• Hati-hati! Daging Babi dan Sapi pada Bakso Susah Dibedakan

Inilah beritanya

***

Pabrik Bakso Babi di Cipete Sudah Beroperasi 2 Tahun

Daging sapi dicampur daging babi agar harganya lebih murah.

Rabu, 12 Desember 2012, 14:32Eko Priliawito, Siti Ruqoyah

Lokasi-penggilingan-daging-babi_8324652385

VIVAnews – Polisi bersama dengan bidang Pengendalian dan Pengawasan Suku Dinas Perternakan Jakarta Selatan, sudah mengendus keberadaan tempat penggilingan daging babi di Cipete, Jakarta Selatan, sejak tiga minggu lalu.

Saat dihubungi VIVAnews, Kepala Seksi Pengendalian dan Pengawasan Sudin Peternakan Walikota Jakarta Selatan, Nurhasan, membenarkan bila hampir 70 persen pelanggan di penggilingan babi itu adalah tukang bakso.

Menurutnya, diduga kuat pengelola tempat itu sengaja mencampur dengan daging sapi dengan daging babi agar harganya lebih murah. Berdasarkan keterangan warga, tempat penggilingan daging itu sudah beroperasi sejak dua tahun lalu.

“Cuma belum tahu mulai kapan mereka mencampur dengan daging yang diduga babi,” katanya.

Dalam penggerebekan itu, polisi menangkap pemilik penggilingan daging bernama Eka Prayitno dan tiga karyawannya.

“Kami juga minta keterangan dari  tukang bakso yang ada di sana saat akan menggiling daging,” katanya.

Saat ini, tempat tersebut sudah diberi garis polisi dan tidak dibolehkan untuk beroperasi. Sebenyak 50 kg daging babi beku dan 15 kilogram daging giling campuran sudah disita.

Dari pantauan VIVAnews, kios milik Eka Prayitno yang berukuran 3×4 meter memang bersebelahan dengan kios perabotan rumah dan kios beras. Di depannya ada selokan besar berukuran satu meter.

Menurut Ahmad (45) pemilik warung di dekat lokasi, untuk daging beku di tempat itu dijual dengan harga Rp40 ribu per kilonya. Harga ini jauh dari harga daging sapi.

“Setahu saya cuma penggilingan. Dagingnya tadi subuh dibawa dipakai kresek, dibawa petugas yang pakaiannya kayak PNS,” katanya. (sj) VIVA.co.id

***

Penjual Bakso Daging Babi di Cipete Hanya Didenda Rp 5 Juta

Indra Subagja – detikNews

Rabu, 12/12/2012 17:33 WIB

foto kios jual babi_8326562374Jakarta – Pelaku yang menjual bakso daging babi di Cipete, Jaksel, dikenai pidana pelanggaran ringan (tipiring). Sang pemilik tempat penggilingan pemilik kios, Eka, dianggap melanggar Perda No 8 tahun 1989 tentang pengawasan pemotongan dan perdagangan ternak.

“Sanksinya tipiring, 3 bulan penjara atau denda maksimal Rp 5 juta,” jelas Kepala Suku Dinas Agung saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (12/12/2012).

Agung menjelaskan, Eka dalam pemeriksaan mengaku sudah menjalankan usahanya selama 2 tahun. Dia berdagang bakso dengan campuran daging babi karena harga daging sapi mahal, mencapai Rp 90 ribu/kg. Sedang daging babi Rp 45 ribu/kg.

“Ada yang menawarkan ke dia daging dengan harga murah. Dia juga mengaku tidak tahu itu daging babi,” jelasnya.

Agung menjelaskan kasus ini ditangani penyidik PPNS Sudin Peternakan Jaksel. Belum ada rencana menyidik pelaku dengan UU Konsumen.

“Karena yang menangkap kita, jadi kita kenakan pelanggaran Perda. Kalau UU Perlindungan Konsumen mungkin itu ranah yang lebih tinggi, BPOM atau polisi,” terang Agung yang menangkap tangan pelaku karena laporan masyarakat.

Penggerebekan yang dilakukan oleh jajaran Polda Metro Jaya dan Seksi Pengawasan dan Pengendalian Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Selatan ini dilakukan setelah pengintaian selama tiga minggu. Penangkapan dilakukan pagi tadi.

Di dalam kios sederhana yang beralamat di Jalan Damai, Kelurahan Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, itu terdapat puluhan kg daging babi. Ditemukan daging babi 50 kg dan daging yang sudah diolah menggunakan tepung 15 kg.

Saat digerebek, terdapat seorang pemilik kios, Eka, dua orang karyawan kios dan dua orang pembeli bakso bernama Bahirun dan Suryono. Kedua pembeli bakso tersebut mengaku tidak mengetahui bahwa bakso yang mereka beli merupakan campuran daging babi.

(ndr/nrl)

***

Rabu, 12/12/2012 16:12 WIB

Hati-hati! Daging Babi dan Sapi pada Bakso Susah Dibedakan

Rachmadin Ismail – detikNews

foto kios jual babi_8326562375Jakarta – Para penikmat bakso diminta untuk lebih berhati-hati memilih lokasi warung favorit mereka. Sebab, bisa jadi di warung itu ada bakso berdaging babi.

dr Eko Hendri, dokter hewan dari Suku Dinas Peternakan Jakarta Pusat, mengatakan, sangat sulit membedakan antara daging sapi dan daging babi secara kasat mata dari warnanya. Satu-satunya cara adalah dengan uji laboratorium.

“Jangankan sudah jadi bakso, masih berupa daging segar aja susah. Apalagi niatnya malsuin, pasti disamarin,” kata Eko saat berbincang dengan detikcom, Rabu (12/12/2012).

