Pandu Jokowi: Kecerdikan Presiden Jokowi Mirip Ali Bin Abi Thalib

Presiden Joko Widodo atau Jokowi (IST)

 

Kecerdikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mengelola negara dan berpolitik mirip sahabat Rasulullah Ali Bin Thalib.

“Lawan politik bisa dirangkul dan goncangan politik bisa dikendalikan dengan baik. Ini menunjukkan kecerdikan Presiden Jokowi mimrip Ali Bin Abi Talib,” kata Koordinator Pandu Jokowi, Haryanto Subekti dalam pernyataan kepada suaranasional, Ahad (3/5/2020).

Menurut Haryanto, tuduhan lawan politik bahwa Presiden Jokowi plonga-plongo tidak terbukti. “Presiden Jokowi mengambil keputusan tanpa intervensi pihak manapun. Beliau juga konsultasi dengan para ahli termasuk para ulama dalam setiap mengambil keputusan,” jelasnya.

Kata Haryanto, justru yang terjadi lawan politik semakin tidak berdaya menghadapi Presiden Jokowi. “Banyak lawan politik Presiden Jokowi yang tumbang dengan sendirinya dan mantan wali kota Solo itu tetap bekerja untuk rakyat Indonesia,” papar Haryanto.

Ia mengatakan, Presiden Jokowi pun tidak dendam terhadap lawan politik yang tiap hari menghina, memfitnah tiap hari. “Justru dosa Pak Jokowi berkurang akibat difitnah, dihina oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab,” ungkapnya.

suaranasional.com, 03/05/2020 ByIbnu Maksum

 

***

 

Untuk Menjaga Islam, Ali bin Abi Thalib Menindak Tegas Para Pembuat Kesesatan/ Pembuat Gangguan terhadap Islam

Ada golongan yang menganggap Ali sebagai Tuhan. Ketika mengetahui sekte ini Ali membakar mereka dan membuat parit-parit di depan pintu masjid Bani Kandah untuk membakar mereka. Imam Bukhari meriwayatkan dalam kitab shahihnya, dari Ibnu Abbas ia mengatakan, “Suatu ketika Ali memerangi dan membakar orang-orang zindiq (Syiah yang menuhankan Ali). Andaikan aku yang melakukannya aku tidak akan membakar mereka karena Nabi pernah melarang penyiksaan sebagaimana siksaan Allah (dibakar), akan tetapi aku pasti akan memenggal batang leher mereka, karena Nabi bersabda:
من بدل دينه فاقتلوه
Barangsiapa yang mengganti agamanya (murtad) maka bunuhlah ia

Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/8770-sejarah-kemunculan-syi.html

***

Shahih : ‘Aliy bin Abi Thaalib radliyallaahu ‘anhu Membakar Kaum Atheis

Diposting oleh Abu Al-Jauzaa’ : di 08.58
Label: HaditsSyi’ah


 

Telah masyhur kisah ‘Aliy bin Abi Thaalib radliyallaahu ‘anhu yang membakar satu kaum Atheis/zindiq yang memberhalakan dirinya (diri Ali). Tercantum baik dalam kitab-kitab hadits maupun sejarah.

عَنْ عِكْرِمَةَ، أَنَّ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، حَرَّقَ قَوْمًا، فَبَلَغَ ابْنَ عَبَّاسٍ فَقَالَ: لَوْ كُنْتُ أَنَا لَمْ أُحَرِّقْهُمْ لِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لاَ تُعَذِّبُوا بِعَذَابِ اللَّهِ» ، وَلَقَتَلْتُهُمْ كَمَا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ»

Dari ‘Ikrimah : Bahwasannya ‘Aliy radliyallaahu ‘anhu pernah membakar satu kaum. Sampailah berita itu kepada Ibnu ‘Abbas, lalu ia berkata : “Seandainya itu terjadi padaku, niscaya aku tidak akan membakar mereka, karena Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Janganlah menyiksa dengan siksaan Allah’. Dan niscaya aku juga akan bunuh mereka sebagaimana disabdakan oleh Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : ‘Barangsiapa yang menukar agamanya, maka bunuhlah ia” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy no. 3017].

Dalam riwayat At-Tirmidziy disebutkan :

فَبَلَغَ ذَلِكَ عَلِيًّا، فَقَالَ: صَدَقَ ابْنُ عَبَّاسٍ.

