irjen-pol-djoko-susilo_full

  • Aset Irjen Djoko Susilo lebih dari Rp 100 miliar

 {وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا (16) وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنَ الْقُرُونِ مِنْ بَعْدِ نُوحٍ وَكَفَى بِرَبِّكَ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا} [الإسراء: 16، 17]

16. dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, Maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya Perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.

17. dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan. dan cukuplah Tuhanmu Maha mengetahui lagi Maha melihat dosa hamba-hamba-Nya. (QS Al-Israa’/ 17 : 16, 17).

  • Irjen Pol. Djoko Susilo berhasil mengeruk uang negara dengan sangat dahsyat, yang sudah berubah bentuk menjadi berbagai bentuk diantaranya : 28 rumah mewah, 1 apartemen yang  sangat mewah The Peak, 3 SPBU, 4 sawah berhektar-hektar, dan 3 mobil mewah.
  • Dia juga mengkoleksi tiga orang perempuan, sebagai isterinya. Tak kurang seorang “Putri Solo”, yang sangat cantik, Dipta menjadi isteri mudanya dan dengan mahar Rp 15 miliar, dan sejumlah rumah mewah termasuk apartemen.
  • Sungguh sangat mengkhawatirkan masa depan Indonesia, bila para penegak hukum seperti polisi, menggunakan kewenangannya dalam rangka memperkaya diri, dan mengabaikan hukum, dan bahkan melakukan korupsi secara besar-besaran seperti yang terjadi di korlantas?

***

 Fantastis Harta Kekayaan Irjen Polisi Djoko Susilo

Jakarta (voa-islam.com) “Kalau ingin kaya raya jadilah polisi”, ujar seorang tukang ojek di kampung daerah Tangerang. Mungkin tidak berlebihan. Melihat kehidupan sebagian besar anggota kepolisian sekarang, pasca dipisahkan dengan TNI. Rata-rata mereka hidup  sangat sejahtera dan makmur. Luar biasa.

Dengan para jenderal angkatan darat yang berkuasa selama tiga puluh tahun, tak  ada apa-apanya dibandingkan dengan para jenderal polisi sekarang ini. Mereka benar-benar sangat sejahtera hanya kurang dari satu dekade, sejak dipisahkan dengan tentara. Mereka dengan berbekal kewenangan  yang dimiliki sekarang ini polisi, bisa hidup lebih makmur.

Kasus Irjen Djoko Susilo yang sekarang ditangani KPK, sungguh sangat membelalakkan mata. Seperti tidak bisa dipercaya, seperti di alam mimpi, melihat kenyataan yang sangat luar biasa kekayaan yang dimiliki oleh Irjen Djoko Susilo.

Djoko yang pernah menjadi Korlantas berhasil mengumpulkan kekayaan dalam jumlah yang sangat fantastis. Tetapi, asal-usul uang yang dalam jumlah yang sangat besar, tak lain hasil korupsi. Bukan hasil tetesan keringatnya.

Irjen Pol. Djoko Susilo berhasil mengeruk uang negara dengan sangat dahsyat, yang sudah berubah bentuk menjadi berbagai bentuk diantaranya : 28 rumah mewah, 1 apartemen yang  sangat mewah The Peak, 3 SPBU, 4 sawah berhektar-hektar, dan 3 mobil mewah.

Di bagian lain, juru bicara KPK Johan Budi mengatakan, bahwa KPK telah menyita 20 properti milik Irjen Djoko Susilo, 4 mobil mewah. Jenis mobil mewah itu,  Jeep Wranglers, MPV Serena, Toyota Harier, dan Toyota Avanza.

Asset-asset Irjen Pol.Djoko Susilo itu, menyebar di berbagai kota, seperti di Jogya, Solo, Depok, Jakarta, dan Semarang. Tiga SPBU itu berada di Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara; Jalan Raya Ciawi; dan di Kaliwungu, Jawa Tengah. Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) mengatakan telah melaporkan kepada KPK, sejumlah asset milik Irjen Pol. Djoko Susilo, di Madiun, tempat kelahiran Djoko Susilo.

Menurut Ketua MAKI, Boyamin Saiman, di Madiun menemukan asset Irjen Pol. Djoko Susilo, diataranya tiga bidang tanah masing-masing 4.268 meter persegi, 4262 meter persegi, dan 1.090 meter persegi, yang terletak di Kecamtan Kanigoro, Madiun. Selain itu, beberapa rumah, yang terletak di Jalan Ki Ageng Kebo Kanigoro,  Madiun. Menurut Boyamin, jika ditotal asset yang dimiliki oleh Irjen Pol. Djoko Susilo di Madiun, tak kurang Rp. 15 miliar, ujar Boyamin.

Sementara itu, harta kekayaan yang dilaporkan oleh alumnus SMA I Madiun, kepada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), harta Djoko Susilo hanya tercatat : “Rp 5 miliar”. Sangat berbeda dengan fakta-fakta yang telah dikumpulkan oleh KPK, dan sekarang harta kekayaan itu, disita oleh KPK. Dan Irjen Pol Djoko Susilo, mendapat tuduhan melakukan pencucian uang.

