• Pemerintah harus segera bubarkan ormas Banser dari negara Republik Indonesia.‘ (poin ke 3 dari 7 tuntutan massa di Sorong Papua, Rabu 21 Agustus 2019).
  • Ribuan Orang Teken Petisi Bubarkan Banser. “Di saat umat muslim fokus sibuk dengan membantu korban bencana Donggala, Sigi, Palu, Lombok. Banser justru sibuk menjaga gereja, membubarkan pengajian, memusuhi ulama, dan hari ini membakar bendera Ar Rayah,” demikian keterangan dalam petisi online itu. (berita Tim, CNN Indonesia | Selasa, 23/10/2018 10:49 WIB)
  • Ansor dan Banser Bangil Tolak Pengajian Ustadz Zulkifli M Ali, Lc, MA

Berikut ini beritanya.

***

 

NAHLOH! Orang Papua Tuntut Pemerintah Bubarkan Ormas Banser dari NKRI




[portal-islam.id]  Anggota Dewan Perwakilan Daerah terpilih asal Papua, Yorrys Raweyai, menilai Presiden Joko Widodo atau Jokowi harus datang menemui masyarakat Papua untuk meredakan tensi massa.

“Ada pernyataan tertulis yang mereka (massa aksi) bacakan di Sorong. Tujuh tuntutan mereka. Artinya, Presiden harus datang, usut tuntas kasus atau mereka melakukan aksi yang sama,” kata Yorrys di diskusi tentang Papua di Jakarta, Sabtu, 24 Agustus 2019.

Yorrys mengatakan, meski kondisi di Papua sudah mulai kondusif, persoalan di sana tetap belum tuntas. Sebab, masih ada gejolak di beberapa kabupaten sambil menunggu kepolisian menuntaskan masalah. “Istilahnya masih siaga menunggu. Kalau ini tidak, mereka akan melakukan (aksi) lagi,” ujarnya.

Yorrys baru saja kembali dari Sorong dan Manokwari bersama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. Di sana, ia berdialog dengan tokoh adat dan masyarakat setempat. Saat berada di Sorong, Yorrys mendapatkan pernyataan tertulis dari massa yang berisi tujuh poin tuntutan aksi mereka.

7 Tuntutan

Berikut tujuh tuntutan massa di Sorong saat aksi demo yang berlangsung di lapangan Apel Kantor Wali Kota Sorong, pada Rabu 21 Agustus 2019.

1. Agar Pemerintah RI segera memulangkan mahasiswa Papua dari Tanah Jawa kembali ke Papua.

2. Mereka juga mendesak agar presiden mewakili segenap Bangsa Indonesia meminta maaf kepada rakyat bangsa Papua.

3. Pemerintah harus segera bubarkan ormas Banser dari negara Republik Indonesia.

4. Negara RI segera tarik militer organik dan nonorganik dari tanah Papua, biarkan ‘monyet hidup’ sendiri di bangsanya sendiri.

5. Agar Presiden Jokowi memecat oknum anggota TNI yang mengeluarkan statement ‘monyet’ kepada mahasiswa Papua.

6. Meminta agar Pemerintah RI memberikan kebebasan bagi Papua menentukan nasib sendiri. “The right of the self determination for west Papua kepada rakyat Papua.

7. Apabila pemerintah Indonesia tidak mengindahkan pernyataan kami dan melakukan hal yang sama, maka kami akan duduki.



(Sumber: Tempo, Liputan6, Republika)

Link:
– https://nasional.tempo.co/read/1239734/massa-tuntut-7-hal-yorrys-raweyai-minta-jokowi-ke-papua
– https://www.liputan6.com/news/read/4045934/yorrys-sebut-masyarakat-sorong-dan-manokwari-minta-7-tuntutan-ini-ke-pemerintah
– https://nasional.republika.co.id/berita/pwr1jz384/yorrys-sebut-7-tuntutan-ini-harus-diselesaikan-untuk-papua

setuju, Bubarkan BANSER..!! ormas biang gaduh di negri ini.. petantang petenteng doang jualan bacot “NKRI Harga Mati” .. liat bendera bintang kejora jadi auto bisu. suruh lawan OPM.. nyali auto ciut #MiladFPI

— Batman.Musuh.Joker (@musuh_joker) August 24, 2019

Drama FPI – Papua menjadi renungan pagiku.

FPI difitnah para Togog sebagai penyebab rusuh Papua. Sistematis, masif, terang-terangan.
Namun mahasiswa Papua justru bersilaturahim ke FPI.
Dan Papua menyuarakan tuntutan pembubaran ormas pembenci FPI.

Allah mboten sare…

— Namaku Ombak (@bandabening) August 24, 2019

…Ironis…Bukan FPI yg diminta bubar oleh rakyat Papua, tapi Banser.

Apa yg gua sering suarakan tentang para ahlul Pancasila ini akhirnya disuarakan oleh rakyat Papua.