“Maka sampailah perkataan itu pada ‘Aliy, dan ia berkata : ‘Benarlah Ibnu ‘Abbas” [Diriwayatkan oleh At-Tirmidziy no. 1458; shahih].

Diriwayatkan pula oleh Asy-Syafi’iy 2/86-87, ‘Abdurrazzaaq no. 9413 & 18706, Al-Humaidiy no. 543, Ibnu Abi Syaibah 10/139 & 12/262 & 14/270, Ahmad 1/217 & 219 & 282, Abu Dawud no. 4351, Ibnu Maajah no. 2535, An-Nasaa’iy 7/104, Ibnul-Jaarud no. 843, Abu Ya’laa no. 2532, Ibnu Hibbaan no. 4476, dan yang lainnya.

http://abul-jauzaa.blogspot.com/2010/05/shahih-aliy-bin-abi-thaalib.html

Dalam hadits itu Ali membenarkan Ibnu Abbas (tidak usah dibakar, tapi dibunuh).

 

Di sini mengandung satu pelajaran berharga bagi kita bahwa di kalangan shahabat itu ada yang lebih, ada pula yang kurang dalam hal ilmu. Ada di antara mereka yang punya satu ilmu yang tidak dimiliki shahabat lain. Tidaklah ada satu shahabat pun yang memiliki semua perbendaharaan ilmu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Tidak terkecuali dalam hal ini ‘Aliy bin Abi Thaalib radliyallaahu ‘anhu. Dalam satu atau beberapa hal, ada ilmu yang tidak diketahuinya yang itu berada di tangan shahabat lainnya, sehingga menyebabkan ijtihadnya keliru.

‘Aliy bin Abi Thaalib bukanlah sosok ma’shum yang semua pendapat, perkataan, atau perbuatannya diterima dan tidak salah. http://abul-jauzaa.blogspot.com/2010/05/shahih-aliy-bin-abi-thaalib.html

 

***

Bila Ali bin Abi Thalib dalam menjaga Islam telah menindak tegas manusia-manusia yang merusak aqidah Islam atau mengakibatkan gangguan terhadap Islam seperti tersebut, maka siapapun yang dimiripkan dengan Ali hendaknya ada sifat yang sejalan dengan itu.

Mari kita simak dalam hal kepemimpinan yang juga menghadapi adanya gangguan terhadap Islam. Apakah caranya mirip dengan yang Ali lakukan?

***

Ustadz Ditangkap, Pendeta GIDI Diundang ke Istana



Ilustrasi. Presiden Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Dorman Wandikmbo yang diduga sebagai aktor intelektual kasus pembakaran Rumah Kios (Ruki) dan masjid Baitul Muttaqin di Tolikara Papua justru diundang ke istana negara./ foto dok net

 

BEKASI (Panjimas.com) – Ustadz Syamsudin Uba prihatin dengan Presiden RI, Joko Widodo, sebagai pemimpin negara Muslim terbesar di dunia.

Pasalnya, Ustadz Syamsudin yang hanya berdakwah tentang aqidah dan ibadah di tanah kelahirannya ditangkap aparat karena dicurigai terlibat kasus terorisme.

Sementara, Presiden Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Dorman Wandikmbo yang diduga sebagai aktor intelektual kasus pembakaran Rumah Kios (Ruki) dan masjid Baitul Muttaqin di Tolikara justru diundang ke istana negara.

“Ini merupakan ketidakadilan terhadap umat Islam, maka para tokoh harus membuka mata bahwa Islam ini sedang diinjak-injak oleh orang-orang kafir,” kata Ustadz Syamsudin Uba saat ditemui usai mengikuti aksi dama Parade Tauhid Bekasi di GOR Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Ahad (9/8/2015).

“Kami hanya mengajak umat Islam untuk bersatu di bawah naungan tauhid malah ditangkap demi menghentikan dakwah. Tapi orang-orang yang ingin menghancurkan Islam malah diamankan, kompromi, kerjasama sambil tertawa diundang ke istana,” imbuhnya.

Atas realita tersebut, Ustadz Syamsudin menyayangkan sikap Presiden Jokowi, “Sangat disayangkan tindakan Presiden yang tidak berpihak pada umat Islam,” tegasnya.

Menurutnya, tragedi penyerangan jamaah shalat Idul Fitri yang berujung pada pembakaran Ruki dan Masjid Baitul Muttaqin itu sangat menyakitkan umat Islam.

