Pak Polisi Disuruh Ngaji Kitab Kuning?

 

Apa itu kitab kuning?

Kitab kuning itu sebutan untuk kitab berbahasa Arab yang kertasnya biasanya warna kuning, dan tulisan Arabnya tanpa syakal (tanpa baris- harokat), hanya huruf-huruf tanpa a i u. Tidak ada fathah, dhommah, kasroh, tanwin, tasydid dan sebagainya, sehingga disebut juga kitab gundul (tanpa harokat/ baris).

Kitab kuning belum tentu isinya benar. Tergantung apakah jenis kitab yang memang shahih (benar) atau tidak. Bahkan ada kitab2 kuning yang berbahaya, hingga sampai merusak, sampai ada yang merusak keimanan segala. Contohnya kitab perdukunan, tapi dikategorikan juga kitab kuning.

Jadi, mau ke mana sebenarnya Polisi mau dibawa? Tentunya ya jangan sampai ke arah yang tidak jelas, apalagi tidak benar. Maka perlu meluruskan arah, dan jangan sampai mengaji ‘asal namanya kitab kuning’. Jangan ya.

Ini di antara contoh kitab kuning yang tidak perlu bahkan jangan dibaca.

***

Contoh kitab kuning yang kurang layak dikaji

Judul Kitab: Alfu Lailatin wa Lailah (seribu cerita/dongeng Abu Nuwas dan Harun Rasyid)

Komentar: Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan ketika ditanya: “Disebutkan dalam sebagian buku sejarah, terutama buku Alfu Lailatin wa Lailah bahwa khalifah Harun Rasyid sangat suka nyanyian dan minum khamr, apakah ini benar?

Beliau menjawab: Semua ini adalah kedustaan dan noda yang diselundupkan dalam sejarah Islam. Kitab Alfu Lailah wa Lailah kitab yang tidak dipercaya. Oleh karenanya tidak sepantasnya bagi seorang muslim untuk menyia-nyiakan waktu untuk membaca buku tersebut.

Harun Rasyid adalah seorang yang dikenal shalih, istiqamah, sungguh-sungguh dan pandai dalam mengatur rakyatnya, beliau berangkat haji setiap tahun dan perang setiap tahun. Tuduhan yang digoreskan dalam kitab ini tidak perlu diperhatikan. Dan tidak sepantasnya bagi seorang muslim untuk membaca kitab kecuali kitab yang memuat faedah seperti kitab-kitab sejarah terpercaya, kitab-kitab tafsir, hadits, fiqih, aqidah yang membantu seseorang untuk mengenal agamanya, adapun kitab-kitab rendahan, maka tak sepantasnya bagi seorang muslim untuk menyia-nyiakan waktunya untuk membacanya”. (Al-Muntaqa Min Fatawa Syaikh Shalih al-Fauzan 2/306)

***


Syamsul Ma’arif, kitab perdukunan. Kitab paling berbahaya dalam sejarah. Foto/dostor.org

Judul Kitab: Syamsul Ma’arif (Cahaya Pengetahuan)

Penulis: Ahmad bin Ali al-Buni

Komentar: Syaikh Abdullah al-Jibrin berkata: “Kitab ini termasuk kitab khurafat, penulisnya telah memenuhinya dengan kedustaan, khurafat, kebatilan, aqidah rusak, orang yang meyakininya maka dia kufur. Kitab ini juga penuh dengan ajaran sihir dan perdukunan, oleh karenanya kitab ini banyak digemari oleh para dukun. Kitab ini telah menimbulkan banyak kerusakan dan menjerumuskan banyak orang dalam jeratan kekufuran dan kesesatan. Maka kami menasehatkan kepada setiap muslim untuk menjauhinya, barangsiapa yang terlanjur memilikinya maka hendaknya membakarnya. Sebagaimana kami menasehatkan kepada setiap muslim untuk banyak membaca Al-Qur’an dan kitab-kitab hadits seperti shahih Bukhari Muslim, sunan, kitab-kitab tauhid, sebab hal itu akan dapat menjaga agama seseorang. Wallahu A’lam”. (Fatawa Islamiyah 3/365)

https://www.nahimunkar.org/waspadailah-kitab-kitab-berbahaya-berikut/

***

Dari contoh itu maka perlu dihindari kitab2 yang tidak mendidik seperti tersebut. Perlu dicari kitab yang bermanfaat, dan diakui benarnya oleh berbagai kalangan.


Kitab Arba’in Nawawi Foto/adz-dzahabi

Agar mantap dalam bekerja, mungkin bisa dimulai dengan mengaji Kitab Arba’in Nawawi. Kitab itu diterima oleh berbagai pihak. Insya Allah sangat bermanfaat.

Pekerjaan yang menghadapi macam-macam keadaan, perlu ketenangan hati dan jiwa. Selayaknya untuk digerakkan mengaji ‘kitab dzikir pagi dan petang’ untuk diamalkan sehari-hari, di manapun berada.

Mencari kyai-kyai ataupun ustadz-ustadz untuk membimbing hal itu insyaAllah tidak sulit di berbagai wilayah.

(nahimunkar.org)

(Dibaca 590 kali, 1 untuk hari ini)