Bila warna sudah tak bisa, bagaimana dengan rasa? Eko tak bisa menjawab pasti. Sebab, urusan rasa, setiap daging juga hampir sama. Kecuali ada pelanggan tetap sebuah warung yang menemukan rasa berbeda dalam dagingnya.

“Misalkan saya sudah fanatik dengan merek A, saya tahu merek A, seperti ini. Yang seperti itu baru bisa dibedain, kalau kita nggak fanatik dengan rasa tertentu, nggak bisa,” jelasnya.

Karena itu, Eko hanya bisa mengimbau agar masyarakat lebih hati-hati memilih warung bakso. Carilah warung yang memiliki reputasi baik dan memililki label halal.

“Kalau di tempat terkenal, nggak mungkin karena bisa jadi reputasinya ikut jelek. Kalau di rumahan itu harus dicurigain,” imbuhnya.

Di Jakarta Pusat, Eko dan jajarannya sudah mengambil beberapa sampel bakso yang dicurigai menggunakan bahan daging babi. Namun setelah dicek, ternyata hasilnya negatif.

“Kita juga akan periksa terus,” ungkapnya.

Sebelumya, Polda Metro Jaya menggerebek sebuah warung bakso di Cipete, Jaksel. Diduga, sang pemilik warung menggunakan campuran daging babi dalam baksonya. Daging sapi yang mahal membuat sang pelaku nekat berbuat demikian. Daging sapi saat ini di kisaran Rp 90 ribu/kg, sedang daging babi Rp 45 ribu/kg.

(mad/nrl)

***

Daging babi haram dalam Islam

Daging babi itu haram dalam Islam. Sedang orang yang makan haram maka neraka lebih berhak atasnya.

Ummat Islam wajib menghindari makanan yang haram. Yang disebut haram itu mencakup dzatnya, cara memprosesnya, dan bahkan cara memperolehnya.

Barang yang dzatnya sudah jelas halal, misalnya sapi, kalau cara memprosesnya tidak halal, misalnya penyembelihannya tidak sesuai syari’at seperti dimatikan dengan cara digetok kepalanya, dicekik dan sebagainya; maka jadi haram. Begitu juga kalau cara memperolehnya cara haram, misalnya dengan cara mencuri, maka haram. Demikian pula kalau dicampur dengan yang haram maka jadi haram. Misalnya daging sapi dicampur babi, maka haram. Bahkan wadahnya atau penggorengannya untuk campur campur dengan yang haram, misalnya, maka jadi haram pula.

Haramnya babi, bangkai, darah dan sebagainya itu jelas dalam Al-Qur’an:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ذَلِكُمْ فِسْقٌ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ  [المائدة : 3]

3. Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah[394], daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya[395], dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah[396], (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. pada hari ini[397] orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa[398] karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al-Maaidah: 3).

 [394] Ialah: darah yang keluar dari tubuh, sebagaimana tersebut dalam surat Al An-aam ayat 145.

[395] Maksudnya Ialah: binatang yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas adalah halal kalau sempat disembelih sebelum mati.

[396] Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan Apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya Ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu. setelah ditulis masing-masing Yaitu dengan: lakukanlah, jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka’bah. bila mereka hendak melakukan sesuatu Maka mereka meminta supaya juru kunci ka’bah mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti Apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi.

[397] Yang dimaksud dengan hari ialah: masa, Yaitu: masa haji wada’, haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi Muhammad s.a.w.

[398] Maksudnya: dibolehkan memakan makanan yang diharamkan oleh ayat ini jika terpaksa.

***

Larangan Makan Haram dan Ancaman Neraka

Hartono Ahmad Jaiz

Allah Ta’ala telah memperingatkan dengan keras:

  1. Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui. (QS Al-Baqarah: 188).

Syaikh Ibnu Jibrin, ulama terkemuka di Saudi Arabia berfatwa:

Setiap Muslim wajib menjauhi dari makan harta-harta manusia dengan tanpa hak, harta anak yatim dan lainnya. Allah Ta’ala telah melarang dari memakan harta tanpa hak, maka Allah Ta’ala berfirman:

Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui. (QS Al-Baqarah: 188).

Artinya, jangan kalian makan harta-harta manusia yang kamu ambil tanpa hak, secara dhalim dan melanggar. Dengan demikian maka sesungguhnya kalian menghadangkan diri pada adzab Allah Ta’ala dan murka-Nya.

Termasuk makan harta manusia dengan batil yaitu setiap harta haram dan tidak sah, di antaranya: pencurian, suap, ghashab (mengambil tanpa izin pemiliknya), memalsu, dan menjual barang-barang haram, riba, dan yang diambil seperti upah atas perbuatan haram seperti perdukunan, nyanyian dan sebagainya.

Dalam hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

((كل لحم نبت من سحت فالنار أولى به)). (رواه أحمد والترمذي والدارمي).

Kullu lahmin nabata min suhtin fannaaru awlaa bihi.

Setiap daging yang tumbuh dari yang haram maka neraka lebih utama dengannya. (HR Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ad-Darimi).

Maka wajib bagimu wahai saudaraku Muslim bertaubat dari hak-hak manusia (yang kamu ambil tanpa sah), dan itulah syarat dari syarat-syarat taubat, maka tidak sempurna taubat itu kecuali dengan mengembalikan hak-hak kepada pemiliknya atau minta kebolehan mereka. (Fatawa Syaikh Ibnu Jibrin, juz 65 halaman 13).

(nahimunkar.com)

(Dibaca 822 kali, 1 untuk hari ini)