Irjen Pol. Djoko Susilo bukan hanya mengumpulkan harta kekayaan, yang kelewat batas. Tetapi, mantan Korlantas dan Gubernur Akpol itu, juga mengkoleksi tiga orang perempuan, sebagai isterinya. Tak kurang seorang “Putri Solo”, yang sangat cantik, Dipta menjadi isteri mudanya dan dengan mahar Rp 15 miliar, dan sejumlah rumah mewah termasuk apartemen.

Sebelumnya, terjadi polemik yang harus membuat Presiden SBY turun tangan, dan menyelesaikan konflik antara Kepolisian dan KPK, terkait siapa yang berhak menyidik Irjen Pol.Djoko Susilo. Kepolisian awalnya sangat bersikeras agar kasus Irjen Pol. Djoko Susilo ditangani oleh Kepolisian.

Tetapi, kemudian Presiden SBY menegaskan KPK lah yang memiliki kewenangan menyidik Irjen Pol. Djoko Susilo. Memang, tidak terbayangkan jika Irjen Pol. Djoko Susilo itu disidik polisi akan terungkap kasus korupsi yang menggelayutinya.

Sebelumnya, Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) telah membuat laporan 15 jenderal polisi yang memiliki rekening gendut, tetapi sampai sekarang tidak ditindak lanjuti oleh kepolisian. “Seharusnya KPK mengambil alih penyidikan terhadap dugaan adanya 15 rekening gendut yang dimiliki jenderal polisi”, ujar Yenti Gunarsih, Pakar Hukum Tindak Pencucian Uang (TPPU), Selasa (12/3).

Lebih lanjut, asas pembuktian terbalik pada kasus  tindak pidana pencucian uang pelaku korupsi jauh”, tegas Yenti. Kemudian, “Dari hasil sidang Komisioner Kominfo tentang keterbukaan informasi  publik atas gugatan ICW (Indonesian Corruption Watch) pada Polri terkait dengan rekening gendut menyatakan bahwa harus dibuka untuk masyarakat umum. Kalau ternyata tidak dibuka berarti ada masalah”, tambah Yenti.

Sungguh sangat mengkhawatirkan masa depan Indonesia, bila para penegak hukum seperti polisi, menggunakan kewenangannya dalam rangka memperkaya diri, dan mengabaikan hukum, dan bahkan melakukan korupsi secara besar-besaran seperti yang terjadi di korlantas? Wallahu a’lam.

Rabu, 13 Mar 2013

***

Aset Irjen Djoko Susilo lebih dari Rp 100 miliar

 

KPK masih terus memburu aset dan harta kekayaan mantan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Djoko Susilo. Total nilai aset Djoko diduga mencapai lebih dari Rp 100 miliar.

“Tentu lebih (Rp 100 miliar),” ujar Juru Bicara Johan Budi SP, di KPK, Kamis (14/3).

Johan mengatakan aset yang telah disita KPK hingga saat ini nilainya baru mencapai puluhan milyar. KPK telah menyita 26 aset, 3 SPBU dan 4 mobil.

“Sampai hari ini nilai aset yang disita KPK dari DS itu belum sampai Rp 100 miliar,” jelas Johan.

Sejak 14 Januari, KPK mulai menyidik Djoko Susilo (DS) atas dugaan melakukan tindak pidana pencucian uang. Penyidik KPK menemukan dugaan DS telah menyamarkan, mengubah bentuk, ataupun menyembunyikan uang hasil korupsi yang dilakukannya.

Aset yang disita KPK di antaranya berupa tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta, Semarang, Solo dan Yogyakarta. Kemudian empat mobil mewah yakni Jeep Wrangler, MPV, Serena, Toyota Harrier dan Avanza. Mobil ini diduga terkait TPPU Djoko dan telah diamankan di KPK. Selain itu, 3 SPBU terletak di Kapuk Jakarta Utara, Ciawi dan Kaliwungu Semarang. Penyitaan dilakukan agar aset yang diduga hasil tindak pencucian uang itu tidak berpindah tangan.

DS dijerat dengan Pasal 3 dan atau Pasal 4 UU No 8 Tahun 2010, kemudian Pasal 3 ayat 1 dan atau Pasal 6 UU No. 15 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Bahkan, finalis Putri Solo 2008, Dipta Anindita, serta seorang perempuan bernama Mahdiana, ikut terseret dalam dugaan pencucian uang dilakukan DS. Menurut sumber di KPK, Dipta dan Mahdiana adalah istri DS. Keduanya pun telah dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan.

 [ian]mrdkcom, Reporter : Putri Artika R, Kamis, 14 Maret 2013 18:37:51

(nahimunkar.com)

(Dibaca 906 kali, 1 untuk hari ini)