JAKARTA, (Panjimas.com) – Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo dalam beberapa hari ini menjadi sorotan media-media internasional, menyusul kabar dilarangnya Jenderal Gatot memasuki wilayah Amerika Serikat oleh ‘US Custom and Border Protection’, Sabtu (21/10)

Media-media internasional misalnya The Australian, mengambil tajuk “US denied entry to Indonesian General Gatot Nurmanyo”, sementara itu Sydney Morning Herald mengangkat judul “Indonesia demands expalanation after US refuses entry to military chief gatot nurmantyo”. Media terkemuka Inggris seperti Daily Mail memberitakan “Indonesia syas military chief barred from US, seeks explanation”. Media pemerintah Turki Anadolu Agency, memuat laporannya “Jakarta seeks answers as Army Chief denied entry to US”

Tak berhenti disitu, media-media AS mulai dari Reuters, ABC online, Washington Post hingga CNN menulis berita menyoal dilarangnya Jenderal Gatot masuk ke wilayah AS tersebut.

Begitu pula media asing lainnya seperti Channel News Asia, The Guardian, Al Jazeera sampai Gulf Today.

Reuters dalam laporannya menuturkan pemerintah Indonesia mendesak penjelasan AS secepatnya mengenai dilarangnya Panglima TNI memasuki wilayah AS. Reuters menerangkan walaupun mendapat undangan resmi dari U.S Joint Chief of Staff Jenderal Joseph Dunford dan visa AS, Jenderal Gatot tetap dilarang terbang ke AS dengan maskapai Emirates Sabtu (21/10).

Reuters mengutip pernyataan Menlu Retno Marsudi “We conveyed that we still await clarification, an explanation why this happened.” Menlu RI menegaskan walau pihaknya telah menerima permohonana maaf dari Wakil Dubes AS untuk Indonesia, Kemlu RI masih menunggu penjelasan AS secara rinci.

Sebelumnya, Panglima TNI diundang guna menghadiri acara pertemuan para panglima angkatan bersenjata tentang organisasi teroris atau “Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization” (VEOs) yang akan dilaksanakan pada 23 – 24 Oktober di Washington DC.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Wuryanto menjelaskan bahwa Panglima TNI beserta isteri dan delegasi telah mengurus visa dan administrasi lainnya untuk persiapan keberangkatan.

“Kemudian pada Sabtu (21/10), Panglima TNI siap berangkat menggunakan maskapai penerbangan Emirates, tetapi beberapa saat sebelum keberangkatan ada pemberitahuan dari maskapai penerbangan bahwa Panglima TNI beserta delegasi tidak boleh memasuki wilayah AS oleh ‘US Custom and Border Protection’,” tandas Mayjen Wuryanto.[IZ]

Sumber : panjimas.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 978 kali, 1 untuk hari ini)