• Warga Menuding Pemerintah China Bohong Soal Jumlah Korban di Wuhan

Di Wuhan, Terus Berjatuhan Orang-Orang Sekarat , Tidak Ada yang Merawat Mayat, Korban Tumbang di Sembarang Tempat


 

HONG KONG – Peristiwa mengerikan terlihat di Wuhan, China, tempat virus 2019-nCoV—jenis baru dari coronavirus—muncul dan menyebar. Di kota itu, beberapa orang yang terinfeksi virus terlihat ambruk di jalan-jalan di dekat gedung dan didekati para petugas medis berjas hazmat.

Orang-orang terinfeksi virus mirip SARS ini terlihat berbaring tak bergerak di lantai dan tanah di kota tersebut. Pemandangan ini membuat Wuhan kini dijuluki media Barat sebagai “zombieland”.

Salah satu video yang di-posting di Instagram yang menunjukkan petugas medis di Wuhan mengenakan jas hazmat dan masker gas mendekati pria yang ambruk menghadap ke lantai di sebuah gedung saat orang-orang lainnya lewat.

Saksi mata mengklaim korban, yang mengenakan masker pelindung, kehilangan kesadaran dan pingsan saat mengantre untuk memperoleh dokumen. Kejadian menakutkan itu disaksikan oleh enam orang yang mengenakan masker putih.

Video:

  • ***
  • Warga Menuding Pemerintah China Bohong Soal Jumlah Korban di Wuhan

    Dalam pesan audio tersebut yang pertama kali dibagikan oleh Chinese news outlet Global Himalaya, rekaman itu disebut-sebut berasal dari salah satu staf medis di Wuhan. Dalam rekaman audio tersebut, wanita itu berkata:

    “Saya telah bekerja sepanjang hari. Sekarang saya tidak bertugas. Saya berangkat sekitar jam 4 sore, saya sudah menangis. Infeksinya jauh lebih mengerikan dibanding yang dilaporkan di TV. Ada begitu banyak kasus. Dokter memperkirakan sekitar 100 ribu orang terinfeksi,” ujar wanita tersebut. 

    • video-video menyeramkan mengenai orang-orang yang terjangkit virus ini di Wuhan telah tersebar. Video tersebut memperlihatkan lantai rumah sakit yang dipenuhi mayat dan orang-orang berjatuhan di jalanan. 
    • Bahkan kini ada kekhawatiran, virus corona akan berevolusi, dengan melihat orang-orang yang mengeluarkan batuk darah. Namun sayangnya hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah China soal kasus ini.

    Seorang wanita yang diyakini sebagai tenaga medis di pusat wabah virus corona Wuhan mengklaim bahwa jumlah orang yang terinfeksi jauh lebih banyak dibanding yang diumumkan oleh pemerintah China, yaitu 100 ribu orang. 

    Sejak virus tersebut merebak di kota Wuhan, China, 41 orang telah meninggal dengan jumlah kasus yang dikonfirmasi di China hampir mencapai 1300 orang. 

    Dilansir dari Daily Star, Minggu 26 Januari 2020, virus corona dikabarkan telah terdeteksi di Australia, Nepal, Malaysia, Vietnam, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Prancis, dan Amerika Serikat. Dalam upaya untuk memerangi penyebaran virus ini, kota Wuhan dan 12 wilayah lain telah dikarantina sepenuhnya. 

    Namun, sebuah pesan suara yang dibagikan di grup Whatsapp, menyatakan jumlah orang yang terinfeksi ratusan kali lebih banyak dibanding angka resmi yang telah diumumkan oleh pemerintah China. 

    Dalam pesan audio tersebut yang pertama kali dibagikan oleh Chinese news outlet Global Himalaya, rekaman itu disebut-sebut berasal dari salah satu staf medis di Wuhan. Dalam rekaman audio tersebut, wanita itu berkata:

    “Saya telah bekerja sepanjang hari. Sekarang saya tidak bertugas. Saya berangkat sekitar jam 4 sore, saya sudah menangis. Infeksinya jauh lebih mengerikan dibanding yang dilaporkan di TV. Ada begitu banyak kasus. Dokter memperkirakan sekitar 100 ribu orang terinfeksi,” ujar wanita tersebut. 

