Orang Munafik mendukung maksiat, kaum mukminin menolaknya

  • “Jika pemerintah memberikan izin. Pemerintah tidak bermoral. Saya meminta Presiden SBY bertindak tegas dan bijak membatalkan acara tersebut. Jika tidak, terpaksa kami lakukan dengan cara kekerasan,” tegas Wakil Ketua Muhammadiyah Jawa Barat, Mursalin Dahlan

Inilah beritanya.

***

Tolak Miss World, Ormas Siap Turun ke Jalan

turun ke jalanWakil Ketua Muhammadiyah Jawa Barat, Mursalin Dahlan meminta agar Pemerintah membatalkan acara yang dinilainya melanggar norma dan etika bangsa Indonesia tersebut.

“Jika tidak bisa dengan cara baik-baik, kita akan membubarkannya dengan cara berdemo saat acara berlangsung,” ujar Mursalin kepada wartawan di Jalan Jakarta, Kota Bandung, Jumat (30/8/2013).

Dia menuturkan, akan mengerahkan 10 ribu anggota Majelis Mujahidin Jawa Barat untuk turun ke jalan menolak kontes kecantikan wanita se-dunia itu tetap dilakukan. Dahlan menilai, kontes tersebut bertentangan dengan ajaran Islam dan norma-norma yang berlaku di masyarakat Indonesia.

“Jika pemerintah memberikan izin. Pemerintah tidak bermoral. Saya meminta Presiden SBY bertindak tegas dan bijak membatalkan acara tersebut. Jika tidak, terpaksa kami lakukan dengan cara kekerasan,” tegas dia.

Hal senada juga dikatakan salah seorang pengurus Syarikat Islam (SI) Jabar, Adam Anhari yang menolak perhelatan Miss World. Menurut dia, acara yang digelar di Bali, Jakarta, serta Jawa Barat ini dinilai tidiak ada manfaatnya bagi warga Indonesia.

“Ajang tersebut tidak layak digelar di Indonesia. Bahkan, tidak ada manfaatnya sama sekali,” kata dia.

Menurut dia, Indonesia merupakan salah satu negara Muslim di dunia. Seharusnya Pemerintah Indonesia bisa menolak penyelenggaraan kontes kecantikan tersebut.[jul] Oleh: Jaka Permana

etro bandung – Jumat, 30 Agustus 2013 | 20:49 WIB INILAH.COM

***

Munafik mendukung maksiat, mukmin menolaknya

Dalam menyikapi kemunkaran (keburukan, kemaksiatan dan sebagainya), orang mukmin wajib mencegahnya, menolaknya sekemampuannya. Sebaliknya, orang munafik justru menyuruhnya atau mendukung kemunkaran sekemampuannya pula.

Rupanya dam kasus penyelenggaraan miss world alias kontes kecantikan sejagat itu termasuk ujian bagi setiap orang yang mengaku muslim; apakah benar-benar beriman atau justru munafik. Siapapun yang condong apalagi mendukung m,ega maksiat tingkat sejagat itu maka pantas dipertanyakan keimanannya. Dikhawatirkan, mereka termasuk orang-orang munafik dalam ayat ini. Padahal, munafik itu tempatnya kelak adalah di kerak neraka.

Ayat tentang orang munafik ini perlu direnungkan:

{الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (67) وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا هِيَ حَسْبُهُمْ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ } [التوبة: 67، 68]

67. orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya[Berlaku kikir]. mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.

68. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela’nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal. (QS At-Taubah/ 9 : 67-68).

Sebailknya, sikap orang mukimin adalah menolak atau mencegah kemunkaran (keburukan, maksiat dan sebagainya) dan memerintahkan kebaikan (ma’ruf).

{ وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (71) وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ } [التوبة: 71، 72]

 71. dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

72. Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar. (QS At-Taubah/ 9: 71-72).

(nahimunkar.com)

(Dibaca 488 kali, 1 untuk hari ini)