Publikasi: Rabu, 16 Muharram 1435 H / 20 November 2013 13:47

Malaysia-An-najat.net – Acara bedah buku “Zionis-Syiah Bersatu Hantam Islam” yang ditulis oleh jurnalis muslim Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi di Malaysia diwarnai pencabutan pamflet dan perusakan mobil salah seorang jamaah kajian.

Bedah buku yang diselenggarakan di Masjid Arrahmah Taman Wira, Kedah, Malaysia itu merupakan bagian dari rangkaian perjalanan dakwah Muhammad Pizaro ke berbagai wilayah nusantara, termasuk Indonesia, Malaysia hingga Thailand Selatan.

Menurut Syimir, salah seorang panitia penyelenggara roadshow bedah buku tersebut mengatakan, ada dua pamflet bedah buku yang hilang dari mesjid tersebut.

“Takmir masjid melihat ada orang yang gunting pamflet itu saat pagi dan petang,” ujar Syimir kepada Kiblatnet, Selasa 19 November 2013.

Selain pamflet yang dirusak, saat acara bedah buku berlangsung, salah satu mobil jamaah masjid yang tengah mengikuti kajian bedah buku tersebut mengalami pengrusakan pada mobilnya.

“Kaca mobil milik jamaah masjid dipecahkan, bahkan laptopnya diambil. Jama’ah yang dirusak mobilnya itu lapor ke imam masjid Ar-Rahmah,” ujar Syimir.

Acara kajian bedah buku itu dimulai sejak pukul 19.30 waktu setempat. Panitia acara menduga kejadian pengrusakan itu berlangsung saat acara tengah dilaksanakan.

“Dia baru sadar usai kajian dan melihat mobilnya sudah hancur,” ujarnya lagi.

Acara bedah buku “Zionis-Syiah Bersatu Hantam Islam” ini tengah digencarkan oleh para pegiat dakwah di nusantara. Setelah dilaksanakan di beberapa kota di Indonesia, Pizaro melebarkan sayap dakwahnya hingga ke negeri tetangga. Sejak 15 November lalu dirinya berada di Malaysia dan kawasan muslim Pattani di Thailand Selatan untuk memberikan pemahaman bahaya ajaran syiah.

Kepada Kiblatnet, Muhammad Pizaro mengatakan bahwa kawasan nusantara memiliki peran penting dalam menangkal bahaya ajaran syiah yang dapat merusak ajaran Islam.

“Malaysia memiliki peran penting dalam menjaga akidah ahlusunnah wal jamaah di tanah Melayu. Hal ini dapat dilihat dari kebijakan kementerian dalam negeri Malaysia yang melarang syiah. Begitu juga dengan jakim (MUI-nya Malaysia, red),” ujar Pizaro. [Akrom/kiblat/sdqfajar]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.507 kali, 1 untuk hari ini)