“Tragedi Tolikara merupakan peristiwa yang sangat menyakitkan terhadap umat Islam,” ujarnya.

Oleh sebab itu, ia menyerukan kepada para ulama agar bangkit dan bersatu menyikapi fenomena yang terjadi di tengah bangsa ini.

“Jadi ini bukti nyata bahwa umat Islam sedang diinjak-injak dan dihancurkan. Maka kami mengharapkan kepada para ulama agar cepat bangkit, bersatu di bawah naungan tauhid,” tutupnya. [AW] SENIN, 24 SYAWAL 1436H / AUGUST 10, 2015

***

Doa Nabi Saw, Laknat Allah atas pemimpin yang menyulitkan Umat Islam

 
 

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ _أحمد ، ومسلم عن عائشة

Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit  urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah).

 وَمَنْ وَلِيَ مِنْهُمْ شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَعَلَيْهِ بَهْلَةُ اللَّهِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَهْلَةُ اللَّهِ قَالَ : لَعْنَةُ اللَّهِ _ رَوَاهُ أَبُو عَوَانَة فِي صَحِيحِهِ

Dan barangsiapa memimpin mereka dalam suatu urusan lalu menyulitkan mereka maka semoga bahlatullah atasnya. Maka para sahabat  bertanya, ya RasulAllah, apa bahlatullah itu? Beliau menjawab: La’nat Allah. (HR Abu ‘Awanah dalam shahihnya. Terdapat di Subulus Salam syarah hadits nomor 1401).

Amiin ya Rabbal ‘alamiin.

https://www.nahimunkar.org/ustadz-ditangkap-pendeta-gidi-diundang-ke-istana/

 

***

 


Perda Islami Dihapus, Jokowi Rezim Anti Islam

Posted on 16 Juni 2016by Nahimunkarcom

 

Oleh : Alimudin Baharsyah. S. Sos

 

(Ketua BE Kornas BKLDK 2016-2017)

 

Selama 70 tahun Indonesia berdiri, umat Islamlah yang paling banyak dirugikan. Dengan dalih harus toleran, umat ini dipaksa mengatur kehidupannya bukan dengan aturan yang bersumber dari Islam. Padahal 87% lebih penduduk negeri ini beragama Islam. Sedangkan menjalankan aturan Islam merupakan bagian dari ibadah yang diwajibkan oleh Allah swt.

 

Lalu, apakah salah jika umat Islam menginginkan Islam yang mengatur hidupnya?

 

Jika merujuk kepada UU 45 pasal 29 ayat 2, negara akan menjamin umat beragama untuk menjalankan Agamanya. Bahkan tanpa UU itupun, umat Islam tetap harus menjalankan agamanya sebagai konsekuensi keimanan kepada Allah Swt.

 

Namun jaminan yang tertera dalam UU itu tak kunjung terealisasi. Setiap upaya penerapan aturan Islam dianggap sebagai bentuk Intoleran kepada Agama lain. Padahal tuduhan itu tidak pernah terbukti sama sekali. Salah satu contoh, umat Islam yang ingin menerapkan syariat Islam dianggap sebagai teroris yang akan menyebabkan perpecahan. Hal ini tidak sesuai dengan fakta dimana selama belasan abad umat Islam dalam naungan khilafah Islamiyah mampu nenerapkan Islam dan menyatukan berbagai ras, agama, suku dan budaya di dunia. Tentu pendapat itu merupakan fitnah yang sangat keji terhadap syariat Islam yang agung.

 

Yang lagi ramai diperbincangkan adalalah kasus penertiban warung nasi yang buka (siang hari) saat bulan Ramadhan di serang yang menimpa Ibu Saenih (57 th). Banyak yang berpendapat bahwa apa yang dilakukan Satpol PP karena adanya Peraturan Daerah “intoleran” Nomor 2 tahun 2010 tentang Penyakit Masyarakat yang dikeluarkan oleh Wali Kota serang. Padahal sejatinya perda itu untuk melindungi hak umat Islam menjalankan ibadah puasa. Ada perda saja orang berani langgar, apalagi jika tidak ada.

