Festival kuliner olahan daging babi yang diselenggarakan di Mal Sri, Semarang, Jawa Tengah. Festival ingin mengundang kontroversi dari kalangan umat Muslim. Foto oleh Fariz Fardianto/Rappler

Pelajaran penting bagi Umat Islam untuk menghadapi orang kafir

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ } [آل عمران: 118]

  1. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya [Al ‘Imran : 118]

Inilah beritanya.

***

MUI Jawa Tengah sayangkan penyelenggaraan festival makan daging babi

MUI keberatan ada festival makan daging babi mengingat mayoritas warga Semarang adalah Muslim.

Fariz Fardianto, Published 9:40 AM, February 06, 2016 | Updated 9:40 AM, February 06, 2016

SEMARANG, Indonesia – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, Ahmad Daroji menyayangkan ulah penyelenggara “Pork Festival” yang digelar di sebuah pusat perbelanjaan di Semarang. Ahmad menilai panitia nekad padahal telah mengetahui daging babi diharamkan oleh umat Islam.

“Tidak seharusnya acaranya itu diadakan di Semarang, sebab mayoritas warganya beragama Islam. Saya lihat baru ini kali pertama (diselenggarakan) di Jawa Tengah,” kata Daroji.

Komentar senada dilontarkan Ketua Pemuda Muhammadiyah kota Semarang, AM Jumai. Dia beranggapan “Pork Festival” tidak etis digelar di Semarang karena berdekatan dengan lokasi Kampung Arab Kauman.

“Tentu sudah diketahui kawasan tersebut terdiri dari banyak santri dan untuk menjaga kondusivitas juga. Sayangnya, saat saya menghubungi pihak Mal Sri, malah tidak ditanggapi serius,” kata Jumai.

Mereka mengaku telah melaporkan panitia “Pork Festival” ke Polsek Semarang Tengah. Jumai menyebut “Pork Festival” sangat meresahkan umat Islam.

“Kan sudah tahu penggunaan daging babi itu haram. Seharusnya, panitia kalau ingin menggelar acara seperti itu tidak di tempat umum, namun di kawasan tertentu dan bukan di pasar swalayan,” kata dia.

Pendiri Komunitas Kuliner Semarang, Firdaus Adi Negoro, mengakui acara yang mereka gelar telah mengundang kontroversi. Namun, apa yang mereka lakukan hanya ingin memunculkan nuansa baru jelang perayaan Imlek 2016.

Maka, panitia memang sengaja memajang tulisan “Pork Festival” cukup besar lengkap dengan gambar kepala babi. Firdaus juga menyebut telah mendapat restu dari polisi untuk menggelar “Pork Festival” di Semarang.

Untuk mencegah agar festival dan makanan yang ada di sana dikonsumsi warga Muslim, Firdaus mengaku telah melarang warga Muslim untuk datang.

“Orang Muslim sudah kami minta tidak datang,” kata dia.

Di festival itu, Firdaus menyediakan 20 stand dan semuanya menjual menu daging babi. /rappler.com/indonesia

***

Pelajaran penting bagi Umat Islam untuk menghadapi orang kafir

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ } [آل عمران: 118]

  1. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya [Al ‘Imran : 118]

 

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.125 kali, 1 untuk hari ini)