Klewang memang pentolan geng penjahat dan pemerkosa tapi ada istimewanya. Apa istimewanya?

Istimewanya adalah apa yang dikatakan oleh anggota DPR yaitu: Orang Berjenggot dan Rajin Ngaji Didor, Klewang Dipelihara. Itu bukan istimewa! Yang namanya penjahat ya penjahat. Sampai yang memelihara pun sama.

Mau tahu betapa jahatnya klewang?

Dari merampas, memperkosa sampai kejahatan aqidah berupa kemusyrikan (dosa paling puncak) dia lakoni.

 klewang

Anak anggota Brimob, Klewang, ketua besar alias Jenderal Geng Motor Pekanbaru. Klewang pernah terkena stroke, sehingga sulit untuk berbicara./ foto mrdkcom

 Inilah beritanya, diawali berita tentang suara anggota DPR tersebut.

***

Teguh: Orang Berjenggot dan Rajin Ngaji Didor, Klewang Dipelihara

Sabtu, 18 Mei 2013

Hidayatullah.com–Banyak pihak yang menilai kinerja Tim Detasemen Khusus Antiteror (Densus) 88 dalam pemberantasan terorisme tidak profesional dan tidak mematuhi kaidah Hak Azasi Manusia (HAM). Salah satu pihak yang mengkritik kinerja pasukan khusus Polri ini adalah Teguh Juwarno, politisi Partai Amanat Nasional (PAN).

Dalam akun Twitternya, Teguh mempertanyakan soal tembak mati terduga teroris oleh Densus 88.

“Layakkah didor mati?! Mereka yang baru terduga teroris yang berencana merakit bom akan meledakkan Kedutaan Myanmar?” kicau Teguh, Sabtu (18/05/2013) siang.

Menurut Teguh, apa yang dilakukan terduga teroris itu baru angan-angan, belum terjadi. Jadi, tidak selayaknya ditembak mati.

Tindakan yang berbeda justru diberlakukan bagi terduga korupsi dan kejahatan besar lainnya.

“Yang masih angan-angan sudah dieksekusi mati. Sementara Aiptu (Labora Sitorus, anggota Polda Papua) bikin rakyat Papua mati busung lapar, makan ubi saja, (malah) digaji negara,” kata Teguh.

Teguh juga mencontohnya perlakukan berbeda aparat kepolisian terhadap pemimpin geng motor, Klewang.

“Klewang yang jelas-jelas pemerkosa, pemimpin geng onar, dipelihara. Sementara aktivis sosial, asal berjenggot, rajin mengaji langsung didor,” tulis Teguh yang juga anggota Komisi V DPR RI ini.

Menurut Teguh, alangkah baiknya jika peralatan Densus 88 yang super canggih, bebas sadap diperbantukan untuk kepentingan KPK dalam memberantas korupsi.

Selain itu, Teguh meminta kepada Komnas HAM untuk turun tangan mengusut sikap-sikap semena-mena Densus 88. Ia juga menduga maraknya kasus penembakan terduga teroris adalah bagian pengalihan isu untuk menutupi kasus yang menjerat oknum kepolisian.

“Komnas HAM harus turun tangan untuk penembakan teroris akhir-akhir ini! Passca kasus Djoko Susilo tekuak, penembakan teroris menggila,” tulisnya.*

Rep: Ibnu Syafaat
Red: Cholis Akbar

***

Ritual aneh dalam pergaulan geng motor Klewang

Pentolan geng motor di Pekanbaru Klewang (58) alias ketua besar, punya rekam jejak kriminal yang panjang. Menurut Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Arief Fajar Satria, Klewang adalah otak dari sejumlah kejahatan yang dilakukan geng motor pimpinannya.

“Klewang terlibat kasus pemerkosaan terhadap remaja wanita di beberapa lokasi. Klewang juga pentolan di situ,” tutur Arief di Pekanbaru, Senin (13/5).

Klewang datang ke Pekanbaru tahun 1958 silam. Dia ikut orang tuanya, seorang anggota Brimob yang pindah tugas ke Pekanbaru. Sedangkan Bambang, anaknya sudah duluan masuk ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A, Pekanbaru. Dia ini terlibat kasus curas, perampasan dan pengrusakan.

