Buat ane memang gak terlalu penting untuk menanggapi orang-orang yang memang kebenciannya diarahkan kepada dunia Arab sebagai batu loncatan kebencian mereka terhadap dunia Islam…

“Ini Indonesia bukan Arab.” Lagian siapa juga yang bilang Indonesia itu Arab. Ane fentung nih! Hehehe..

Demam anti Arab khususnya Arab Saudi rupanya sedang mewabah ya, termasuk di Indonesia. Wacana-wacana anti Arab awalnya sih, tapi biasanya berlanjut menjadi wacana anti jilbab, anti jenggot, anti celana cingkrang, anti pegi haji, dan ujung-ujungnya sesuai prediksi ane, bakalan anti sama Islam.

Padahal para pendiri Nusantara ini juga gak anti-anti amat sama Arab, buktinya tokoh NU dan Muhammadiyah, KH Hasyim Ashari dan KH Ahmad Dahlan itu juga jebolan Arab Saudi. Begitu juga dengan tokoh sekaliber Ahok, meski rada aneh karena pembenarannya, tapi beliau hari ini malah sering “berbau”Arab Saudi. hehehe.. Maka aneh kalau ada yang mengaku nusantara tapi terus menerus menyerang Arab Saudi.

Tapi ya tetep aja, memang dasarnya udah benci ya, isi penanya kebencian, omongannya penuh hasutan, pikirannya penuh kedengkian, dibilangnya begini, kalau Arab Saudi itu secara politik sangat pro Amerika Serikat dan anti para pengungsi dan dianggap anti masalah-masalah dunia Islam seperti katakanlah Palestina, Rohingnya dan Suriah. Dasar onta Arab, katanya begitu.

Saya sih nggak menutup kemungkinan juga memang ada sebagian fakta tentang Arab Saudi yang juga perlu dikritik, tetapi kita jangan sampai membabi buta dalam membenarkan sesuatu yang sebenarnya tidak benar-benar demikian. Contoh yang baru-baru ini ramai diperbincangkan bagaimana dunia Arab khususnya Arab Saudi dibuat seolah-olah tidak peduli dengan apa yang menimpa saudara-saudaranya di Suriah hanya karena informasi dari sebuah gambar yang menunjukan tidak ada satupun pengungsi Suriah di Arab Saudi.

 Peta-Syiria-saudi arabia

Gambar Kontroversial (Foto: The Washington Post/Al Khateeb)

Menarik jika kita mengamati gambar di atas yang dikutip The Washington Post, seolah-olah negara-negara teluk termasuk Arab Saudi tidak memberikan tempat bagi para pengungsi Suriah/Syiria. Klaim itu juga diperkuat oleh cuitan Kenneth Rothexecutive director LSM kemanusiaan yang mengatakan tidak ada satupun tempat bagi pengungsi Syiria di Arab Saudi dan negara-negara teluk lainnya.

 Warga-Syiria00001
Kenneth Roth (Foto: The Washington Post/Kenneth Roth)

Saya sih nggak heran dengan klaim tersebut. Menurut dugaan saya, pendapat orang-orang yang mengklaim bahwa Arab Saudi dan negara teluk tidak melakukan apapun mengikuti data dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) sebuah lembaga di bawah komisi tertinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertugas menangani para pengungsi di seluruh dunia. Menurut data UNHCR, hingga 6 September 2015 sudah ada 4 juta lebih pengungsi asal Suriah/Syiria dimana 1,9 juta lebih ada di Turki, 1,1 juta di Lebanon, Jordania ada 629 ribuan pengungsi, Irak 249 ribuan, Mesir 132 ribu pengungsi, dan 24 ribuan pengungsi sekarang mengungsi di Afrika Utara seperti Libya.

 peta-Syiria0002

UNHCR

Hmm…apakah benar demikian? Secara umum, Arab Saudi dan negara-negara teluk lainnya jelas tidak anti dengan pengungsi. Saya coba kutip dari datawikipedia per akhir 2014 yang juga mengutip data resmi UNHCR yang berjudul list of countries by refugee population. 3 negara yang paling banyak menampung pengungsi adalah Pakistan (2,6 juta jiwa), Jordania (2,48 juta jiwa) dan Turki (1,6 juta data terbaru UNHCR September 2015 bahkan pengungsi di Turki mencapai 1,9 juta jiwa). Bagaimana dengan Arab Saudi dan negara teluk lainnya? UNHCR mengklaim, Arab Saudi (599 pengungsi), UEA (677), Kuwait (335), Qatar (80), Oman (83), hanya Bahrain yang datanya tidak diketahui.

 Kem pengungsi untuk Syiria
Foto: Islam El Hoseiny

Disamping itu, ada artikel menarik dari  Mohammed Khalid Alyahya Associate Fellow di Saudi Arabia King Faisal Center bidang riset dan studi Islam, dia mengatakan bahwa 0 pengungsi Syiria adalah angka yang sama sekali tidak akurat. Khalid mengatakan ada 500 ribu pengungsi yang bahkan telah diberikan visa ketika perang mulai berkecamuk di Suriah, mereka di Arab Saudi tidak dikatakan sebagai pengungsi melainkan sebagai visitors. Bahkan 3000 pengungsi diantaranya telah diberikan beasiswa pendidikan.

