Senin, 12 November 2012

Hidayatullah.com–Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia dinilai gagal menelorkan ulama tingkat dunia. Demikian disampaikan Prof Dr Mariam Ait Ahmed, Guru Besar Universitas Ibnu Thufail Maroko dalam Nadwah Ilmiyah yang diselenggarakan Pengurus Pusat Lembaga Bahtsul Masail (LBM) di ruang pertemuan Syuriyah PBNU, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2012) siang.

“Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, tapi tidak ada ulama Indonesia yang tampil di kancah dunia,” katanya.

Dirinya tidak menemukan karya ilmiah yang menonjol yang dipersembahkan oleh ulama Indonesia saat ini untuk dunia. Selain karya, peran ulama Indonesia dalam mengatasi berbagai persoalan dunia muslim juga tidak nampak.

Tidak hanya ulama Indonesia, Mariam Ait Ahmed yang dikenal sebagai pakar perbandingan agama itu juga mempertanyakan peran ulama Timur Tengah. Katanya, ulama Timur Tengah tidak banyak berbuat sesuatu untuk mengatasi persoalan pemuda Islam, terutama yang muncul akibat perkembangan teknologi informasi.

“Para ulama (Timur Tengah) hanya mengatakan naudzubillah (kita berlindung kepada Allah,  red) dan tidak melakukan apa-apa,” katanya, mengutip ayat Al-Quran yang menyerukan umat Islam untuk bertindak aktif mengatasi berbagai persoalan yang sedang dihadapi.

Mariam Ait Ahmed, seperti diberitakan laman NU, juga memberikan kuliah umum di hadapan segenap civitas akademika STAINU Jakarta di aula PBNU, Senin malam. Kuliah umum yang bertajuk “Ad-Dirasah al-Islamiyah, Mafhumuha wa Majaluha” ini dimulai pukul 18.30 WIB.

Selain menjadi guru besar perbandingan agama, Prof Mariam merupakan ketua organisasi Persaudaraan Indonesia-Maroko. Rencananya, STAINU Jakarta akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan organisasi ini dalam hal kebudayaan dan pendidikan.*

Rep: Insan Kamil

Red: Syaiful Irwan

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.370 kali, 1 untuk hari ini)