau melanjutkan: Kemudian didatangkan kepadanya wewangian surga, lalu kuburnya diluaskan sejauh mata memandang. Beliau melanjutkan: Jika yg meninggal adl orang kafir, maka ruhnya akan dikembalikan kepada jasadnya. Saat itu datanglah dua malaikat serya mendudukkannya. Kedua malaikat itu bertanya, Siapa Rabbmu?
ia menjawab, Hah, hah, hah. Aku tak tahu. Malaikat itu bertanya, Apa agamamu?
ia menjawab, Hah, hah. Aku tak tahu. Malaikat itu bertanya lagi, Siapa laki-laki yg diutus kepada kalian ini?
‘ ia menjawab, Hah, hah. Aku tak tahu. Setelah itu terdengar suara dari langit: Ia telah berdusta. Berilah ia hamparan permadani dari neraka, berikan pakaian dari neraka, & bukakanlah pintu-pintu neraka untuknya. Beliau melanjutkan: Kemudian didatangkan kepadanya panas & baunya neraka. Lalu kuburnya disempitkan hingga tulangnya saling berhimpitan. Dalam hadits Jarir ditambahkan, Beliau bersabda:
Lalu ia dibelenggu dalam keadaan buta & bisu. Dan baginya disediakan sebuah pemukul dari besi, sekiranya pemukul itu dipukulkan pada sebuah gunung niscaya akan menjadi debu. Beliau melanjutkan: Laki-laki kafir itu kemudian dipukul dgn pemukul tersebut hingga suaranya dapat didengar oleh semua makhluk; dari ujung timur hingga ujung barat -kecuali jin & manusia- hingga menjadi debu. Beliau meneruskan ceritanya: Setelah itu, ruhnya dikembalikan lagi. Telah menceritakan kepada kami Hannad bin As Sari berkata, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Numair berkata, telah menceritakan kepada kami Al A’masy berkata, telah menceritakan kepada kami Al Minhal dari Abu Umar Zadzan ia berkata; Aku mendengar Al Bara dari Nabi , beliau bersabda…. lalu ia menyebutkan seperti hadits tersebut. [HR. Abudaud No.4127]. mutiarahadits.com/91/68/75/pertanyaan-dan-siksa-dalam-kubur.htm

Lantaran tingginya dan pentingnya agama Islam, sampai-sampai ketika orang mengolok-olok ayat-ayat Allah (agama Islam) maka ancaman siksanya di akherat sangat dahsyat.

{وَبَدَا لَهُمْ سَيِّئَاتُ مَا عَمِلُوا وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ (33) وَقِيلَ الْيَوْمَ نَنْسَاكُمْ كَمَا نَسِيتُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَذَا وَمَأْوَاكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ نَاصِرِينَ (34) ذَلِكُمْ بِأَنَّكُمُ اتَّخَذْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ هُزُوًا وَغَرَّتْكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فَالْيَوْمَ لَا يُخْرَجُونَ مِنْهَا وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ } [الجاثية: 33 – 35]

  1. Dan nyatalah bagi mereka keburukan-keburukan dari apa yang mereka kerjakan dan mereka diliputi oleh (azab) yang mereka selalu memperolok-olokkannya
  2. Dan dikatakan (kepada mereka): “Pada hari ini Kami melupakan kamu sebagaimana kamu telah melupakan pertemuan (dengan) harimu ini dan tempat kembalimu ialah neraka dan kamu sekali-kali tidak memperoleh penolong”
  3. Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia, maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertaubat

[Al Jatsiyah,33-35]

***

Kembali kepada kasus Nusron Wahid, sebelumnya sudah sering ramai beredar kenyelenehan orang NU itu. Hingga ada yang mengumpulknannya secara ringkas.

Berikut ini kumpulan singkat kenyelenehan Nusron Wahid sampai tahun 2014.

***

Inilah 8 Kontroversi Ketua GP Ansor Nusron Wahid

 Rudi Hendrik, 14 Okt 2014

(MediaIslamia.com) — Nusron Wahid memang ketua Gerakan Pemuda Ansor yang berada di bawah organisasi Nahdhatul Ulama. Ia juga merupakan salah seorang kader Partai Golkar. Namun, sikap dan tindakannya seringkali jauh dari ciri ulama seperti KH Hasyim Asy’ari, sang pendiri NU.

Berikut kami ringkaskan beberapa kontroversi dari anggota DPR RI 2014 yang merupakan lulusan Sarjana Sastra Universitas Indonesia ini:

Pertama, mengundang paduan suara gereja dalam Harlah GP Ansor

Nusron Wahid menyatakan sebagai bentuk persatuan Ansor sengaja melibatkan paduan suara Universitas Kristen Satya Wacana untuk mengisi acara Harlah GP Ansor pada 16 Juli 2012.

