Pantesan Prof Pengusung INUs dan Para Pembelanya Diperingatkan untuk Taubat, dan Kalau Tidak Mau, Didoakan Hancur

  • Kami hanya memberi peringatan kepada dua orang (Gus Miftah dan Nadirsyah Hosen yang tulisannya dikutip Gus Miftah dalam klarifikasinya, red NM) dan para pembelanya untuk segera bertaubat dan menghentikan perbuatannya.
  • Ingatlah akan kerusakan yang akan kalian timbulkan akibat ide-ide sepilis kalian terhadap Islam dan kaum Muslimin. Namun jika mereka masih tidak mau berhenti bahkan berbangga hati keluar masuk gereja untuk menyuarakan ide-ide liberal-pluralis di tubuh umat Islam, maka kami serahkan semua kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kami berdoa agar orang-orang yang berusaha merusak Islam dan kaum Muslimin dihancurkan oleh Allah dan mendapat balasan setimpal di dunia dan akhirat. Amin.

Oleh: Tim Ilmiah Ribathh Darusshohihain* (lihat MUSLIM MASUK GEREJA KOK BANGGA? Tanggapan Atas Video Klarifikasi Gus Miftah Atas Puisi Kebangsaannya di Gereja

Posted on 6 Mei 2021 by Nahimunkar.org).

 

Ternyata Nadirsyah Hosen pernah menulis, menganalogikan Islam dengan warung ayam goreng KFC, demi menjelaskan soal Islam Nusantara.

Silakan simak ini.

***

 

Kamis, 05 Juli 2018  SOSIAL MEDIA

Analogikan ISLAM dengan KFC, Nadirsyah Hosen Kena SKAKMAT



[PORTAL-ISLAM.ID] Setelah dagangan “ISLAM LIBERAL” gak laku dijual di Indonesia. Kini marak “ISLAM NUSANTARA”.

Pengusung keduanya gak jauh beda. Sebagian itu-itu juga.

Salah satu pengusung “ISLAM NUSANTARA” adalah tokoh NU di Luar Negeri, Prof. Dr. Nadirsyah Hosen.

Dalam rangka memasarkan “ISLAM NUSANTARA”, Nadirsyah Hosen menganalogikan ISLAM dengan KFC, salah satu merek dagang waralaba asal Amerika yang mendunia.

“Islam itu aqidahnya sama sedunia. Tapi aplikasi & ekspresi keislaman itu ada muatan lokalnya. Contoh: KFC itu jualan ayam goreng. Tapi di Indonesia mrk jg jualan nasi. Di Ausie cuma pakai kentang. Namanya tetap KFC. Kalau udah paham ini, gak sulit mau paham ttg Islam NUsantara 😊,” kicau Nadirsyah Hosen di akun twitternya @na_dirs, Rabu (4/7/2018).

Islam itu aqidahnya sama sedunia. Tapi aplikasi & ekspresi keislaman itu ada muatan lokalnya. Contoh: KFC itu jualan ayam goreng. Tapi di Indonesia mrk jg jualan nasi. Di Ausie cuma pakai kentang. Namanya tetap KFC. Kalau udah paham ini, gak sulit mau paham ttg Islam NUsantara 😊

— Nadirsyah Hosen (@na_dirs) 4 Juli 2018


Sontak, kicauan dosen Monash University ini ramai ditanggapi warganet.

Dari kemaren gw perhatiin lw dkk ribet banget ngejelasin Islam Abal2 ini. Ini efek dari serba nanggung. Mau kafir belum berani mau berislam lurus gatel2. Hadanallah. https://t.co/4nO5N91R7u

— Hasmi Bakhtiar (@hasmi_bakhtiar) 4 Juli 2018

Maaf prof, tp namanya tetap KFC, cm ada tambahan menu lokal. Tetap islam, dan ‘urf/tradisi lokal ttp diakomodir sepanjang tdk bertentangan dg syariat. Tp mewacanakan islam dg muatan wilayah hemat sy malah terlalu banyak tafsir dan debat panjang.

— Dwi Suci _ pbg (@Dwisuci_pbg) 4 Juli 2018


“Tapi kok ga ada istilah KFC Nusantara ya? Hehehe,” timpal Abuhafizh Rindro.

“Iya tdk pernah diembel2i  tertulis dgn KFC (Indonesia, Nusantara), tetep aja billboardnya KFC...😂😂Blm pernah ditulis KFC indonesia, KFC jawa, KFC medan, KFC manado😎,” komen @DPrionoto.

“Maaf prof, tapi namanya tetap KFC, cuma ada tambahan menu lokal. Tetap Islam, dan ‘urf/tradisi lokal tetap diakomodir sepanjang tidak bertentangan dg syariat. Tapi mewacanakan Islam dg muatan wilayah (Islam Nusantara -red) hemat saya malah terlalu banyak tafsir dan debat panjang,” kata @Dwisuci_pbg.

Iya tdk pernah diembel2i tertulis dgn KFC (indonesia,nusantara) ,tetep aja billboardnya KFC…😂😂, Blm pernah ditulis KFC indonesia, KFC jawa, KFC medan,KFC manado😎

— PresidenSyariah2019 (@DPrionoto) 4 Juli 2018

BALASAN SUPER TELAK disampaikan oleh Noor Puspa…



Netizen lain menyoroti, bagaimana bisa disamakan dengan KFC, kalau KFC lokal malah menjelek-jelekkan KFC asal.

“KFC dirintis di Amerika oleh Kolonel Harland Sanders.

KFC buka gerai di Indonesia dengan menyesuaikan citarasa Indonesia.


Sampai gilirannya, KFC yang di Indonesia menyebut dirinya sebagai sejatinya KFC sambil menyebut KFC yang di Amerika itu tak enak, racikannya tak sesuai, dagingnya tak matang, dsb.


Kira-kira istilah “ngawur” sampai ke akal seorang profesor tidak, ya?


Aqidah kok dianalogikan dengan makanan,”
 ujar Harmasto Hendro Kusworo.

KFC Indonesia gak pernah jelekin KFC amerika.. Karna sadar amerika tanah lahir KFC

— OposisiJuki (@denidian04) 5 Juli 2018

Di amerika, KFC jg gk pk nama KFC amerika koq. 

Knp org2 yg promo islam nusantara nyebut2 islam arab ya? 🙂

— AWAS santri oplosan! (@ssirah) 5 Juli 2018

(nahimunkar.org)

(Dibaca 632 kali, 1 untuk hari ini)