SOLO– Umat Islam harus semakin cerdas dalam mengkaji Islam, supaya  bisa membedakan antara Tauhid dengan Thaghut.

Hal itu diungkapkan DR Yadi Purwanto di hadapan tujuh ratusan peserta kajian bedah buku “Ya.. Mereka Memang Thaghut” di Surakarta, Ahad (11/3/2012).

Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo (UMS) ini menerangkan makna Thaghut secara detil, lengkap dengan contoh dakwah para nabi terdahulu yang mengajak kepada Tauhid dan menjauhi para Thaghut.

Untuk memperkaya wawasan akidah tentang makna thaghut, Yadi mengapresiasi jerih payah Ustadz Aman Abdurrahman yang telah menulis buku “Ya.. Mereka Memang Thaghut.” Meski tengah menjalani ujian penjara, dengan kedalaman ilmunya Ustadz Aman sanggup menulis bantahan ilmiah terhadap buku “Mereka Bukan Thaghut” karya Khairul Ghazali yang merusak akidah umat.

Yadi mengingatkan, karena materinya yang tanpa tedeng aling-aling dalam menjelaskan makna thaghut secara rinci, maka buku “Ya.. Mereka Memang Thaghut” ini sangat berpotensi besar untuk dicekal pemerintah. Minimal, buku ini masuk dalam sorotan BNPT sebagai pihak yang selama ini selalu getol dalam program deradikalisasi dan tidak senang terhadap gerakan dakwah yang mengajak kepada tauhid dan menjauhi thaghut. Sebagaimana diketahui, program deradikalisasi merupakan usaha untuk memadamkan dakwah tauhid di tanah air.

“Jangan harap BNPT akan senang dengan terbitnya buku ini, meskipun mereka selalu menggembar-gemborkan mau untuk diajak diskusi dalam program deradikalisasinya,” ujarnya. [Ammar/Kru FAI] (voa-islam.com) Senin, 12 Mar 2012. Foto arrhm

(nahimunkar.com)

(Dibaca 852 kali, 1 untuk hari ini)