Ilustrasi cara kapitalis kuasai dunia/kbrdkwh


[Mereka Lesu, Mungkin Belum Sarapan]

Perekonomian ‘negara maju’ diwartakan terus melesu. Yang teranyar, Jepang ikut-ikutan lemes. AS juga ga pede sama perekonomian sendiri. Ini kesimpulan dari para pakar ekonomi dunia. Gimana dengan Indonesia? Kok masih nanya toh mas? Meski tahun ini Pak Presiden sudah gelontorkan 6 paket kebijakan ekonomi, namun rupanya itu bukan paket muttafaq alaiha, melainkan simpang siur khilafiyyah masih ramai membahana di tengah pasar ekonomi negara. Makanya, tidak sedikit rencana yang hanya menjadi wacana. Karena jika operator ga setuju ama strategi operasi dari boss, maka boro-boro mau bekerja maksimal.

Ada apa dengan negara-negara maju?

Kalau AS, di antara faktornya adalah baby bloomers mereka sudah menua. Baby bloomers adalah generasi era 60-an, yaitu para ekonom yang sudah merasuk ke usia senja. Daya mereka udah kurang. Mulai diganti generasi X dan Y, yang meskipun lebih modern, tapi ga sekokoh generasi Baby Bloomers. Jadi, generasi X dan Y itu ibarat remaja yang masih labil. Makanya ga stabil.

Itu pertama. Kedua, AS ini kerepotan juga soal ketimpangan pendapatan. Uang numpuk di kantong kaum terkaya. Di sisi lain, konsumsi dan permintaan lebih tinggi di kelompok warga tak berpunya.

Kalo Jepang gimana mas?

Jepang itu punya masalah di daya saing. Produk-produk manufaktur mereka mulai kalah dari prouk Taiwan dan Korsel. Korsel ini cukup kuat lho. Ternyata Korsel bukan hanya punya kekuatan di pentas para penyanyi yang udah ga laki lagi, atau film drama yang bikin mata bengkak, melainkan rupanya ekonomi mereka dijaga kuat. Itu karena mereka pede dengan produk domestik dan pede masarin keringat

Makanya, kata mereka gini: “Mari cari alternatif kebijakan dalam urusan ekonomi.”

Apa komentar Kompas cetak? Gini: “Sebab, kebijakan konvensional, seperti pelonggaran kebijakan moneter, ga mampu dongkrak perekonomjan secara signifikan.”

Lalu dikatakan: “Menarik nih, kita nantikan kebijakan alternatif itu jika masih ada.”

Lho, kok jika masih ada? Udah ada kebijakan ekonomi diatur fundaments dan basicnya oleh salafnya Islam.

Antum sendiri, percaya ga mereka bakal ancur? Ane sih percaya. Percaya deh, para kapitalis negeri manapun sebenarnya mulai gamang dan bingung. Cari-cari solusi. Sebagian nemu solusi: SYARIAH. Tapi sayangnya, dipoles-poles oleh sebagian yang isinya malah hampir sama. Tetap ada jentik nyamuk di air susu. Memang, tiada gading yang tak retak. Memang, tiada usaha manusiawi yang sempurna. Tapi, apa perlu menaruh jentik nyamuk secara sengaja di air susu jualan Anda dan Anda tetap katakan itu: “Susu Sapi Murni”?

Hasan Al-Jaizy

Kemarin pukul 9:20 ·

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 4.710 kali, 1 untuk hari ini)