“Barang siapa yang mau bersilaturrahmi dengan Ansor maka akan mendapatkan ridha dari Allah. Dan barang siapa yang menolak bersilaturrahmi dengan Ansor maka akan mendapatkan murka dari Allah,” ungkapnya.

Kedua, membentuk Detasemen Khusus dengan ilmu kebal yang syirik

Pada peringatan Harlah NU ke-85 diproklamirkan Densus 99 Banser NU untuk menangkal teror bom. Para personilnya diwajibkan puasa 30-40 hari untuk mendapatkan kesaktian ilmu kebal petasan.

Ketua Umum GP Ansor, Nusron Wahid menyatakan Densus 99 terdiri dari 204 personil yang memiliki kemampuan ilmu kebal dan seni bela diri mumpuni. Selain ilmu kebal, detasemen yang dikomandani Gus Nuruzzaman ini juga dibekali keahlian menjinakkan bom.

Ketiga, menjaga tokoh lesbi peleceh Islam

Kehadiran Irshad Manji, tokoh lesbian dan liberal, ke Indonesia, kata Kiai Hasyim Muzadi, adalah upaya untuk melegalisasi perkawinan sejenis. Irshad Manji adalah seorang feminis Kanada yang juga dikenal pegiat lesbian. Dalam bukunya edisi Indonesia berjudul “Beriman Tanpa Rasa Takut: Tantangan Umat Islam Saat Ini”, menggugat sejumlah ajaran pokok dalam Islam, termasuk keimanan kepada keotentikan Al-Quran serta kema’shuman Nabi Muhammad.

Namun, oleh Nusron Wahid, Banser dikerahkan untuk menjaganya dalam salah satu diskusi yang digelar di Indonesia.

Keempat, menggerakkan BANSER untuk menjaga gereja

Satuan Tugas Gerakan Pemuda Ansor, Banser, melibatkan sekitar 25 ribu personil untuk mengamankan gereja dan mengantisipasi keamanan dalam rangka perayaan Hari Natal 2013 di Jawa Timur.

Pihak Banser mengaku kegiatan seperti ini sudah setiap tahun dilakukannya. Khusus tahun ini, para Banser mulai melakukan pengamanan dan membantu aparat kepolisian sejak 23 Desember hingga 27 Desember 2013.

Sementara Banser sendiri jarang menjaga perayaan ibadah umat Islam seperti Hari Raya Idul Fithri dan lainnya.

Kelima, menuduh sesepuh Nahdhiyin tidak paham sejarah


Demi mendukung pasangan calon presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla, Nusron menyebut para kyai sepuh NU pelupa sejarah masa lalu karena mereka mendukung pasangan Prabowo Hatta.

Asosiasi Pesantren NU Indonesia di bawah naungan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU), KH Fathurrozi (Gus Fahrur) menuntut Ketua Umum PP GP Ansor Nusron Wahid meminta maaf.

Selain itu, Rois Syuriah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Miftachul Akhyar pernah menegurnya langsung melalui media massa karena pernyataan Nusron provokatif dan bisa memecah belah kalangan Nahdliyin.

Enam, mengusulkan kontes Miss World diadakan di pesantren


Di Kantor GP Ansor, Jakarta, Rabu malam, 4 September 2013, Nusron mengusulkan agar para kontestan Miss World diajak berkunjung ke Pondok Pesantren.

”Mereka bisa dibawa untuk berkunjung ke pondok pesantren, misalnya, agar mengenal Islam Indonesia yang ramah dan toleran,” tuturnya.

Tujuh, mendesak SBY menerbitkan Perpres Perlindungan Ahmadiyah


Nusron Wahid mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera menuntaskan konflik atas nama agama yang menimpa pemeluk Ahmadiyah.

Menurutnya, konflik tersebut tidak akan selesai, jika SBY tidak tegas terhadap masalah ini. Apalagi sudah terlalu banyak kasus kekerasan terhadap warga pemeluk agama baik Ahmadiyah, GKI Yasmin, dan lain sebagainya.

Delapan, menyebut Hukum Konstitusi lebih tinggi dari Hukum Agama

“Diatas hukum agama dan adat ada konstitusi negara, ” demikian perkataan Nusron Wahid dalam acara Indonesia Lawyer Club )ICL) di TV One, Senin 14 Oktober 2014, dalam rangka membela kepemimpinan Ahok yang beragama Katolik di Jakarta.

Secara spontan Ketua Majelis Syura DPP FPI KH Syeikh Misbahul Anam yang juga hadir dalam acara tersebut menyatakan, “Kepada semua anggota GP Anshor di seluruh Indonesia sesuai “Fatwa” ketumnya, maka mulai besok jangan baca ayat Al-Qur’an tapi baca saja ayat Konstitusi, dan kalau sekarat atau mati maka jangan dibacakan Yasin, tapi bacakan saja ayat Konstitusi.”

(HP/MediaIslamia.com dari Muslimina)

By: mediaislamia.com › Opini  (MediaIslamia.com)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.572 kali, 1 untuk hari ini)