Pak Ganjar Tidak Pernah Shalat, Ini Ancamannya di Akherat


Tangkap layar unggahan Christ Wamea twitter.com/PutraWadapi/pkrn rkyt tskmly

 

Sejak masih sekolah di SD (sekolah dasar), anak-anak sudah diberi pelajaran agar tidak meninggalkan kewajiban shalat 5 waktu setiap hari (sehari semalam).

Ada buku sekolah SD kelas 3 yang menuntun anak-anak agar shalat dan bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lalu ada pertanyaan di buku itu, intinya, Pak Ganjar tidak pernah shalat dan tidak bersyukur, maka dia termasuk orang yang … (ada beberapa pilihan di antaranya: rugi). Termasuk orang yang rugi itulah yang dimaksudkan dalam buku pelajaran agama Islam ini, dan dikaitkan dengan surat Al-‘Ashr yang memang membicarakan orang-orang pada umumnya rugi, kecuali mereka yang beriman, dan beramal shalih, dan saling berwasiat dengan kebenaran dan saling berwasiat dengan kesabaran. Tentang surat Al-‘Ashr Itu ada di teks soal nomor sebelum dan sesudahnya.

Buku pelajaran itu mengarahkan dan mengingatkan anak-anak sejak kecil agar shalat setiap hari, agar kelak di akherat tidak termasuk orang yang rugi. Bagus itu.

Namun tiba2 ada yang mangar-mangar, mencak-mencak, marah-marah sampai bilang ‘kurang ajar’ segala di media soial. Konon orang itu bukan Muslim dan pecatan suatu partai, menganggapnya itu menujukan kepada Pak Ganjar yang sedang jadi pejabat. Tanpa tahu duduk soalnya dan sejatinya bukan urusannya, karena dia bukan wong Islam namun langsung ngamuk2 itu cukup ramai di jagat Indonesia. Padahal buku itu terbit tahun 2009, ketika Pak Ganjar yang dibela pengagumnya itu belum jadi pejabat. Dan juga nama Pak Ganjar itu sekadar nama, tidak menunjuk ke orang tertentu.

Demikianlah.

Mari kita ketahui, betapa pentingnya shalat itu bagi setiap Muslim, dan betapa dahsyat ancamannya bagi yang meninggalkan kewajiban shalat 5 waktu tiap harinya.


Ancaman bagi yang tidak shalat

Firman Allah Ta’ala,

كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ (38) إِلَّا أَصْحَابَ الْيَمِينِ (39) فِي جَنَّاتٍ يَتَسَاءَلُونَ (40) عَنِ الْمُجْرِمِينَ (41) مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ (42) قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ (43) وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ (44) وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ (45) وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ (46) حَتَّى أَتَانَا الْيَقِينُ (47)

Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya, kecuali golongan kanan, berada di dalam surga, mereka tanya menanya, tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa, “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian”.” (QS. Al Mudatstsir [74] : 38-47)

Ancaman bagi yang tidak shalat berjamaah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيُحْتَطَبَ ، ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلاَةِ فَيُؤَذَّنَ لَهَا ، ثُمَّ آمُرَ رَجُلاً فَيَؤُمَّ النَّاسَ ، ثُمَّ أُخَالِفَ إِلَى رِجَالٍ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ

Demi jiwaku yang ada pada tangan-Nya, aku telah bermaksud memerintahkan untuk mengambilkan kayu bakar, lalu dikumpulkan, kemudian aku memerintahkan azan shalat untuk dikumandangkan. Lalu aku memerintahkan seseorang untuk mengimami orang-orang berjama’ah, kemudian aku mendatangi orang-orang yang tidak shalat berjama’ah lalu aku membakar rumah mereka.” (HR. Bukhari, no. 644 dan Muslim, no. 651)

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 241 kali, 1 untuk hari ini)