December 2, 2014

Ini adalah fakta bahwa Islam berkembang pesat di Barat. Di AS sendiri jumlah Muslim telah meningkat secara dramatis.

Dari sekitar 10.000 orang pada tahun 1900 menjadi 3 juta atau lebih pada tahun 1991 (beberapa pihak berwenang mengatakan 4,5 juta). Sebagian besar pertumbuhan ini disebabkan imigrasi baru-baru ini dan tingkat kelahiran yang tinggi dari umat Islam (5 anak per keluarga rata-rata), bukan untuk konversi.

Namun, jumlah mereka yang masuk Islam (konversi atau pindah agama) sungguh signifikan. Di AS, mayoritas adalah Afrika-Amerika (sepertiga dari seluruh umat Islam menurut sebagian pihak berwenang), tetapi ada juga sejumlah besar Anglo (ras putih) untuk mengkonversi juga, banyak dari mereka terdidik.

Apa yang memotivasi orang untuk beralih ke Islam? Sebuah artikel baru-baru di Christianity Today (Agustus 20,1990) melaporkan bahwa di AS, usia rata-rata mereka yang masuk Islam (31) adalah sekitar dua kali lipat untuk konversi ke iman Kristen (usia 16).

Terdapat beberapa  alasan utama yang diberikan kenapa menjadi Muslim: Doktrin Islam adalah sederhana dan rasional, semua penganutnya posisi setara, itu adalah “praktis” agama, dan tidak memiliki system kependetaan. Saya pernah membaca sepotong artikel (tentang Islam, red) tetapi ketika saya membaca kembali, dan tersadar. Secara reflektif, saya mengatakan bahwa semua yang mereka tunjukkan adalah bahwa sifat kesantuan dan kemaafan Muslim memiliki pengaruh, tetapi ini tidak selalu apa yang memotivasi orang Amerika untuk menjadi Muslim.

Seorang Muslim Amerika yang diwawancarai dalam sebuah buku baru (Tetangga: Muslim di Amerika Utara Friendship Press, 1989) memberikan alasan berikut ketika ditanya mengapa Afrika-Amerika yang beralih ke Islam. Saya telah mendengar hal yang sama dari Afrika-Amerika di Philadelphia lebih dari sekali.

Alasan pertama adalah rasisme di gereja. “Diskriminasi yang kita rasakan membuat Islam menarik bagi kami karena itu adalah cara menolak budaya yang tidak akan memiliki kita secara sosiologis. Saya berpikir bahwa salah satu alasan bahwa banyak orang Afrika-Amerika pergi ke Islam sebagai lawan Kristen. Dan banyak dari kita telah dibesarkan Kristen – adalah bahwa orang-orang melakukan hal-hal ini kepada kami juga Kristen “. 

Seberapa sering orang tidak mendengarnya berkata, “Amerika tidak lebih terpisah dari pada 11:00 pada hari Minggu pagi.” Alasan kedua adalah, saya percaya, juga penting dalam konversi Anglo-Amerika adalah kepastian arah dan disiplin. Masyarakat kita (AS) hancur karena kurangnya disiplin, terutama di kota. Melalui gaya hidup yang disiplin, banyak orang Islam tampaknya menjanjikan kehidupan mereka bisa kembali baik.

Akhirnya, faktor selanjutnya  yang mungkin tak seorang pun akan menyebutkan secara eksplisit, adalah kenyataan bahwa Islam sangat menghargai privasi dan hubungan langsung dengan Tuhan, tanpa perlu pengakuan dosa demi keselamatan di depan pendeta. Hal ini memberitahu mereka yang membutuhkan “bimbingan” dari hukum Allah, dan mereka akan masuk surga. Itu adalah sesuatu yang manusia harapkan, kebebasan ‘berdialog’ langsung dengan Tuhannya. | sumber: CBN.com | /koranopini.com


Ketika Manusia Berbondong-bondong Masuk Islam

Imam Al Bukhary dan selainya mengeluarkan sebuah hadist  dari Ibnu Abbas,ia berkata : “ Dulu Umar bin Khattab memasukkanku ke dalam kelompok sebuah badr, lalu nampaknya sebagian dari mereka merasa kurang sepakat denganya. Kemudian Umar memanggil mereka pada suatu hati dan saya ada bersama mereka. Ibnu Abbas berkata “ Saya berpendapat bahwa dia memanggilku bersama mereka pada hari itu, tidak lain adalah untuk memperlihatkan pada mereka ( tentang kredibilitasnyaa,-pent). Umar lalu berkata : apa yang kalian fahami tentang firman Allah Subhanahuwata’ala :

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ

“ Apabila telah datang pertolongan dari Allah dan kemenangan?

Maka sebagaian mereka  berkata : Allah Subhanahuwata’ala memerintahkan kita  untuk memujiNya dan memohon  ampun  kepadaNya jika dia telah menolong dan memenangkan kita. Sedang yang lain diam  tidak berkata sepatah apapun.

Lalu berkata Umar  radhiyallahu anhu padaku : ‘ apabila yang demikian kamu fahami wahai Ibnu Abbas   radhiyallahu anhu? Saya menjawab : ‘ tidak. Dia bertanya : ‘ apa yang kamu fahami?. Saya katakan : ‘ itu adalah ( pertanda ) ajal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang Allah Subhanahuwata’ala beritaukan kepada beliau : Umar radhiyallahu anhu berkata :

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ

“ ( Jika telah datang pertolongan dari Allah dan kemenangan), maka  itulah bertanda ajalmu ( Muhammad )

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا

( Maka bertasbillah dengan memuji tuhanmu dan mohonlah ampun kepadaNya. Sesungguhnya dia adalah Maha Menerima Taubat)

Kemudian Umar radhiyallahu anhu mengatakan : “ Saya tidak mengetahui  tentang ayat itu kecuali seperti yang engkau katakan.”

Dalam surat yang mulia ini terdapat berita gembira, perintah atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika telah berhasil menggapainya serta isyarat peringatan atas kejadian yang akan mengikuti keberhasilan itu. Berita gembira tersebut adalah pertolongan Allah Subhananahuwata’la terhadap RasulNya hingga berhasil mengusai Mekkah dan masuknya manusia ke dalam agama Allah Subhananahuwata’la secara berbondong – bondong  dimana banyak dari mereka  ( yang akan masuk Islam ) kelak akan menjadi keluarga dan penolong beliau setelah dulunya merupakan musuh–musuh beliau. Adapun perintahnya ialah Allah Subhanahuwata’ala memerintahkan RasulNya untuk bersyukur padaNya, bertasbih dengan memujiNya dan memohon ampunam padaNya.

Adapun isyarat nya: Yang pertama ialah : pertolongan bagi agama akan berjalan trus menerus dan bertambah saat Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallamtelah bertasbih dengan memuji dan memohon ampunan Rabbnya, karena semua ini termasuk bentuk rasa syukur  kepada Allah Subhananahuwata’la. Adapun isyarat yang kedua adalah : Ajal Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam telah dekat karena umur beliau adalah umur tambahan yang Allah Subhanahuwata’ala berikan pada beliau. Sedangkan Allah Subhanahuwata’ala mengamanhkan dengan urusan  – urusan tambahan ditutup dengan memohon  ampun dengan shalat, haji, dan lainya. /salafy.or.id

(br/nahimunkar.com)

(Dibaca 6.892 kali, 1 untuk hari ini)