Klewang dan geng motornya ternyata punya ritual-ritual aneh yang sulit dinalar. Berikut di antaranya:

1. SEKS BEBAS

Polisi memeriksa anggota geng motor. Sewaktu petugas memeriksa Hp Y, petugas menemukan video porno dengan adegan sesama pelajar, anggota geng motor, tersimpan di memori ponselnya.
Diceritakan Y, sebelum gengnya keliling-keliling kota biasanya ngumpul di komplek Main Stadiun Utama Riau, terkadang juga ngumpul di dekat SMA Plus Kubang. Biasanya sekitar 50-100 sepeda motor, terkadang ada Gery, Via Panger, Yogi, Robi dan Panglima lainnya, keliling-keliling ke seputar wilayah Pekanbaru untuk melakukan penyerangan.

Hen (46), orang tua Y, pada wartawan mengatakan, jika anaknya memang terlibat dalam geng motor ini, dia akan menyerahkan sepenuhnya prosesnya ke pihak polisi. “Saya tak menyangka anak saya bisa terlibat sejauh ini,” ujarnya dengan wajah lesu.

Hen yang mengaku hanya seorang tukang bangunan, rela menjual sepeda motor dan lahan tanahnya demi menyekolahkan anaknya Y. “Ternyata di belakang saya tak taunya begini, malu saya mas,” ungkap Hendri dengan wajah miris kepada wartawan.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Drs R Adang Ginanjar mengimbau para orang tua untuk mengawasi putra-putrinya di luar rumah. “Diimbau kepada orangtua agar mengontrol putra-putrinya, menyalurkan hobi anak-anaknya. Jangan anak-anak dibiarkan bergaul tanpa kontrol,” kata Adang.

2. DUEL SEBELUM JADI PANGLIMA

Seperti layaknya di film-film mafia hongkong, untuk mendapatkan kedudukan panglima geng motor, sesama anggota geng diadu hingga mendapatkan pemenangnya. Pertarungan duel tersebut dilakukan di depan Mardirianto alias anto Klewang (57) selaku ketua besar alias Jenderal Geng motor Pekanbaru.

Sehingga, beberapa anggota geng motor yang notabene anak sekolah dan remaja yang putus sekolah menjadi bringas dan brutal, mereka dikomandoi Klewang melalui panglimanya untuk melakukan pengrusakan, perampasan sepeda motor bahkan lebih parahnya memperkosa.

Demikian dikatakan Kapolresta Pekanbaru Adang Ginandjar pada Rabu (15/5) kepada wartawan. Dalam struktural geng motor, ada jenjang karir yang harus dilalui. “Mereka duel antara satu dengan yang lainnya untuk menduduki jabatan panglima,” ungkap Adang.

Saat ini pihak kepolisian telah menahan 4 panglima geng motor, dan 2 panglima lagi masih diburu. Termasuk anggota geng motor Sincan yang masih diburu.

3. MERAMPAS UNTUK BIAYA OPERASIONAL

Untuk biaya operasional, selain mengumpulkan uang Rp 5 ribu dari tiap anggota, tindak kriminal juga dijadikan sumber pemasukan. Salah satunya adalah dengan merampas dan menganiaya. “Hasil rampasan, baik itu handphone, uang maupun kendaraan bermotor harus dilaporkan pada ketua besar,” lanjutnya lagi.

Dari pemeriksaan yang dilakukan Kapolresta menjelaskan, Klewang beserta tersangka lain yang saat ini diamankan mengakui tindak pidana.

Hingga saat ini, Polresta Pekanbaru paling tidak sudah mengamankan 12 orang anggota geng motor yang terlibat dalam aksi pengerusakan warnet, perampasan, dan pemerkosaan di mana termasuk di dalamnya, Klewang dan empat orang panglima. “Saat ini empat dari enam panglima sudah kita amankan, mereka adalah Re, Mr, Ar dan Ro (Robi). Umur mereka antara 16 sampai 20 tahun. Dua orang lagi panglimanya masih kita kejar, termasuk salah satunya adalah seorang residivis dan satu orang perempuan,” terangnya.

Diakui Pitra, anggota geng motor sering melakukan perampokan dan perampasan. Sekali merampok bisa dapat antara Rp 300 ribu sampai Rp 1 juta. Targetnya mahasiswa. Dari sekian banyak hasil rampokan setengahnya diberikan untuk Klewang.

4. WAJIB MELAYANI

Klewang (57) dikenal sebagai raja geng motor brutal di Pekanbaru. Setiap wanita yang masuk di kelompoknya, diwajibkan melayani nafsu bejatnya.