 

Kasus itu terus diblow-up media nasional online sehingga mengundang simpati banyak orang. Isu ini dimanfaatkan oleh kaum liberal dan pemerintah Jokowi untuk menyudutkan syariat Islam dan upaya penghapusan perda Islami. Upaya itu terlihat jelas ketika Pemerintah melalui tim kementrian dalam negeri langsung mengevaluasi perda nomor 2 tahun 2010 itu. (CNN, 14/06/2016). Tak tanggung, Jokowi pun turut menyumbang korban razia untuk menunjukkan ketidaksukaannya terhadap perda yang dianggap intoleran tersebut.

 

Bukan hanya itu, sebelumnya perda yang melarang perederan minuman keras juga akan dihapus karena dianggap menghambat pertumbuhan ekonomi dan investasi asing. Padahal sangat jelas, beberapa pelaku kejahatan seksual dilakukan setelah menenggak minuman keras. Yang paling diuntungkan dalam hal ini adalah perusahaan dan importir minuman keras.

 

Dari beberapa kejadian diatas bisa kita simpulkan bahwa rezim Jokowi hari ini memang anti Islam dan pro kapitalis. Penghapusan perda Islami untuk menunjukan kebencian mereka kepada Islam dan merupakan bentuk pengabdian mereka kepada tuan-tuannya yaitu kaum pemilik modal (kapitalis) baik lokal maupun asing. Hal ini juga menunjukan ketakutan pemerintah akan tegaknya syariat Islam di Indonesia, karena mengancam eksistensi mereka yang selama ini menzalimi rakyat. [VM]

 

Sumber : Suara Islam/visimuslim.net

https://www.nahimunkar.org/perda-islami-dihapus-jokowi-rezim-anti-islam/

 

***

Astaghfirullah, Ini Perda Bernafaskan Islam yang Dihapus Presiden Jokowi

Posted on 18 Juni 2016

by Nahimunkarcom


Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi telah menghapus 3143 peraturan daerah (perda) yang dinilai menghambat pertumbuhan ekonomi dan bertentangan dengan peraturan yang dibuat pemerintah pusat.

Saya sampaikan bahwa Mendagri sesuai dengan kewenangannya telah membatalkan 3.143 Perda yang bermasalah tersebut,” ujar Jokowi di Istana Merdeka, seperti dilansir liputan6, Senin (13/6/2016).

Sementara koran Radar Bogor edisi selasa, 14 Juni 2016, merelease sejumlah Perda yang bernafaskan Islam termasuk yang dihapus. Perda bernafaskan Islam dinilai bersifat intoleransi.

Berikut ini beberapa perda bernafaskan Islam yang termasuk dalam daftar perda yang dihapus Jokowi.

  • Kabupaten Tanah Datar Sumatra Barat :Surat Imbauan Bupati Tanah Datar No.451.4/556/Kesra-2001, Perihal Himbauan berbusana Muslim/Muslimah kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Tenaga Kerja.
  • Kabupaten Bengkulu Tengah: Perda No.05 Tahun 2014 tentang Wajib bisa baca Al-Qur’an bagi siswa dan calon pengantin.
  • Kabupaten Cianjur Jawa Barat: Keputusan Bupati no.451/2712/ASSDA.I/200 tentang kewajiban memakai Jilbab di Cianjur.
  • Kabupaten Pasuruan Jawa Timur: Perda No.4/2006 tentang Pengaturan membuka rumah makan, rombong dan sejenisnya pada bulan Ramadhan.
  • Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan: Perda No.10/2001 tentang larangan membuka restoran, warung, rombong dan sejenisnya serta makan, minum atau merokok di tempat umum pada bulan Ramadhan.
    Perda No.4/2004 tentang Khatam Al-Qur’an bagi peserta didik pada pendidikan dasar dan menengah.
  • Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat
    a). Perda No. 11/2004 tentang tata cara pemilihan kades (materi muatanya mengatur keharusan calon dan keluarganya bisa membaca Al-Qur’an yang dibuktikan dengan rekomendasi KUA).
    b). SK Bupati Dompu No KD.19.05/HM.00/1330/2004, tentang pengembangan Perda No.1 Tahun 2002. Isinya menyebutkan :
    – Kewajiban membaca Al-Qur’an bagi PNS yang akan mengambil SK/Kenaikan pangkat, calon pengantin, calon siswa SMP dan SMU dan bagi siswa yang akan mengambil ijazah.
    – Kewajiban memakai busana Muslim (Jilbab).
    – Kewajiban mengembangkan budaya Islam (MTQ, Qosidah dll).
  • Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat : Instruksi Bupati Lombok Timur No.4/2003 tentang pemotongan gaji PNS/Guru 2,5% setiap bulan. [suaranasional/repelita.com]

    https://www.nahimunkar.org/astaghfirullah-perda-bernafaskan-islam-dihapus-presiden-jokowi/

