Novel Bamukmin (Antara)


JAKARTA – Persaudaraan Alumni (PA) 212 menggelar Aksi Bela Islam, Jumat 6 April 2018 kemarin, menuntut Sukmawati Soekarnoputri dipidana karena puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’. Humas PA 212, Novel Bamukmin menilai Polri terkesan tak serius mengusut kasus dugaan penistaan agama tersebut.

“Polisi tidak ada itikad yang baik atau serius dalam masalah penghinaan agama oleh Sukmawati,” ucap Novel saat dihubungi Okezone, Sabtu (7/4/2018).

Dalam aksinya kemarin, PA 212 meminta dipidanakannya Sukmawati Soekarnoputri. Mereka minta polisi menangkap putri Presiden Soekarno itu lalu menjadikannya tersangka dan ditahan.

“Jangankan untuk dijadikan tersangka apalagi ditahan, untuk ada agenda kapan diperiksanya saja mereka tidak punya ketegasan kapan Sukma akan diperiksa,” jelasnya.

Menurut Novel, sikap yang ditunjukkan kepolisian ini sengaja memancing agar ada aksi lanjutan, sehingga energi umat Islam yang turun jalan ini bisa terkuras. Bahkan Novel menduga kepolisian sengaja ingin merekayasa adanya kriminalisasi terhadap ulama seperti yang terjadi pada aksi-aksi sebelumnya.

“Artinya mereka ingin kita melakukan aksi lanjutan untuk mungkin menguras energi umat Islam yang turun dan diduga bahwa mereka ingin agar kegaduhan ini berlanjut untuk bisa merekayasa kriminalisasi terhadap ulama,” paparnya.

Sebelumnya, Rabu 4 April 2017, Sukmawati resmi menyampaikan permohonan maaf kepada umat Islam di seluruh Indonesia yang merasa tersinggung dengan puisinya. Sambil berderai air mata, ia mengaku tidak ada niat sedikitpun untuk menghina umat Islam di Indonesia.

“Karena karya sastra dari Puisi Ibu Indonesia ini telah memantik kontroversi di berbagai kalangan, baik pro dan kontra khususnya di kalangan umat Islam. Dengan ini, dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon maaf lahir batin kepada umat Islam Indonesia, khususnya bagi yang merasa tersinggung dan berkeberatan dengan Puisi Ibu Indonesia,” ujar Sukmawati sambil sesenggukan menahan tangis di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu 4 April 2018.

Puisi kontroversi itu sedianya dibacakan Sukmawati di acara 29 tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu 28 Maret 2018. (sal)

Sumber: news.okezone.com / Bayu Septianto

(nahimunkar.org)

(Dibaca 282 kali, 1 untuk hari ini)