OHH TERNYATA… Pemerintah China Komunis Larang Jenggot dan Cadar



OHH TERNYATA… SEBELUM HEBOH DISINI… DI CHINA SUDAH TERLEBIH DAHULU…

Pemerintah China Larang Jenggot dan Cadar


Pemerintah China mengumumkan pelarangan jenggot dan burka atau cadar di wilayah terpencil di Xinjiang. Wilayah ini, menurut pemerintah China, adalah wilayah tempat penyebaran paham ekstremis, dan menolak menonton propaganda pemerintah.

Xinjiang adalah wilayah di mana suku Uighur, yang didominasi oleh kelompok Muslim tradisional, bertempat tinggal. Sebagian besar dari mereka sudah berulangkali mengeluhkan sikap pemerintah China yang represif dan melakukan diskriminasi pada mereka.

Area ini berulang kali didera gelombang kerusuhan yang mematikan. Sementara pemerintah China terus mengetatkan pengawasan pada aktivitas keagamaan warganya.

Di wilayah ini, pemerintah China juga menggerakkan ribuan polisi militer, yang mengindikasikan China menganggap wilayah tersebut adalah wilayah yang kondisi keamanannya terancam.

Diberitakan oleh Arab News, aturan baru tersebut telah diberlakukan sejak Sabtu, 1 April 2017. Larangan itu menyebutkan, pemerintah China melarang adanya rambut yang tumbuh ‘abnormal’ di wajah, juga melarang menggunakan cadar atau memakai jubah yang menutupi seluruh tubuh dan wajah.

Menurut aturan yang disampaikan melalui laman resmi pemerintah China, pemerintah juga melarang penyebaran ide-ide ekstremis, seperti menolak menonton propaganda pemerintah di radio atau televisi, mencegah anak-anak menerima pendidikan nasional.

Sudah sejak lama China selalu menyalahkan Muslim Uighur, yang mereka anggap sebagai kelompok separatis atas serangan kekerasan yang kerap terjadi di Xinjiang.

Link: https://www.viva.co.id

[portal-islam.id] 05 November 2019

 

 

***

 

Doa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam: Laknat Allah atas Pemimpin yang Menyulitkan Umat Islam


اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ (أحمد ، ومسلم عن عائشة)

“Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah).


{ وَمَنْ وَلِيَ مِنْهُمْ شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَعَلَيْهِ بَهْلَةُ اللَّهِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَهْلَةُ اللَّهِ قَالَ : لَعْنَةُ اللَّهِ } رَوَاهُ أَبُو عَوَانَة فِي صَحِيحِهِ

Dan barangsiapa memimpin mereka dalam suatu urusan lalu menyulitkan mereka maka semoga bahlatullah atasnya. Maka para sahabat bertanya, ya RasulAllah, apa bahlatullah itu? Beliau menjawab: La’nat Allah. (HR Abu ‘Awanah dalam shahihnya. Terdapat di Subulus Salam syarah hadits nomor 1401).
Amiin ya Rabbal ‘alamiin.

Laknat Allah atas pemimpin yang menyulitkan Umat Islam. 
Doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu untuk membela Umat Islam. 
Bila ada yang menyembunyikan doa itu padahal sering menegaskan bahwa Islam itu sudah komplit, maka seakan mengingkari ucapannya sendiri. 
Bila akibatnya murid2nya hanya tahu apa yg mereka anjurkan untuk mendoakan kebaikan untuk para pemimpin, dan berani mengecam orang yang berdoa sesuai doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu, maka sang dai itu berat tanggung jawabnya. 
Di dunia belum tentu dapat apa2, di akherat entah bagaimana beratnya. Maka jangan sampai kita terhitung sebagai orang yang sikapnya jadi pendukung pemimpin zalim lagi dusta, apalagi menyulitkan umat Islam.

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 502 kali, 1 untuk hari ini)