***

Perda ‘Calon Pengantin Wajib Bisa Baca Qur’an’ Saja Dihapus Jokowi. Kini Secara Nasional Tidak Boleh Nikah Tanpa Lulus Sertifikasi Pra Nikah Ditempuh 3 Bulan

Posted on 19 November 2019by Nahimunkar.org

Perda ‘Calon Pengantin Wajib Bisa Baca Qur’an’ Saja Dihapus Jokowi. Kini Secara Nasional Tidak Boleh Nikah Tanpa Lulus Sertifikasi Pra Nikah Ditempuh 3 Bulan

Ini ada apa dengan Umat Islam?

Di antara Perda yang dihapus Jokowi adalah tentang ‘Wajib bisa baca Al-Qur’an bagi siswa dan calon pengantin’.

Contohnya yang dihapus Jokowi ini.

 

Kabupaten Bengkulu Tengah: Perda No.05 Tahun 2014 tentang ‘Wajib bisa baca Al-Qur’an bagi siswa dan calon pengantin’.

 

Hanya agar calon pengantin bisa baca Qur’an saja perda-nya dihapus Jokowi. Lha kini malah calon pengantin tidak boleh nikah bila tak lulus sertifikasi pra nikah yang harus ditempuh 3 bulan.

 

Ini ada apa dengan Umat Islam?

***

***

Duh! Sertifikasi Pra Nikah


Menko PMK dan Menteri Agama mengarahkan adanya pengaturan sertifikasi bagi pasangan yang mau menikah. Alasannya adalah pembinaan dan bimbingan sebelum nikah. Melibatkan KUA, Kemenkes, dan KPAI. 
Sepertinya gagasan dan kebijakan ini bagus, tetapi sebenarnya tidak. Utamanya adalah membuat pernikahan menjadi semakin berbelit. Apalagi ada lulus atau tidak. ( M Rizal Fadillah Sertifikasi Pra Nikah
Posted on 18 November 2019 by Nahimunkar.org
https://www.nahimunkar.org/sertifikasi-pra-nikah/ )

***


Tiga Hal yang Harus Disegerakan

Tiga hal yang harus disegerakan, menurut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai berikut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihu wasallam bersabda:

 
ثَلاثَةٌ يَا عَلِيُّ لاَ تُؤَخِّرْهُنَّ : الصَّلاةُ إِذَا أَتَتْ ، وَالْجَنَازَةُ إِذَا حَضَرَتْ ، وَالأَيِّمُ إِذَا وَجَدَتْ كُفُؤًا

“Wahai Ali, ada tiga perkara yang tidak boleh engkau tunda, yakni shalat jika telah tiba waktunya, jenazah apabila telah hadir, dan wanita apabila telah ada calon suami yang sekufu” (HR. Tirmidzi dan Ahmad; hasan)

Meskipun dalam hadits ini Rasulullah bersabda kepada Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu, para ulama menjelaskan bahwa hadits ini berlaku umum untuk seluruh umatnya.

Jangan tunda menikahkan wanita yang telah datang jodohnya

Rasulullah menganjurkan para orangtua agar segera menikahkan putrinya jika telah ada pria sekufu yang melamarnya. Menurut banyak ulama, kufu itu dalam urusan agama. Senada dengan hadits lain yang menjelaskan bahwa jika ada pria shalih yang datang melamar hendaklah diterima atau akan ada fitnah dan kerusakan yang terjadi di muka bumi.

Terkadang juga ada gadisnya sendiri yang pilih-pilih sehingga akhirnya pernikahannya selalu tertunda. Bermaksud mencari pria yang sempurna, ternyata malah tidak ada lagi pria yang datang melamarnya. [Muchlisin BK/bersamadakwah]/ diringkas.

Oleh karena itu, selayaknya sebelum bikin sertifikat untuk apa yang disebut layak kawin, hendaknya Muhajir (Menko PMK) muhasabah diri. Soalnya, bagaimanapun, itu mengandung mempersulit urusan Umat Islam. Bukan memperlancar. Sedangkan ada doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan laknat bagi siapapun yang memimpin kemudian mempersulit Umat Islam.

