pakar ham

Pakar Hak Asasi Manusia (HAM) Saharudin Daming menilai ucapan Komisioner Komnas HAM Maneger Nasution terkait Miss World sudah tepat. Menurut Daming, digelarnya Miss World adalah bentuk pelanggaran HAM.

Sebab inti dari HAM adalah penghargaan terhadap matrabat manusia. Untuk sampai pada pemahaman martabat manusia, tentu tidak bisa dilepaskan dari soal moral.

“Kalau bicara moral tentu bicara agama. Agama mengajarkan kepada umatnya bahwa baik dan buruk itu adalah bagian dari HAM. Dan, persoalan agama merupakan bagian pokok dari nilai HAM itu sendiri,” katanya saat dihubungi Islampos.com, Rabu (28/8).

Mantan Komisioner Komnas HAM periode 2007-2012 ini menegaskan jika ada ajaran agama yang memberikan pemahaman tentang baik dan buruknya sesuatu, maka orang lain harus menghormati. Setiap warga berhak menyampaikan pandangan dalam agamanya terkait suatu masalah.

“Jadi pemahaman kita tentang kebebasan beragama jangan hanya pada kebebasan memlih agama, tapi juga kebebasan untuk menyatakan suatu hal bertentangan dengan agama atau tidak,” jelasnya.

Dalam Islam, jelas kontes kecantikan yang merendahkan martabat wanita tidak dapat dibenarkan. Maka MUI sudah mengeluarkan fatwa menolak gelaran Miss World.

“Bagi umat Islam di Indonesia , MUI adalah terminal terakhir dari sebuah penetapan fatwa. Karena di MUI adalah tempatnya para cendekiawan muslim yang memiliki kapasitas di bidang keilmuan yang tidak kita ragukan,” tandas Doktor Hukum ini.

Jadi jika ada kelompok liberal mengecam pernyataan Manager Nasution, patutlah dipertanyakan. Karena mereka sering kampanyekan kebebasan berpendapat, tapi di sisi lain menghalangi kebebasan bersuara orang lain.

“Itu namanya munafik tulen,” tegasnya.

[Pz/Islampos] By Pizaro on August 28, 2013

(nahimunkar.com)

(Dibaca 270 kali, 1 untuk hari ini)