Kasus ‘Tuhan Membusuk’, seorang mahasiswa baru di UIN Surabaya akhirnya tidak kembali ke kampus karena dilarang orangtuanya melanjutkan kuliah.

Usai mengikuti OSCAAR (kegiatan Orientasi Akademik dan Cinta Almamater), seorang mahasiswa baru UIN Surabaya pulang kekampungnya di Kabupaten Tuban, JawaTimur. Rupanya di rumahnya ia dimarahi bapaknya, sebab mahasiswa baru itu mengenakan baju kaos OSCAAR yang bertuliskan “Tuhan Membusuk”. Akhirnya dia tidak kembali ke kampus karena dilarang orang tuanya melanjutkan kuliah.

Inilah beritanya.

***

Kasus Spanduk ‘Tuhan Membusuk’ UIN Sunan Ampel

Dapat Kaos “Tuhan Membusuk”, Peserta OSCAAR UINSA Diminta Pindah Kuliah

Jum’at, 5 September 2014 – 13:15 WIB

Hidayatullah.com Kasus spanduk kontroversi dalam kegiatan Orientasi Akademik dan Cinta Almamater (OSCAAR) 2014 Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya masih menyisahkan banyak cerita. Bahkan seorang mahasiswa baru yang akhirnya tidak kembali ke kampus karena dilarang orangtuanya melanjutkan kuliah.

Kejadian ini diungkapkan seorang mahasiswa baru UINSA berinisial AM, saat ditemui hidayatullah.com di depan gedung Fakultas Ushuluddin, UINSA, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (04/09/2014) sore.

AM menuturkan, cerita bermula saat peserta OSCAAR yang sempat tinggal seasrama dengan seorang sahabat barunya, sebut saja BB selesai mengikuti kegiatan pada hari terakhir kegiatan ospek tersebut, Sabtu (30/08/2014).

Usai mengikuti OSCAAR, tutur AM, teman seasramanya itu pulang ke kampungnya di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Rupanya di rumahnya ia dimarahi bapaknya, sebab mahasiswa baru itu mengenakan baju kaos OSCAAR yang bertuliskan “Tuhan Membusuk”.

“Setelah satu hari di rumah itu, (dia) datang ke asrama. Saya tanyain, kapan datang? Gimana keadaan di rumah? Langsung dia curhat,” tutur AM.

Dalam curhatnya kepada AM, mahasiswa baru tadi mengaku ia dimarahi bapaknya.

“Gara-gara itu, dia bawa baju kenang-kenangan dari panitia (OSCAAR) itu tulisannya ‘Tuhan Membusuk’. Dimarahin sama orang di rumah dia. Nda sampai sih dipukul,” tutur AM, mahasiswa UINSA Fakultas Dakwah.

Sabtu itu juga, temannya AM ini langsung pulang membawa pakaiannya meninggalkan UINSA.

“Iya, saya dimarahi sama bapak. Saya disuruh pindah (kuliah), pokoknya harus pindah,” ungkap ‘korban’ OSCAAR tersebut seperti ditirukan AM.

Namun sayang, AM tidak sempat mendapat cerita detail dan bertanya lebih jauh tentang teman yang baru dikenalnya di asrama pesantren mahasiswa UINSA itu.

AM menduga, bapak temannya itu mungkin mengerti bahaya pemikiran dibalik tulisan “Tuhan Membusuk” tersebut.*

Rep: Muh. Abdus Syakur/hdytllhcom

(nahimunkar.com)

 

(Dibaca 2.265 kali, 1 untuk hari ini)