 Kem pengungsi untuk Syiria0001
Peran Arab Saudi di Zaatari Camp Jordania (Foto: Mohammed K Alyahya)

Jika dikatakan Arab Saudi tidak peduli sama sekali dengan pengungsi jelas hal ini juga keliru. Menurut Islam El Hoseiny, Arab Saudi sudah lama memiliki program-program kemanusiaan termasuk terhadap para pengungsi asal Suriah yang berada di kamp-kamp pengungsian negara-negara tetangga seperti Turki, Jordania dan Lebanon. Arab Saudi mengklaim sudah menggelontorkan lebih dari USD114 juta untuk kehidupan para pengungsi Syiria.

 Grafik sumbangan Untuk Syiria
Foto: Daily Mail

Penggelontoran dana oleh Arab Saudi juga terbilang besar. Seperti dilansir oleh Financial Tracking Service yang dikutip oleh Daily Mail, sejak 2011 Arab Saudi sudah mengeluarkan dana lebih dari £387 juta. Kuwait bahkan lebih dari itu, sudah menggelontorkan lebih dari £764 juta, Qatar £157 juta, UEA £359 juta, Bahrain £16,8 juta dan Oman £15 juta. Saya pikir ini bisa menjadi sedikit bukti bahwa Arab Saudi juga peduli kok terhadap para pengungsi.

peta-Syiria0003

Menurut saya, siapapun yang bertanya tentang peran Arab Saudi, selama masih sekedar bertanya menurut saya wajar, beda sama orang-orang anti Arab yang sering bilang Arab dengan sebutan onta Arab, mereka para akun anonim, akun kloningan pengecut yang sebenarnya bukan anti Arab, tapi anti Islam, tapi sekarang lagi dapat angin nih dengan mendompleng banyaknya kritikan terhadap peran Arab Saudi dan negara-negara teluk kepada para pengungsi meski sebenarnya mereka juga tidak pernah berkomentar terhadap pengungsi terbesar di dunia: 6,6 juta orang Palestina (UNHCR, 2014) yang mengungsi ke seluruh dunia akibat penjajahan Israel. Damn!

Saya juga gak yakin mereka yang anti Arab dan anti Islam akan bergembira jika Islam benar-benar bersatu. Hehehe.. Ya kebanyakan dari mereka cuman pura-pura, tipu-tipu kecam negera-negara teluk, padahal mereka juga bergembira jika Arab, negera teluk dan Islam selamanya tidak bersatu. Percaya sama ane gan.

 BrusiaDortmMund
Suporter setia Borussia Dortmund (Foto: UNHCR)

Buat ane memang gak terlalu penting untuk menanggapi orang-orang yang memang kebenciannya diarahkan kepada dunia Arab sebagai batu loncatan kebencian mereka terhadap dunia Islam, sebab menurut saya, masalah pengungsian bukan masalah agama melainkan masalah kemanusiaan. Sekarang saya juga bergembira dan berterimakasih jika banyak negara-negara Eropa sangat bersemangat meneriakan kalimat “Refugees Welcome” “Selamat Datang para Pengungsi”.

SyirianPeople001

Salah satu dukungan datang dari dunia sepakbola, kalau kita ketik keyword Refugees Welcome Football di google maka akan banyak gambar dan link berita tentang kepedulian suporter klub-klub dunia seperti Borussia Dortmund dan Werder Bremen di Jerman dan Barcelona dan Madrid di Spanyol menjadi beberapa contoh klub yang peduli terhadap kemanusiaan.

 CelebretForSyiria0002
Foto The Telegraph

Real Madrid contohnya, seperti yang diberitakan The Telegraph, melalui presidennya Florentino Perez memberikan komitmennya untuk mendonasikan €1 juta kepada para pengungsi. Bahkan secara khusus, tim sepakbola nasional Jerman membuat sebuah klip yang menunjukan rasa simpati mereka kepada para pengungsi. Di dalam video tersebut ada nama-nama seperti Bastian Schweinsteiger, Jérôme Boateng, Ilkay Gundogan, Mesut Özil and Toni Kroos yang menunjukan bukti kalau mereka dan Jerman pada umumnya akan terus menyuarakan “respect”, “help”, “integration” and “fair play”.

Sekali lagi saya bergembira dengan rasa kemanusiaan yang ditunjukan oleh dunia walau berbeda suku agama dan ras. Meski saya juga punya prediksi, tidak semua masyarakat dunia akan mudah menerima kehadiran para pengungsi dengan tangan terbuka.

Hai Bloggerpreneur, Saya Rizky Aliet!

Bantu Share Artikel Ini Ya…

BLOGGERPRENEUR INDONESIA 9/09/2015

bloggerpreneurindonesia.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.676 kali, 1 untuk hari ini)