Setelah terjadi kasus penganiayaan ulama dalam rentang waktu sepekan. Yang menyebabkan pimpinan pondok pesantren Al Hidayah (Santiong), Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kiai Umar Basri terluka parah dan komandan brigade Persatuan Islam (Persis) Wafat.

Dimana dua-duanya diketahui diserang oleh pelaku yang disinyalir sebagai orang gila atau tidak waras.

Baru sehari, kini kembali terjadi modus yang sama persis. Orang gila, sasaran ulama, dilakukan di waktu subuh, dan di wilayah Bandung. Namun kali ini aksi tersebut berhasil digagalkan oleh warga.

Dikutip dari akun facebook Gunawan Gunawan yang memposting aksi warga yang memergoki orang yang diduga gila sedang mengincar ustad dan DKM masjid di daerah Sadang Desa Cicunuk, Cileunyi, Bandung.

Ada 2 orang seperti orang gila di Sadang desa Cinunuk,1 orang diamankan warga dan diserahkan ke polisi yang 1 orang lari.

Muncul malam diawasi waktu subuh ke mesjid ternyata mereka mencari dkm dan ustadz, langsung ditangkap warga ternyata membawa sajam.

Remaja Masjid harap membentuk team perlindungan untuk para ustadz diwilayahnya. Lindungi para ulama dan kyai.

Mengingatkan Pada Era PKI dan Orde Baru

Tentu aksi teror dan pembunuhan pada ulama mengingatkan kita pada sejarah kelam yang pernah terjadi pada bangsa ini.

Tercatat, antara tanggal 18 higga 21 September 1948, FDR/PKI telah membunuh pejabat-pejabat negarta baik sipil maupun militer, tokoh masyarakat, tokoh politik, tokoh pendidikan, bahkan tokoh agama.

Baru pada tahun 1950 awal Januari, setelah PKI dilumpuhkan, sumur-sumur ‘neraka’ yang dighunakan untuk mengubur para korban dibongkar oeh pemerintah yang juga disaksikan langsung oleh masyarakat.

Di salah satu sumur ‘neraka’, di sumur tua Desa Soco, ditemukan sekitar 108 jenazah korban kebiadaban PKI. Sebanyak 78 diketahui dan berhasil diidentifikasi sementara sisanya tidak.

Salah satu yag dapat diidentifikasi itu adalah jenazah KH Soelaioman Zuhdi Affandi, pimpinan Ponpes Ath-tohiri Mojopurno, Magetan.

Kemudian lainnya ada Kyai Imam Mursjid Muttaqin, Mursyid Tarikat Syattariyah Pesantren Takeran. Ada juga Kyai Zoebair, Kyai Malik, Kyai Noeroen dan Kyai Moch Noor.

Jasadnya ditemukan di Sumur ‘neraka’ II Desa Soco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan.

Di sumur yang sama ditemukan juga jasad R Ismaiadi, Kepala Resort Polisi Magetan, R Doerjat (Inspektur Polisi Magetan), Kasianto, Soebianto, Kholis, Soekir (keempatnya anggota Polri), dan masih banyak pejabat serta ulama lainnya.

islamadina.co Posted on February 2, 2018 

***

Ada rekayasa apa lagi?

Dikhawatirkan, kemudian ada suara-suara pating clebung (tak keruan) mengenai masjid. Misal, dari pihak yang suka bergaul dengan jin, menyuara: Kalau begitu, masjid-masjid perlu dijagain pakai jin-jin Muslim. Lalu yang lain lagi, entah dari mana jangan-jangan menyuara, kalau begitu, masjid-masjid perlu dijagain oleh satuan ini dan itu dan dikomandoi langsung dari pusat ini itu, agar demikian dan demikian…

Suara pating clebung itu kalau sampai muncul dan menyebar, dikhawatirkan malah menjadikan Umat Islam lebih-lebih yang tadinya ke masjidnya agak ogah-ogahan jadi semacam punya alasan untuk mangkir dari msjid. Menjauhi rumah-rumah Allah. Hingga masjid-masjid jadi sepi, tapi penuh dengan penjaga-penjaga, entah itu dari makhluk halus yang diundang pihak yang suka begituan, entah yang lainnya.

Kekhawatiran ini mungkin dianggap mengada-ada, tetapi yang jelas, Umat Islam wajib waspada. Bila kepasrahan kepada Allah dari Umat Islam ini tebal, maka insya Allah akan ditolong-Nya.

Ingatlah hadits berikut ini:

عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا ، فَقَالَ «يَا غُلَامُ ! إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ : اِحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ ، اِحْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَـعِنْ بِاللهِ. وَاعْلَمْ أَنَّ الْأُمَّةَ لَوِاجْتَمَعَتْ عَلىَ أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ ؛ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَ إِنِ اجْتَمَعُوْا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ ؛ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ ، رُفِعَتِ الْأَقْلَامُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ». رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ ، وَقَالَ : حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيِحٌ. وَفِي رِوَايَةٍ غَيْرِ التِّرْمِذِيِّ : «اِحْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ ، تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّ ةِ. وَاعْلَمْ أَنَّ مَاأَخْطَأَكَ ؛ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيْبَكَ ، وَمَا أَصَابَكَ ؛ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ ، وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الكَرْبِ ، وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا».

Dari Abul ‘Abbas ‘Abdullah bin ‘Abbâs Radhiyallahu anhuma , ia mengatakan, “Pada suatu hari, aku pernah dibonceng di belakang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda, ‘Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: ‘Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, maka engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau memohon (meminta), mohonlah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, bahwa seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberi suatu manfaat kepadamu, maka mereka tidak akan dapat memberi manfaat kepadamu, kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan Allah untukmu. Sebaliknya, jika mereka berkumpul untuk menimpakan suatu kemudharatan (bahaya) kepadamu, maka mereka tidak akan dapat menimpakan kemudharatan (bahaya) kepadamu, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.’” [HR. at-Tirmidzi, dan ia berkata, “Hadits ini hasan shahîh.”]

Dalam riwayat selain at-Tirmidzi disebutkan, “Jagalah Allah, maka engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Kenalilah Allah ketika senang, maka Dia akan mengenalmu ketika susah. Ketahuilah bahwa apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa pertolongan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan.” / terjemah hadits ini dikutip dari https://almanhaj.or.id

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.798 kali, 1 untuk hari ini)