    Dia juga menjelaskan bahwa ada lebih dari 10 dokter yang merawat dan mengatakan bahwa ada lebih dari 100 orang yang terinfeksi dalam satu hari. Wanita yang tidak disebutkan namanya itu memperkirakan, banyak dari pasien yang terinfeksi gagal diselamatkan. 

    “Pemerintah tidak mendukung kami dengan pasokan medis. Para pasien memohon, tetapi kami tidak bisa melakukan apa-apa. Mereka sekarat tepat di depan mata kita. Tolong lakukan segala upaya untuk melindungi dirimu di rumah. Jangan pernah memercayai pemerintah. Kita sendirian sekarang,” lanjut wanita dalam rekaman itu. 

    Dalam beberapa terakhir, video-video menyeramkan mengenai orang-orang yang terjangkit virus ini di Wuhan telah tersebar. Video tersebut memperlihatkan lantai rumah sakit yang dipenuhi mayat dan orang-orang berjatuhan di jalanan. 

    Bahkan kini ada kekhawatiran, virus corona akan berevolusi, dengan melihat orang-orang yang mengeluarkan batuk darah. Namun sayangnya hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah China soal kasus ini.

  • VIVA – 26 Januari 2020 | 07:09 WIB
  • ***

    Kebohongan Penguasa Komunis China juga mendunia ketika menutup-nutupi kezaliman China terhadap Umat Islam Uighur di Xinjinag.

    Allah pun sangat tidak rela, hamba-hambaNya yang beriman dilarang shalat, dipenjarakan diperlakukan secara kejam oleh penguasa komunis China dipaksa makan babi dan minum khamar yang sangat diharamkan dalam Islam.

    Silakan baca ini.

    ***

Chinaisasi Islam dan “Islam Nusantara”



Ilustrasi Muslimah Uighur Diperkosa Ramai-ramai, ini Kengerian Kamp Konsentrasi RRC/ eramuslim Rabu, 22 Safar 1441 H / 23 Oktober 2019 10:00 W

Seorang da’i Indonesia sengaja melihat langsung ke wilayah- wilayah Muslim di negeri Komunis China, di antaranya wilayah Muslim Uighur di Xinjiang, dan wilayah Muslim Suku Hui yang diebut ‘Mekkah Kecil” yang tadinya pusat Pendidikan Islam dan pengajaran Bahasa Arab, namun sudah dilarang penguasa Komunis China.

Laporannnya secara berseri dituangkan di akun fb da’I tersebut, dan kemudian dikutip nahimunkar.org di link ini: mengenai betapa tragisnya nasib muslimin Uighur di Xinjiang, dilarang shalat, dipenjarakan di kamp dengan dipaksa makan daging babi dan minum khamr yang sangat diharamkan dalam
Islam. https://www.nahimunkar.org/thejourneytoxinjiang-1-15/

Juga di linik ini: mengenai muslim suku Hui di ‘Makkah Kecil’ di China dan sebagainya yang
Islam dan Pendidikan Islamnya sejak 2017 mulai diberangus secara sistematis oleh penguasa Komunis China dengan aneka larangan dan rekayasa penghapusan Islam. https://www.nahimunkar.org/di-china-anak-anak-muda-tidak-boleh-shalat-berjamaah-di-masjid/

Di akhir sebuah laporan, da’I tersebut menulis:

“Kubah dirubah seperti atap bangunan China. Menara dirubah mirip pagoda. Ini benar-benar program Chinaisasi Islam. “Islam Nusantara” kalau di negeri kita.


Saya tidak habis pikir, begitu sistematis program Chinaisasi Islam oleh Rezim Komunis Cina ini. Menurut warga sekitar, program ini dimulai sejak tahun 2017. Waktu yang bersamaan dengan diberlakukannya camp re-edukasi untuk Muslim Uyghur di Xinjiang.


Pesantren dibatasi, anak muda dilarang ke masjid, tema khutbah Jumat diatur, Bahasa Arab dibatasi, kubah dan menara masjid diganti. Jelas yang mereka lakukan adalah pemutusan mata rantai generasi Islam secara sistematis.


Hari ini mungkin belum terasa. Tapi, sepuluh dua puluh tahun lagi? Mekkah Kecil di Negeri China ini akan hilang. ?

Allahul Musta’an.”


