Orang Kaya Lebih Identik Kepada ‘Pamer’ Dibandingkan Orang Tidak Kaya

 


 

Anda mengira orang kaya mesti bahagia dengan kekayaannya? Tidak mesti.

Banyak dari orang kaya sengsara dengan properti mereka. Sehingga maklum kita lihat orang biasa (tidak kaya) kemana-mana aman dan santai. Tapi beda sama orang kaya yang apalagi hartanya sebagiannya haram. Menjaga hartanya lebih ketat dari menjaga keselamatan akhiratnya, padahal ia punya kesempatan besar menuju Surga dengan hartanya. (Walau orang sudah miskin namun masa bodoh terhadap akhirat ya juga jelek sangat).

 

Mau tahu bedanya orang kaya sok bersyukur padahal pamer dengan orang kaya murni bersyukur?!

1. Kalau dia kaya saban hari upload kekayaan atau kemewahan hidupnya, lalu marah jika ada yang inbox minta pinjam duit, maka murni dia itu tukang pamer. Walau kalimatnya tiap hari bersyukur. Gaes, kalimat syukur itu bisa dipoles tapi kelakuan lebih mencerminkan isi hati sebenarnya.

2. Kalau dia sering upload romantisnya dirinya dan istrinya, kemudian komentator atau inboxer menggoda istrinya, ada dua pilihan: a. Jika dia marah, berarti dia bodoh, kan selama ini foto istrinya adalah milik umat. Milik bersama. Dari profesor sampai orgil bebas menikmati paras istrinya – walau tadinya ga cantik namun qaddarallah kaya jadinya polesannya cakep-. Pamer bini = menyumbang paras bini untuk umat. Kaya tapi bodoh bolehlah. Atau pilhan b. Jika dia tidak marah, berarti dia kaya tapi gila.

3. Kalau dia sering upload romantisnya dirinya dan suaminya, kemudian ada perempuan lain minta izin jadi madunya, maka ada dua pilihan sikap: a. Marah. Lha kok marah?! Berarti selama ini dia cuma pengen pamer suami doang, bukan sharing suami. Cuma pamer suaminya yang kaya. Semestinya legowo dong jika ada pengajuan madu. Atau pilihan sikap b. Tidak marah. Pasti ada masalah di balik layar.

Gaes sekeleusan, syukur itu tidak hanya di lisan atau tulisan. Kelakuan dan perbuatan seringkali malah lebih menerjemahkan rasa syukur di hati daripada di ujung lidah atau ujung jemari.

Kalau kaya namun bersyukur, ya banyak sedekah bukan malah hobi selfie.

Kalau kaya namun bersyukur, ya cepat iba sama kekurangan orang bukan malah meninggikan status diri.

Banyak orang kaya bahagianya bukan di harta, tapi kepuasannya di selfie.

 

591591

12 Komentar

234 Kali dibagikan

 

Via fb


Hasan Al-Jaizy Al-Jaizy

22 ojhntactSmponfsoredtl  · 

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 262 kali, 1 untuk hari ini)