. 

 

  • “Orang yang tidak baca dan tidak salat itu tidak layak jadi pemimpin,” ujar  calon presiden (capres) Prabowo Subianto, saat berpidato konsolidasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Selasa (27/5/2014).
  • Tak heran bila Prabowo berkata demikian. Dalam biodata pribadinya yang diunggah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Prabowo menuliskan empat kebiasaan yang disukainya: membaca, berkuda, berenang dan menembak. Sementara soal ibadah salat, sejak jadi tentara Prabowo sudah dikenal sebagai ABRI hijau. Hijau di situ maknanya Islami.

Jakarta (SI Online) – Membaca merupakan suatu kebiasaan (hobi) yang harus melekat dalam diri seorang pemimpin bangsa. Tanpa membaca semua hal bisa menjadi tabu dan tidak tahu apa-apa.

Demikian diutarakan calon presiden (capres) Prabowo Subianto, saat berpidato konsolidasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Selasa (27/5/2014).

“Tokoh PKS orangnya cerdas dan pintar, jangan-jangan di pesantren diajarkan main catur,” canda Prabowo.

Prabowo juga menceritakan pengalaman pribadinya tentang penjual buku di acara partai. Ia juga dengan bangga menyebutkan PKS merupakan partai religius yang suka baca dan Gerindra partai nasionalis yang gemar membaca.

“Orang yang tidak baca dan tidak salat itu tidak layak jadi pemimpin,” ujarnya.

Dalam pidato konsolidasi PKS, Prabowo mengutarakan impiannya tentang Indonesia yang mandiri, hidup secara makmur, layak, dan terhormat.

Saat konsolidasi ini Prabowo juga mengucapkan terima kasih atas dukungan PKS di koalisi merah putih untuk pencalonannya sebagai presiden RI.

Tak heran bila Prabowo berkata demikian. Dalam biodata pribadinya yang diunggah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Prabowo menuliskan empat kebiasaan yang disukainya: membaca, berkuda, berenang dan menembak. Sementara soal ibadah salat, sejak jadi tentara Prabowo sudah dikenal sebagai ABRI hijau.

red: abu faza
sumber: tribunnews.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 22.750 kali, 1 untuk hari ini)