Oknum Polisi Tiduri Istri Orang, Polda Maluku: Kita Proses Hukum


Oknum anggota Ditresnarkoba Polda Maluku Brigpol Edwin
Tetelepta tertangkap basah meniduri istri orang, Minggu (6/6/2021) dini hari. (FOTO: ISTIMEWA)

AMBON,– Kepolisian Daerah Maluku memastikan kasus Brigpol Edwin Tetelepta, oknum polisi yang tertangkap meniduri istri orang akan diproses secara transparan.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat menegaskan kasus yang melibatkan anggota Polri tersebut tidak akan ditutup-tutupi.

Menurutnya Polda Maluku tidak akan memberikan toleransi bagi setiap anggota yang berbuat kesalahan berat apalagi hingga melanggar hukum dan mencoreng institusi.

“Iya seperti itu, (Kita tidak akan mentolerir kasus seperti ini),” kata Ohoirat kepada sentratimur.com, Minggu malam (6/6/2021).

Menurutnya saat ini kasus tersebut masih ditangani di Provo Polda Maluku. Hingga saat ini status Edwin belum ditetapkan sebagai tersangka. “Masih diperiksa (belum ditetapkan sebagai tersangka),” kata Roem.

Dia menegaskan apabila terbukti bersalah, Polda Maluku tidak akan melindungi anggotanya tersebut dan akan memberikan sanksi berat terhadap yang bersangkutan.

“(Jika terbukti) Sanksi akan diberikan tapi sampai saat ini kan masih dilakukan pemeriksaan belum ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, hati pria inisial YL hancur berkeping-keping, melihat ED (34)  istri yang dicintai tidur dengan pria lain.

Pria berusia 43 tahun ini menangkap basah istrinya tidur dengan seorang anggota Ditresnarkoba Polda Maluku inisial Brigpol  Edwin Tetelepta di rumahnya, Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (6/6/2021) dini hari.

Hati pria yang berprofesi sebagai sopir Angkot itu semakin hancur, melihat aksi bejat istrinya bersama selingkuhannya itu dilakukan di ranjang rumahnya.

Informasi yang dihimpun sentraltimur.com, akibat sakit hati bercampur kesal, YL melaporkan perbuatan oknum anggota Polri itu ke piket Provos Polda Maluku, pukul 02.30 WIT.

Sejumlah anggota Provos Polda Maluku bersama YL mendatangi rumahnya yang dijadikan sebagai tempat menjalin hubungan terlarang di desa Suli.

Brigpol ET yang sedang asyik bercinta di dalam kamar bersama ED tidak menyangka akan digerebek rekannya anggota Polri.

ED, karyawan swasta itu menundukan kepala saat keluar kamar bersama selingkuhannya ET.  Pasangan selingkuh ini digelandang ke Mapolda Maluku untuk menjalani pemeriksaan. (MMS)

SENTRALTIMUR.COM, Redaksi – Berita Utama, 3 Minggu Yang Lalu

***

Mereka Bejat, Mungkin Pagi dan Petang Kena Murka Allah Ta’ala

Posted on 24 Juni 2021

by Nahimunkar.org

Mereka Bejat, Mungkin Pagi dan Petang Kena Murka Allah Ta’ala

Lagi ramai berita bejatnya oknum polisi yang sangat menampar citra Polri.

Ada yang memperkosa dua gadis lalu membunuh kedua-duanya.

Ada yang diminta melindungi gadis remaja yang sedang menginap, malah dibawa ke kantor polisi dan diperkosa.

Perlu diingat, ada ancaman yang keras berupa murka Allah Ta’ala.

Penjaga Keamanan Yang Tidak Taat Kepada Allah subhanahu wa ta’ala .

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“سَيَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ شَرَطَةٌ، يَغْدُونَ فِي غَضِبِ اللَّهِ، وَيَرُوحُونَ فِي سَخَطِ اللَّهِ، فَإِيَّاكَ أَنْ تَكُونَ مِنْ بِطَانَتِهِمْ”.

“Akan datang di akhir zaman adanya petugas keamanan yang di pagi hari di bawah kemurkaan Allah, dan sore harinya di bawah kebencian Allah. Hati-hatilah kamu menjadi bagian dari mereka.”
(HR. Ath Thabarani dalam Al Kabir No. 7616. Imam Al Munawi mengatakan: shahih. Lihat _At Taisir bi Syarh Al Jaami’ Ash Shaghiir,_2/192).

