SURKARTA– Elemen Islam Surakarta Yang Terdiri dari Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Brigade Al Ishlah, Jamaah Ansarut Tauhid (JAT) dan Jamaah Ansarus Syariah (JAS) mendatangi 3 lokasi yang telah terbukti meminta karyawan Muslim/Muslimah mengenakan seragam Kristen ala Santa Claus, Senin (15/12/ 2014).

Tiga lokasi tersebut adalah Solo Paragon Lifestyle Mall, Solo Grand Mall dan Luwes Kartasura Sukoharjo.

Setelah dibacakan Surat Himbauan oleh Ketua LUIS Edi Lukito, ketiga manager baik Ngatiman dari Manajer Paragon, Bambang Manager dari Solo Grand Mall maupun Eliyana dari manager Luwes Kartasura minta maaf dan terima kasih atas masukan dan sarannya.

Humas LUIS sekaligus Tim Advokasi DSKS, Endro Sudarsono dalam keterangannya kepada redaksi, ketiga supermarker/mall tersebut berjanji akan mengevaluasi masalah kostum atau seragam mirip Santa Claus tersebut.

Sementara itu ketika ditemui Pengurus LUIS di Mapolres Surakarta, Kasat Intel Polres Surakarta Kompol M.Fakhrudin yang didampingi Kasat Reskrim Kompol Guntur mendukung aksi memberi Surat Himbauan dari Elemen Islam Surakarta kepada Pelaku Usaha dan berjanji akan berkoordinasi dengan para pengusaha agar aspirasi ini bisa diterima.(azmuttaqin/arrahmah.com) A. Z. Muttaqin Selasa, 23 Safar 1436 H / 16 Desember 2014 09:45

***

Jadi pelajaran berharga

Melabrak tampat-tempat usaha yang “mengkristenkan” umat Islam dengan terbukti menyandangi atribut kekafiran yang diharamkan bagi Musimin semacam itu menjadi pelajaran berharga.

Selanjutnya, di tempat lain kemungkinan akan terjadi kasus yang sama, dan semestinya pihak “pengkristen” itu bukan hanya membuka mulut dengan minta maaf, tetapi mestinya dengan janji tertulis secara resmi.

Itu penting dilakukan, agar Umat Islam yang sudah dizalimi agamanya padahal merupakan penduduk mayoritas ini tidak tambah disepelekan saja.

(nahimunkar.com)