Ilustrasi: Makam Sedah Mirah/Suara-islam.com


Selir adalah lafal Jawa yang artinya gundik, menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Biasanya selir itu merupakan sebutan bagi gundik raja. Sedang istri resminya disebut permaisuri atau garwa padmi (istri resmi).

Ada orang terkenal di negeri ini, cucunya dinamai dengan nama yang mirip dengan nama selir alias gundik dari raja di tempat asalnya. Yaitu Sedah Mirah (artinya sirih murah). Menurut cerita, sang selir itu terkenal Namanya karena dari 40 gundik sang raja, dialah konon yang paling cantik.

Kuburan 40 gundik itu ada di satu lokasi pekuburan, di daerah Kartosuro Solo Jawa Tengah. Seingat saya, kuburan selir paling terkenal itu tadinya hanya ditandai dengan kayu maesan yang lebih tinggi dibanding yang lain. Saya sudah lupa, tahun berapa (tapi kira-kira sudah 40 tahun lalu) saya diajak ke sana oleh teman, untuk ditunjuki bahwa ada kuburan selir-selir seorang raja di Solo yang sampai berjumlah 40 wanita.

Belakangan kabarnya ada orang-orang yang memuja kuburan selir tercantik itu untuk cari pesugihan dan sebagainya (suatu ritual kemusyrikan, dosa terbesar yang mengeluarkan pelakunya dari Islam, karena memuja dan memohon kepada selain Allah Ta’ala, maka diancam kekal di neraka, bila tidak bertaubat sebelum meninggalnya). Di internet dapat dilihat gambar kuburan selir tercantik itu kini pakai batu kijing terbesar dibanding yang lain.

Sejak saya mendengar ada orang terkenal, cucunya yang belum lama lahir dinamai nama yang mirip dengan nama selir paling cantik dan paling terkenal, pikiran saya jadi mandeg, berhenti. Saya tidak mampu berfikir. Hanya ingat apa yang pernah saya lihat 40 tahunan yang lalu ketika diajak teman untuk ditunjuki jajaran kayu-kayu maesan yang berjajar-jajar berdiri di atas kuburan 40 selir yang oleh teman saya kalau maesan yang paling tinggi itulah yang diceritakan sebagai selir paling cantik. Lha kok sekarang seorang terkenal, cucunya yang belum lama ini lahir dinamakan dengan nama mirip nama selir itu.

Itu hak mereka untuk menamakan anak ataupun cucunya. Hanya saja, karena saya tahu berita ini di saat lagi ramai-ramainya kampanye pilpres 2019, saya hanya ngungun (membatin dengan penuh perasaan). Kenapa ya, seorang yang mencapreskan diri lagi, punya cucu dinamai dengan nama yang mirip dengan nama selir alias gundik terkenal di daerahnya.

Sampai sekarang, saya tidak mendapatkan jawaban dari diri saya, karena sepertinya saya sedang ngungun sesuatu yang ora tinemu nalar (tidak ketemu nalar) di otak saya, padahal ternyata memang nyata terjadi. Bahkan di daerah dekat asal saya pula.

Ya Allah… Betapa jauhnya makhlukMu ini dari tuntunanMu. Ada manusia-manusia yang memuja kuburan selir alias gundik raja untuk cari pesugihan, pangkat dan sebagainya demi mengejar dunia dengan cara yang sangat Engkau larang hingga Engkau utus para Rasul untuk memberantas kemusyrikan semacam itu dari zaman dulu kala, tapi kini kemusyrikan memuja kuburan, itupun kuburan selir alias gundik, malah dilakukan orang tanpa malu-malu. Dan bahkan ada yang tampaknya mengagumi nama gundik yang sudah jadi mayat sejak lama namun dipuja-puja orang musyrikin itu dan bahkan melestarikan Namanya dengan disematkan nama yang mirip nama gundik terkenal itu pada keturunannya. Sedangkan orang terkenal itu mencalonkan diri untuk dipilih lagi untuk memimpin negeri ini. Mau dibawa ke manakah negeri ini, ya Allah…

Ya Allah, tunjukilah kami kebenaran sebagai kebenaran, dan beri kami rizki (kekuatan) untuk mengikutinya. Dan tunjukilah kami kebatilan (dan yang menjijikkan) sebagai kebatilan (dan yang menjijikkan), dan berilah kami rizki (kemampuan) untuk menjauhinya.

Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin…

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.848 kali, 1 untuk hari ini)