Islamic Book Fair edisi tahun lalu – Islamic Book Fair

Ketua Panitia Pelaksana IBF 2018, M. Anis Baswedan, mengatakan rencana IBF diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta pada 18-22 April 2018 akan diikuti sekitar 200-300 peserta, khususnya penerbit buku.

Kegiatan IBF dapat menumbuhkan minat baca masyarakat, sehingga panitia mengajak berpartisipasi sejumlah lembaga pemerintah seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama.

Selanjutnya pihak Kementerian Sosial, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) serta lembaga terkait lainnya untuk turut serta mengikuti pameran buku-buku Islam tersebut..

“Panitia penyelenggara IBF telah menyiapkan berbagai hal untuk menyambut event pameran buku Islam yang terbesar di Tanah Air ini,” ujar direktur Penerbit Akbar Media itu.

Dia berharap jumlah pengunjung IBF 2018 meningkat dari realiasi IBF tahun ini di JCC Senayan selama 5 hari dikunjungi 200.000 orang atau rata-rata 40.000 orang per hari. Jumlah itu lebih kecil dibandingkan dengan IBF 2016 yang digelar selama 10 hari di Istora Senayan dikunjungi sekitar 450.000 orang atau 45.000 orang per hari.

Mengenai tiket masuk Islamic Book Fair (IBF) 2018, saat ini Anis mengatakan pengunjung akan dikenakan tiket masuk  sebesar Rp5 ribu. Diharapkan jumlah pengunjung meningkat atau setidaknya sama seperti gelaran sebelumnya.

Panitia IBF 2018 menetapkan tema Meraih kejayaan Islam melalui literasi untuk kegiatan pameran buku-buku Islam tersebut dengan harapan dapat motivasi seluruh umat Islam, untuk menguasai ilmu pengetahuan.

Pameran buku-buku Islam, Islamic Book Fair (IBF), yang akan diselenggarakan kembali di Jakarta, diharapkan dapat memotivasi seluruh umat Islam agar lebih bersemangat membaca buku untuk mencari ilmu pengetahun.

Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) DKI Jakarta, Hikmat Kurnia, mengatakan IBF diselenggarakan untuk memberi motivasi seluruh umat Islam, khususnya di Tanah Air, bahwa kemajuan dunia Islam sangat ditentukan oleh ilmu pengetahuan, sebagaimana dikutip Kabar24.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 380 kali, 1 untuk hari ini)