Pemikiran gua soal toleransi terlalu maju, di kemudian hari baru terbukti. (“,)https://t.co/OPbEBvFV9e

— K.H. Iyut~Kafir Hybrid Iyut (@kafiradikal) August 24, 2019

 

portal-islam.id, 25 Agustus 2019

***

 

Berita petisi pembubaran Banser telah mencuat tahun lalu.

***


Ribuan Orang Teken Petisi Bubarkan Banser

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 23/10/2018 10:49 WIB

Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama . (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

 

Jakarta, CNN Indonesia — Ribuan orang menandatangani petisi online yang mendesak pembubaran Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Petisi online berjudul Bubarkan Banser itu dibuat oleh akun @Shilvia Nanda, Selasa (22/10) dini hari.

Petisi di change.org itu ditujukan kepada Presiden Joko Widodo, Menteri Agama Lukman Hakin Saifuddin, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Hingga pukul Selasa 10.26 WIB, tercatat 4.268 orang telah menandatangani petisi tersebut. Belum ada komentar atau tanggapan dari Banser tentang petisi online itu.

Dalam keterangannya, @Shilvia mengatakan seharusnya organisasi besar kepemudaan ormas NU ini berfungsi sebagai penegak amar ma’ruf nahi munkar, pelindung sesama muslim, menyebarkan kebaikan walau berbeda mahzab, menjaga ketauhidan. 

“Di saat umat muslim fokus sibuk dengan membantu korban bencana Donggala, Sigi, Palu, Lombok. Banser justru sibuk menjaga gereja, membubarkan pengajian, memusuhi ulama, dan hari ini membakar bendera Ar Rayah,” demikian keterangan dalam petisi online itu.

Sejumlah anggota Banser Garut membakar bendera berwarna dasar hitam dan bertuliskan aksara arab berwarna putih yang mirip dengan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). 

Berdasarkan video berdurasi 02.05 menit yang diterima CNNIndonesia.com dan tersebar di laman Youtube, pembakaran dilakukan oleh belasan anggota Banser seraya menyanyikan mars NU.

Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)


Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas membenarkan hal itu. Dia mengatakan pembakaran terjadi saat Banser Garut merayakan hari santri pada Minggu kemarin (21/10).

“Betul. Itu di Garut. Menurut laporannya, kejadian di hari peringatan hari santri di Garut,” tutur Yaqut saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (22/10).

Meski belum diketahui pasti, Yaqut mengklaim bahwa benda yang dibakar anggotanya adalah bendera HTI. Dia yakin anggota di Garut yang terlibat pembakaran memang menganggap itu sebagai bendera HTI, yang merupakan organisasi terlarang di Indonesia

Menurut keterangan dalam petisi itu, aksi Banser itu lebih meresahkan sesama muslim dalam berdakwah serta mencoreng kerukunan sesama.

“Alangkah baiknya organisasi Banser dibubarkan saja. Mengacu pada Pasal 59 ayat 3 Perppu no 2/2017 yang sudah disahkan jadi UU no 16/2017 (UU Ormas) maka Banser sudah memenuhi kriteria pembubaran ormas.” tulis petisi online itu. 

Dalam aturan tersebut disebutkan, Ormas dilarang melakukan tindakan permusuhan terhadap suku,agama, ras, atau golongan; melakukan penyalahgunaan, penistaan, atau penodaan terhadap agama yang dianut di Indonesia; dan melakukan tindakan kekerasan, mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum, atau merusak fasilitas umum dan fasilitas sosial.

 

(ugo/gil)/
CNN Indonesia

***

 

Ansor dan Banser Bangil Tolak Pengajian Ustadz Zulkifli M Ali, Lc, MA

  
 


 

IDTODAY.CO – Ansor dan Banser Bangil Kabupaten Pasurusn menolak pengajian Ahad Subuh di Masjid Manarul Islam Bangil diisi oleh Ustadz Zulkifli M Ali, Lc, MA, Ahad (25/8/2019).

Sayap pemuda NU Bangil itu menilai Ustadz Zulkifli M Ali dalam pengajiannya sering mengangkat isu Khilafah dan bertentangan dengan Pancasila, NKRI dan UUD 45.

Ansor berdalil penolakan itu didasarkan pada PERPU no 2 thn. 2017 tentang Ormas. Ansor menyebut Bendera Tauhid sebagai bendera HTI dinyatakan bubar dan terlarang sejak disahkannya PERPU tersebut. Seperti dilansir dari suaranasional.com

Dalam surat penolakan itu disebutkan apabila 3×24 jam tidak ditidaklanjuti, maka Ansor Bangil akan mengambil langkah

Surat penolakan ditandatangi Ketua PC GP Ansor Bangil H .Sa’ad Muafi dan Sekretaris Abdul Rozak.

@idtoday.co

25 Agustus 2019

(nahimunkar.org)