#TheJourneyToXinjiang #19


https://www.facebook.com/umaier.khaz.3?/

https://www.nahimunkar.org/di-china-anak-anak-muda-tidak-boleh-shalat-berjamaah-di-masjid/

 
 

***

Rekayasa Penghapusan Islam

Dikhawatirkan pengebirian Islam oleh penguasa Komunis China secara sistematis itu di belahan dunia lainnya ada yang berjurusan sama dalam merekayasa Islam. Bila orang yang telah meneliti dengan langsung mendatangi tempat2 pengebirian Islam/ penghapusan Islam di China sampai membuat laporan: “Kubah dirubah seperti atap bangunan China. Menara dirubah mirip pagoda. Ini benar-benar program Chinaisasi Islam. “Islam Nusantara” kalau di negeri kita.

Saya tidak habis pikir, begitu sistematis program Chinaisasi Islam oleh Rezim Komunis Cina ini. Menurut warga sekitar, program ini dimulai sejak tahun 2017. Waktu yang bersamaan dengan diberlakukannya camp re-edukasi untuk Muslim Uyghur di Xinjiang.”, maka perlu kita renungkan.

Di Indonesia ada proyek besar dibiayai Pembangunan kampusnya menelan dana hingga Rp 3,9 triliun. Diberitakan, di antara yang menyanggupinya untuk mendukungnya adalah pihak Syiah Iran, yaitu apa yang disebut UIII (Universitas Islam Internasional Indonesia) dibangun di tanah luas Kawasan tanah RRI di Cimanggis Depok, dengan mencanangkan Pendidikan s2 dan s3 bermateri Islam Nusantara yang oleh situs NU disebut Islam ala Nusantara.

Apakah sejurusan dengan yang dilakukan China? Tahun 2018 yang lalu, tepatnya Selasa (5/6/2018) pembangunan kampus UIII (Islam Nusantara) itu peletakan batu pertamanya dilakukan oleh tokoh utama yang anak-anaknya disekolahkan di sekolahan gereja China di Singapura, yaitu Anglo-Chinese School, sekolah punya Gereja Methodist di Singapura.

Menag Fachrul ketika belum lama diangkat jadi menteri agama, dikunjungi Dubes Iran di kantor Kemenag Pusat di Jakarta, mengemukakan UIII (Universitas Islam Internasional Indonesia) di Cimanggis Depok itu akan beroperasi/ mulai dibuka tahun 2020. https://www.nahimunkar.org/uiii-universitas-islam-internasional-indonesia-islam-nusantara-dan-syiah-iran-2/

Bila merujuk pada laporan seorang da’I yang telah berkunjung ke berbagai wilayah Islam di China yang Umat Islamnya sangat menderita karena kezaliman penguasa Komunis china itu, laporannya di antaranya ditutup dengan ungkapan: “Hari ini mungkin belum terasa. Tapi, sepuluh dua puluh tahun lagi? Mekkah Kecil di Negeri China ini akan hilang.  
Allahul Musta’an.’; maka bagaimana denga rekayasa terhadap Islam dengan apa yang disebut Islam Nusantara dengan Lembaga taraf internasional UIII?

Boleh jadi, kalimat itu tinggal diulang kembali dengan lokasi yang dikesinikan belaka. Semoga saja tidak. Karena Allah Ta’ala telah berfirman:

{يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ (32) هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ} [التوبة: 32، 33]

“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, sementara Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukainya. Dialah Yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (al-Quran) dan agama yang benar untuk Dia menangkan atas segala agama walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.” (QS at-Taubah: 32-33).

Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman

يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

“Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya.” (QS. Ash-Shaff: 7)

Ibnu katsir menjelaskan bahwa orang-orang kafir yaitu musyrikin dan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) ingin memadamkan cahaya (agama) Allah SWT. Petunjuk dan agama yang haq (benar) yang dibawa utusan Allah ingin mereka padamkan dengan bantahan-bantahan dan kebohongan-kebohongan mereka. Maka perumpamaan upaya orang-orang kafir itu seperti orang yang ingin memadamkan sinar matahari atau cahaya rembulan dengan cara meniupnya. Ini tidak mungkin. Demikian pula Rasul yang Allah utus dengan agama-Nya pastilah akan sempurna dan tampak. Oleh karena itu dalam hal yang mereka lontarkan dan inginkan, Allah Ta’ala telah berfirman membantah mereka:

وَيَأْبَى اللهُ إِلا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

“Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.” (QS at-Taubah: 32)


(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.191 kali, 1 untuk hari ini)