Ahad 27 Syawal 1435 / 24 Agustus 2014 10:07

PENGURUS harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), IDG Ngurah Utama, sangat menyesalkan adanya larangan penggunaan jilbab/kerudung dan peci di Bali.
PHDI, kata Ngurah Utama, mengecam sikap intoleransi yang telah dilakukan kelompok tertentu dengan mengatasnamakan umat Hindu Bali. Menurutnya, ajaran Hindu itu sangat mengedepankan toleransi kepada semua pihak.
Kecaman ini disampaikan terkait dengan adanya pelarangan penggunaan peci dan kerudung di Bali belum lama ini.

”Hindu memiliki ajaran yang disebut om basudewa kumtubakam yang artinya seluruh umat manusia adalah bersaudara. Dengan adanya sikap pelarangan atribut keagamaan di Bali oleh sekelompok orang itu tentunya sangat bertentangan dengan ajaran Hindu,” katanya di Jakarta seperti diberitakan Republika Online, Sabtu (23/8).

Sejak dulu, kata pria yang juga menjabat sebagai ketua Suka Duka Banjar ini, umat Islam dan Hindu telah hidup berdampingan secara damai di Bali. Meski menjadi minoritas, katanya, umat Islam diperbolehkan menggunakan atribut keagamaan, mendirikan masjid dan berkegiatan keagamaan di tanah Bali. [Pz/Islampos]

***
Yang dimaksud sikap intoleransi yang telah dilakukan kelompok tertentu dengan mengatasnamakan umat Hindu Bali adalah kecaman Presiden World Hindu Youth Organisation (WHYO) Arya Wedakarna terhadap jilbab dan bank syariah yang akan didirikan di Bali. Menurut advokat senior yang kini menjadi salah satu petinggi Front Pembela Islam (FPI) Munarman, SH., “Itu motifnya duit. Makanya sasarannya Hypermart, Jasa Marga, Bank Syariah. Supaya (perusahaan-perusahaan itu) bayar ke dia. Ini nggak ideologis, tapi dia pakai agama. Sebutlah pemerasan atas nama agama,” ungkapnya. Selengkapnya di https://www.nahimunkar.org/urusan-arya-wedakarna-hanya-soal-duit-pemerasan-atas-nama-agama/
Simak kembali jejak permusuhan Arya Wedakarna terhadap Islam di Nahimunkar.com seperti https://www.nahimunkar.org/jejak-permusuhan-arya-wedakarna-terhadap-islam/ atau https://www.nahimunkar.org/raja-bali-ini-orang-kafir-yang-memusuhi-islam/ atau https://www.nahimunkar.org/kasus-raja-bali-imbau-muslimin-tidak-sembelih-sapi-untuk-kurban-dan-nyata-batilnya-faham-plralisme-agama/ .
Apa yang dilakukan Arya Wedakarna tersebut mendapatkan respon tegas dari berbagai pihak. Simak laporannya di https://www.nahimunkar.org/gerakan-anti-syariah-di-bali-dikecam/ dan di https://www.nahimunkar.org/yang-melarang-pemakaian-kerudung-dan-pendirian-bank-syariah-bisa-di-meja-hijaukan/.

(BR/nahimunkar.com)

(Dibaca 1.983 kali, 1 untuk hari ini)