Kemungkinan kemurkaan Allah macam itu terjadi terutama di masa yang digambarkan di hadits lain, berikut ini.


Penguasa Yang Sufaha.
«
لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَكُونُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ سُفَهَاءُ يُقَدِّمُونَ شِرَارَ النَّاسِ، وَيَظْهَرُونَ بِخِيَارِهِمْ، وَيُؤَخِّرُونَ الصَّلَاةَ عَنْ مَوَاقِيتِهَا، فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ، فَلَا يَكُونَنَّ عَرِيفًا وَلَا شُرْطِيًّا وَلَا جَابِيًا وَلَا خَازِنًا»

“Akan datang suatu masa kepada umat manusia, pemimpinnya adalah Sufaha, lebih mengutamakan orang – orang jahat sebagai pembantunya namun mereka mencitrakannya sebagai orang-orang baik. Mereka selalu mengakhirkan shalat. Barang siapa yang mendapatkan zaman tersebut, janganlah mau menjadi menterinya, polisinya, pemungut pajaknya dan bendaharanya.”
(Hadits Shohih menurut ibnu Hibban. Dan Hasan Menurut Al Albani).

Sufaha asal artinya orang-orang yang kurang waras. Al Qur’an menyebut 3 golongan manusia sebagai sufaha’ :

— Orang –orang munafiqin (QS. Al Baqarah : 3)

  • Orang-orang yang menentang hukum Allah subhanahu wa ta’ala (Yahudi) (QS. Al baqarah : 142)
  • Orang –orang yang tidak mampu mengelola keuangan pribadi (apa lagi negara) (QS. An Nisa : 5)

https://www.nahimunkar.org/buruh-curiga-penghargaan-jokowi-kepada-6-hakim-mk-berkaitan-dengan-gugatan-uu-cipta-kerja/

————-

Sekadar untuk gambaran, mari kita simak berita2 yang beredar di antaranya dalam judul2 berikut ini.

 
 

Biadab! Oknum Polisi Perkosa Remaja 16 Tahun di Kantor Polsek …

karawangbekasi.jabarekspres.com › 2021/06/23 › biadab-oknum

1 day ago · Tindakan biadab dilakukan oleh oknum polisi berinisial Briptu II yang memperkosaseorang remaja berusia 16 tahun. Ironisnya, pemerkosaan itu dilakukan di Kantor Polsek Jailolo Selatan di Desa Sidangoli, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Provinsi Maluku Utara.

————

Sadis! Polisi Ini Memperkosa dan Membunuh Dua Gadis Sekaligus -…

telisik.id › news › sadis-polisi-ini-memperkosa-dan-membunuh

22/06/2021 · Polisi Ini Memperkosa dan Membunuh Dua Gadis Sekaligus. Ahmad Sadar. Selasa, 22 Juni 2021 237 dibaca. Aipda Roni Syahputra dan kedua Korbanya Rizka Fitria (21) dan AP …

—————

***

Demikianlah. Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa negeri ini bukan dalam keadaan baik2 saja, bahkan mungkin ada yang pagi dan sore dalam keadaan dapat murka Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apalagi kebejatan macam itu bila ditambah dengan benci terhadap agama Allah Ta’ala, maka betapa murkanya Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap mereka.

Kasihan para orang tua mereka yang membesarkan mereka bahkan menyekolahkan mereka, bahkan menguliahkan mereka, kemudian mereka memegang amanat yang diemban untuk melayani masyarakat, tahu2 malah jadi manusia2 bejat.

Kasihan orang tua mereka yang sudah di alam kubur, tidak mendapatkan doa dari anaknya yang shalih-sholihah, malah anak2 yang ditinggalkannya itu jadi orang2 bejat yang bukan hanya tak berguna, tapi bahkan merusak masyarakat dan bangsa.

Jangan dikira para pemimpin mereka tidak dimintai tanggung jawabnya atas kebejatan mereka (aparatnya) itu, di akherat kelak. Tidak percaya akherat pun sama sekali tidak akan bisa mengelak. Maka sebaiknya sadar dan taubat dengan sebenar-benarnya taubat, sebelum nyawa dicabut oleh Malaikat Maut, hingga tidak ada kesempatan lagi sama sekali untuk memperbaiki diri.

Di dunia pagi dan petang dapat murka Allah Ta’ala, di alam kubur, siksa kubur menantinya, sedang di akherat kelak siksa neraka menjadi tempat para durjana, apalagi para pembenci agama Allah Ta’ala.

Na’udzubillhi min dzalik!

(nahimunkar.org)