Para wong mukmin aja padha asih utawa pitaya marang wong kaphir, sanajan uga pitaya marang wong mukmin, iya ora kena, sing sapa nglakoni mangkono mesthi ora kawilang barang-barang, (warga) tumrap agamaning Allah, kajaba yen sira mawa kuwatir, wedi marang si kaphir mau. Allah medekake sira kabeh, diwedekake marang sarirane. Sira kabeh bakal padha diimpun bali marang pangayunaning Allah. (He Mukhammad) sira dhawuha, Allah iku nguningani sakrenteging atinira kabeh, sanadyan sira endhem bae utawa sira wedharake ora beda, lan uga nguningani samubarang isining langit lan isining bumi kabeh, Allah iku nguwasani samubarang.

Kaum mukmin janganlah kalian mengasihi atau mempercayai orang kafir, meskipun mereka percaya dengan kaum mukmin, juga tidak boleh. Barangsiapa melakukan hal itu maka tidak terhitung sebagai warga agama Allah. Kecuali jika kalian khawatir atau takut terhadap orang kafir tersebut. Allah-lah yang telah menjadikan kalian takut terhadap dirinya.  Kalian semua akan dihimpun untuk kembali ke hadiratnya. (Wahai Muhammad) perintahkanlah, Allah itu mengetahui apa pun yang terbetik di hati kalian, meskipun sesuatu itu kalian pendam atau kalian kemukakan maka tidak akan ada bedanya. Dan ketahuilah semua hal yang menjadi isi langit dan bumi, Allah-lah yang menguasai.

(Tafsir Surat Ali Imran: 28 dalam “Kuran Jawi” karya R.M. Bagus Ngarfah, Ulama’ Kraton Surakarta pada tahun 1905. Manuskrip disimpan di Museum Radyapustaka – Surakarta)

http://muslimlebihbaik.com/detail/pandangan-ulama-jawa-tentang-konsep-mengangkat-pemimpin-non-muslim-283

***

لَّا يَتَّخِذِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَۖ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ فَلَيۡسَ مِنَ ٱللَّهِ فِي شَيۡءٍ إِلَّآ أَن تَتَّقُواْ مِنۡهُمۡ تُقَىٰةٗۗ وَيُحَذِّرُكُمُ ٱللَّهُ نَفۡسَهُۥۗ وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلۡمَصِيرُ ٢٨ [سورة آل عمران,٢٨]

  1. Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu) [Al ‘Imran28]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.682 kali, 1 untuk hari ini)