Doa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Laknat Allah atas Pemimpin yang Menyulitkan Umat Islam


اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ (أحمد ، ومسلم عن عائشة)

“Ya Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia mempersulit urusan mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan ummatku lalu dia berusaha menolong mereka, maka tolong pulalah dia.” (HR Ahmad dan Muslim dari Aisyah).
{ وَمَنْ وَلِيَ مِنْهُمْ شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَعَلَيْهِ بَهْلَةُ اللَّهِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا بَهْلَةُ اللَّهِ قَالَ : لَعْنَةُ اللَّهِ } رَوَاهُ أَبُو عَوَانَة فِي صَحِيحِهِ
Dan barangsiapa memimpin mereka dalam suatu urusan lalu menyulitkan mereka maka semoga bahlatullah atasnya. Maka para sahabat bertanya, ya RasulAllah, apa bahlatullah itu? Beliau menjawab: La’nat Allah. (HR Abu ‘Awanah dalam shahihnya. Terdapat di Subulus Salam syarah hadits nomor 1401).
Amiin ya Rabbal ‘alamiin.

Laknat Allah atas pemimpin yang menyulitkan Umat Islam. 
Doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu untuk membela Umat Islam. 
Bila ada yang menyembunyikan doa itu padahal sering menegaskan bahwa Islam itu sudah komplit, maka seakan mengingkari ucapannya sendiri. 
Bila akibatnya murid2nya hanya tahu apa yg mereka anjurkan untuk mendoakan kebaikan untuk para pemimpin, dan berani mengecam orang yang berdoa sesuai doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu, maka sang dai itu berat tanggung jawabnya. 
Di dunia belum tentu dapat apa2, di akherat entah bagaimana beratnya. Maka jangan sampai kita terhitung sebagai orang yang sikapnya jadi pendukung pemimpin zalim lagi dusta, apalagi menyulitkan umat Islam.

***

Dalam hal keharusan disegerakannya perkawinan tersebut, apakah Muhajir (Menko PMK) mau mengikuti anjuran dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, atau menentangnya dengan aneka dalih demi secuil jabatan dan harta dunia yang tidak ada nilainya apa-apa menurut Islam, namun justru menimbulkan keresahan dan mudharat serta dampak negative yang bisa massal di mana-mana. Itu hanya akan menambahi masalah, bahkan sama dengan penggagasnya ini serta para pendukungnya akan menabung dosa sebanyak-banyaknya.

 ***

 Ceritanya anak rantau mau Cuti sebulan
mau nikah,
Eah pas Daftar di KUA
Jebule di suruh sekolah slma 3 bulan , baru dapat sertifikat , Itupun antara lulus dan enggaknya ? kalau gk lulus berarti belum bisa menikah ???
#NasibeAnakRantau

https://www.facebook.com/100009124667224/videos/2372962796351186/

 Tina Hidayat Car ke JOB CARI MAJIKAN DI HONGKONG

15 jam

 
 

 
 

 Ilustrasi foto 1cak.com
https://www.nahimunkar.org/perda-calon-pengantin-wajib-bisa-baca-quran-saja-dihapus-jokowi-kini-secara-nasional-tidak-boleh-nikah-tanpa-lulus-sertifikasi-pra-nikah-ditempuh-3-bulan/

 

***

Belajar Dari Sejarah.

 

Penjajah kafir belanda dan antek2nya yg anti Islam telah berhasil memutar balikkan fakta hingga diikuti bahkan jadi materi pelajaran sejarah untuk anak2 sekolah hingga kini. Yaitu Amangkurat 1 Raja Mataram di Jogja disebut sebagai Sunan Tegal Arum. Hingga terkesan sebagai raja yang begitu baik, karena julukannya saja Arum alias bau wangi. Padahal ia itu pembantai ribuan ulama karena mereka memprotes / tidak setuju tingkah sang raja yg pro penjajah kafir Belanda. (tipuan licik spt itu jangan sampai terjadi lagi, maka penulis2 yg obyektif dan adil hendaknya menulis ketika ada pemutar balikan fakta spt dalam sejarah itu. semoga disadari). https://www.nahimunkar.org/amangkurat-membantai-ribuan…/

NAHIMUNKAR.ORG

Amangkurat I Membantai Ribuan Ulama

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 829 kali, 1 untuk hari ini)