.

SEORANG anggota senior keluarga kerajaan Saudi pada Jumat kemarin (24/1/2014) menyerang Amerika Serikat atas kebijakan mereka mengenai Suriah dan menyerukan resolusi PBB untuk menarik milisi Syiah dari Irak dan Lebanon segera keluar dari negara Timur Tengah yang dilanda perang tersebut.

Pangeran Turki Al-Faisal, mantan kepala intelijen dan pengkritik keras pemerintahan Presiden Barack Obama sejak dimulainya perundingan nuklir rahasia dengan Iran, mengatakan dunia kecewa dengan kebijakan luar negeri AS yang tidak jelas arahnya.

“Saya ingin Amerika untuk pergi ke Dewan Keamanan dan mendapatkan resolusi bahwa pasukan harus dikerahkan untuk menghentikan pertempuran di Suriah,” ujarnya kepada Forum Ekonomi Dunia di Davos. “Jika hal itu tidak tersedia, maka setidaknya ada koridor kemanusiaan untuk memungkinkan orang tidak kelaparan di sana.”

Pangeran Turki mengatakan milisi Irak dan pejuang Syiah Hizbullah Lebanon lebih banyak jumlahnya dibanding pejuang Sunni asal luar negeri yang ikut pertempuran di Suriah.

“Saya tidak mengatakan Sunni harus pergi berperang ke Suriah,” tegasnya. “Anda cukup mengusir pejuang Syiah keluar. Satu-satunya cara untuk melakukannya adalah dengan upaya terpadu internasional yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan didukung oleh sekutu AS untuk memaksa orang-orang di Suriah untuk menghentikan pertempuran.

Arab Saudi dan Qatar merupakan pendukung utamja oposisi Muslim Sunni utama Koalisi Nasional Suriah dan Tentara Pembebasan Suriah dengan mensuplai senjata, pelatihan, uang dan data intelijen militer dalam perang melawan pemerintah Presiden Bashar Al-Assad.

Sedangkan Iran menjadi salah satu pendukung terbesar Assad dalam konflik yang telah menewaskan lebih dari 110.000 warga Suriah dan memaksa lebih dari 2 juta warga Suriah melarikan diri.

Negara-negara Barat sejauh ini menahan diri memberikan pejuang oposisi dengan senjata berat seperti senjata anti-tank dan peluncur rudal karena khawatir senjata-senjata itu bisa jatuh ke tangan yang salah. [fq/islampos/reuters]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 781 kali, 1 untuk hari ini)