Kisah Klewang ini bak raja yang berkuasa. Kelompok geng motor cewek, selalu bersedia menemani Klewang bila diajak hubungan intim.
” Tidak ada yang berani menolaknya,” kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Adang Ginanjar kepada siwalankerto, Senin (13/5).

5. BERPINDAH-PINDAH

Mardirianto alias Anto Klewang ditangkap polisi pada Jumat (10/5) lalu, di tempat persembunyiannya di bekas gudang PT Waskita dalam kawasan Stadion Utama. Klewang ditangkap pada penggrebekan yang ke-31.

“Memang sulit menangkap klewang, pada penggerebekan ke-31 itu baru kita tangkap si Klewang,” ujar Kapolresta Pekanbaru Adang Ginandjar.

Namun ada yang aneh dalam kasus ini, keberadaan geng motor sudah ada sejak tahun lalu (2012), tapi baru tahun 2013 ini Klewang tertangkap. Klewang yang sudah tua berusia 57 tahun itu, juga pernah terkena stroke, sehingga sulit untuk berbicara.

Namun begitu, Klewang disangkakan oleh kepolisian sebagai ketua besar geng motor di Pekanbaru, bahkan anggota geng motornya sampai ke Kabupaten Kampar, Kabupaten Bengkalis hingga ke Kabupaten Duri.

6. RITUAL BERJIMAT

Menurut cerita anggota geng motor yang lainnya, Klewang ini memiliki kekuatan magis yaitu kebal terhadap senjata karena memiliki jimat kekebalan tubuh. Jimat itu dipercaya membuat klewang sangat susah ditangkap, hal inilah yg menyebabkan Klewang sangat disegani anggota geng motor.

“Punya jimat berupa gesper dan di dompet berupa tulisan yang dibungkus kain putih,” kata Kapolres Pekanbaru, Komisaris Besar Adang Ginanjar, kepada merdeka.com.

Ternyata ilmu kebal Klewang luntur di hadapan polisi, jajaran aparat Kepolisian Resort Kota Pekanbaru berhasil menangkap dan meringkus raja geng motor klewang,  dan untuk itu pasal berlapis akan dikenakan kepada Klewang mulai dari pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan, kemudian 362 KUHP tentang pencurian dan 351 KUHP tentang penganiayaan, maupun UU Perlindungan Anak.

Diposkan oleh arek siwalan kerto surabaya di 18.50/ media-arek, RABU, 15 MEI 2013

***

Di dalam Al-Qur’an dan hadits  sudah ada petunjuk nyata.

{الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (67) وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا هِيَ حَسْبُهُمْ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ } [التوبة: 67، 68]

67. orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya[berlaku kikir]. mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.

68. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela’nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal. (QS At-Taubah/ 9 : 67-68).

Dalam hal dibunuhnya Umat Islam, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ

Sungguh lenyapnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang Muslim. ( Hr. An-Nasa-I (Vii/82), Dari ‘Abdullah Bin ‘Amr Radhiyallahu Anhu. Diriwayatkan Juga Oleh At-Tirmidzi (No. 1395). Hadits Ini Dishahihkan Oleh Syaikh Al-Albani Dalam Shahiih Sunan An-Nasa-I Dan Lihat Ghaayatul Maraam Fii Takhriij Ahaadiitsil Halaal Wal Haraam (No. 439).

Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan dahsyatnya siksa bagi pembunuh orang mu’min dengan sengaja:

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا  [النساء : 93]

93. Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (QS AN-NISAA’/4: 93)

Senjata  Umat Islam di antaranya adalah doa. Sedang doa yang paling mustajab adalah doa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Dan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam telah berdoa untuk manusia-manusia semacam itu:

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ (أحمد ، ومسلم عن عائشة)

Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit  urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah).

{ وَمَنْ وَلِيَ مِنْهُمْ شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَعَلَيْهِ بَهْلَةُ اللَّهِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَهْلَةُ اللَّهِ قَالَ : لَعْنَةُ اللَّهِ } رَوَاهُ أَبُو عَوَانَة فِي صَحِيحِهِ

Dan barangsiapa memimpin mereka dalam suatu urusan lalu menyulitkan mereka maka semoga bahlatullah atasnya. Maka para sahabat  bertanya, ya RasulAllah, apa bahlatullah itu? Beliau menjawab: La’nat Allah. (HR Abu ‘Awanah dalam shahihnya. Terdapat di Subulus Salam syarah hadits nomor 1401).

Amien ya Rabbal ‘alamien.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.463 kali, 1 untuk hari ini)