Para pendukung kemaksiatan nyinyir sok membela nasib karyawan bekas Hetol Alexis yang di tutup oleh gubrnur DKI Anies Baswedan. Ya lagu lama jika sudah menutup bisnis prostitusi kembali terdengar.

“Anies menyengsarakan ribuan orang scr tdk langsung krn di phk massal” — kata mereka dan gerombolannya sok belain nasib orang.

Tapi mereka bungkan dan malah mencaci dengan nasib ratusan ribu korban penggusuran paksa dan nelayan yang diusir akibat proyek reklamasi yang dipaksakan oleh gubernur DKI sebelum Anies dan dibackup oleh pemerintah pusat.

Dikutip dari kompas
Reklamasi memiliki dampak signifikan terhadap kehidupan nelayan, dan warga di daerah pesisir.

Tidak hanya mata pencarian, tempat tinggal para nelayan ini juga terancam akan hilang akibat proyek reklamasi.

Berdasarkan Catatan Akhir Tahun 2016 Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), sebanyak lebih dari 107.361 kepala keluarga (KK) nelayan terusir dari belasan lokasi pulau
buatan.

Link: http://properti.kompas.com/read/2017/01/16/214941121/data.kiara.107.361.kk.nelayan.terusir.akibat.reklamasi

Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta) M Rico Sinaga mengecam rencana pengusiran terhadap 6.514 warga terdampak penggusuran yang

menunggak sewa rusunawa.

“Dulu mereka menjadi korban penggusuran, sekarang mereka sedang bersiap-siap menjadi korban pengusiran karena menunggak sewa rusun. Kasihan mereka yang sudah miskin makin miskin,” kata Rico di bilangan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (21/8).

Menurut Rico, kala itu Foke menyebutkan, eks korban penggusuran yang tinggal di rusun bakal menemui sederet persoalan baru. Mulai dari pola hidup, mata pencaharian dan lainnya.

Misalnya, seorang warga yang selama bertahun-tahun menjadi pemulung tentu tidak mudah mencari pekerjaan baru ketika menempati rusun. Belum lagi lokasinya yang jauh dari tempat awal dia tinggal.

“Mencari pekerjaan baru tidak gampang, apalagi peluang kerja sempit. Sementara pas tinggal di rusun mereka juga harus memikirkan bayar sewa. Padahal buat makan saja repot,” pungkas Rico.

*APAKAH MEREKA PERNAH MEMIKIRKAN NASIB KORBAN PENGGUSURAN PAKSA OLEH AHOK dan NASIB NELAYAN AKIBAT PROYEK DZOLIM REKLAMASI?

TIDAK MEREKA DIAM SERIBU BUNGKAM

*APAKAH MEREKA PERNAH BERTERIAK MENGKRITIK REZIM AHOK DAN YANG NGOTOT DENGAN PROYEK REKLAMASI?

TIDAK MEREKA MALAH MEMBELANYA.

TIDAK. TIDAK. DAN TIDAK. itulah mereka.

Tapi begitu bisnis lendir prostitusi ditutup, mereka nyinyir. Ada apa ?

Intinya mereka nyinyir bukan karena mereka membela nasib orang lain atau rakyat miskin, yang jumlah yang jauh lebih banyak dari karyawan Aleixis.

Jadi intinya mereka resah gelisah ketika maksyiat disikat.

Benar seperti yang dikatakan oleh Ustad Felix Siauw

“kalau mau tau munafikin, yang merusak mental dan akhlak negeri, lihat saja yang mulai panas dan berkoar, saat tempat maksiat ditutup ” tegas Ustad Felix Siauw

(anya/*)

Sumber: kabarsatu.news

(nahimunkar.org)

(Dibaca 140 kali, 1 untuk hari ini)